Mengenal Unsur Pembangunan Karya Sastra


Pada sebuah karya sastra, terdapat unsur pembangun karya sastra yang terdiri dari unsur ekstrinsik dan unsur intrinsik. Unsur ekstrinsik suatu karya sastra yakni unsur pembangun yang berasal dari luar karya sastra.

Unsur intriksik suatu karya sastra berarti unsur pembangun yang berasal dari dalam karya sastra. Unsur intrinsik pembangun karya sastra terdiri dari : tema, alur/ plot, latar/ setting, gaya bahasa, tokoh dan penokohan, sudut pandang pengarang atau point of view.

Agar lebih jelas, berikut keterangan mengenai unsur intrinsik dalam karya sastra :

1. Tema,
Suatu karya sastra selalu disajikan dengan tema khusus. Tema merupakan gagasan utama yang mendasari suatu cerita atau pokok masalah yang menjadi jiwa dari karya sastra tersebut. Tema karya sastra misalnya tema : remaja, romance, perjuangan, pahlawan, kemerdekaan, kritik sosial, budaya dan lainnya.
 
2. Alur/ Plot,
Alur atau plot adalah rangkaian kejadian yang membentuk suatu cerita. Suatu karya sastra tentu terdiri dari rangkaian-rangkaian peristiwa. Alur plot ini umumny terdiri dari :

a) Pengenalan atau pemaparan
b) Konflik
c) Penggawatan atau perumitan
d) Klimaks
e) Penyelesaian

Jenis - jenis alur ada beberapa macam yakni :
a) Alur maju : yakni alurnya menceritakan peristiwa dengan cara beruturan waktunya. Jadi, ceritanya runtut berdasarkan kronologi waktu.
b) Alur mundur (flashback) : yakni ketika dalam cerita tersebut terdapat penyelaan urutan secara kronologis dengan peristiwa yang telah terjadi sebelumnya.

3. Latar/ Setting,
Latar atau seting merupakan waktu dan tempat terjadinya suatu peristiwa yang ada di dalam cerita. Latar atau seting dapat berupa latar waktu dan latar tempat. Misalnya saja untuk latar waktu : sebulan yang lalu, setahun yang akan datang, zaman purba, saat ini. Contoh latar tempat misalnya : di toko, di Kota Bandung, di kolam renang, di teras rumah dan sebagainya.

4. Gaya Bahasa,
Gaya bahasa adalah cara pemakaian bahasa yang khas dari seorang pengarang. Karena khas, maka gaya ini antara satu pengarang dengan yang lainnya akan berbeda atau tidak ada yang sama. Ada pengarang yang menggunakan gaya bahasa gaul, gaya bahasa dengan selingan humor, gaya bahasa yang serius, gaya bahasa yang formal, gaya bahasa filsuf dan lainnya.


5. Tokoh dan Penokohan,
Tokoh merupakan pelaku dalam cerita. Di dalam suatu cerita maka akan terdiri dari para tokoh yang berperan dalam cerita tersebut. Terdapat tokoh utama dan ada pula tokoh tambahan atau sampingan.
Sedangkan penokohan disebut juga sebagai perwatakan. Artinya, bagaimana penyajian watak tokoh dalam cerita tersebut. Misalnnya wataknya jujur, dermawan, judes, pelit dan lainnya.

 
Tokoh dan penokohan ini pun dapat dibagi ke dalam tiga kelompok yakni :
a) Tokoh protagonist : tokoh protagonist merupakan tokoh utama atau tokoh sentral dalam cerita. Biasanya, tokoh ini menggambarkan perilaku yang positif.
b) Tokoh antagonis : tokoh antagonis adalah tokoh yang selalu menentang atau berlawanan dengan tokoh protagonist. Umumnya, tokoh antagonis digambarkan dengan watak yang buruk, meski tidak selalu antagonis memiliki watak negatif.
c) Tokoh tritagonis : tokoh tritagonis adalah tokoh penengah atau pelengkap yang sering muncul untuk menengahi konflik antara tokoh protagonist dan antagonis.


6. Sudut Pandang Pengarang Atau Point Of View.
Sudah pandang pengarang atau poing of view ini menunjukkan posisi pengarang terhadap peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam cerita.
Ada beberapa macam sudut pandang pengarang, meliputi :

a) Sudut pandang orang pertama
Pada sudut pandang orang pertama, cirinya pengarang menggunakan orang pertama sebagai tokoh utamanya dengan penuturan lewat tokoh dengan kata “aku”, “saya”, atau “kami”.

b) Sudut pandang pengarang orang ketiga
Pada sudut pandang pengarang orang ketiga, pengarang menggunakan orang ketiga sebagai tokoh utamanya yang ditandai dengan penggunaan kata “dia” atau “mereka”.

c) Sudut pandang pengarang serba tahu
Pada sudut pandang pengarang serba tahu, pengarang menuturkan segalanya, pengarang serba tahu segala peristiwa yang telah, sedang dan akan dialami oleh tokoh dalam cerita tersebut.

Elemen Elemen Neraca Akuntansi



Kalau kamu belajar tentang Akuntansi, sepertinya kata ‘neraca’ akan sangat sering muncul ya. Di dalam ilmu akuntansi, neraca memang merupakan hal yang sangat penting, dan sepertinya memang tak pernah terlewatkan.

Ya, neraca selalu digunakan untuk membuat aneka kebutuhan administrasi keuangan di dalam suatu perusahaan. Neraca ditampilkan dalam bentuk kolom-kolom yang berisi daftar perhitungan dan aneka keterangan lain yang menyangkut aset dan siklus keuangan.

Lantas, tahukah kamu apa saja yang termasuk di dalam elemen – elemen neraca ini? Berikut ini adalah elemen – elemen neraca yang ada dalam akuntansi :

1. Current Assets

Yang dimaksudkan dengan current assets ini adalah segala hal yang mencakup cash dan sumber - sumber yang diharapkan dapat dikonversi menjadi cash selama siklus operasi normal perusahaan atau dalam 1 tahun, atau dalam waktu tertentu yang bisa lebih dari satu tahun. Namun, ada juga pengecualian dalam current assets ini seperti :

a. Cash yang dibatasi penggunaanya untuk memenuhi tujuan tertentu, seperti misalnya untuk perolehan noncurrent assets, tidak termasuk dalam current assets.

b. Aset yang tidak berkaitan dengan siklus operasi perusahaan, menggunakan dasar periode 1 tahun dalam pengklasifikasiannya. Seperti contohnya pada note receivable yang jatuh tempo dalam 15 bulan yang berasal dari penjualan tanah dalam rangka investasi, tetap diklasifikasikan noncurrent assets meskipun siklus operasi lebih dari 15 bulan.

2. Current Liabilities

Current Liabilitas merupakan bentuk obligasi yang diharapkan dapat dibayar dengan menggunakan current assets atau dengan menciptakan current liabilities lain, atau obligasi yang diharapkan dapat dibayar dalam jangka waktu 12 bulan (atau 1 siklus operasi, yang mana yang lebih lama).

Current liabilities ini juga melingkupi pengecualian berikut :

1) Debts atau hutang yang akan dilikuidasi dari dana yang telah diakumulasikan dan dilaporkan sebagai noncurrent assets. Dana ini biasanya juga dikenal dengan sebutan “sinking funds”.

2) Obligasi jangka pendek yang akan dibiayai kembali (digantikan oleh penerbitan obligasi baru), dengan kriteria:

a) Maksud perusahaan adalah untuk membiayai kembali (refinance) obligasi berdasarkan long-term basis.
b) Maksud perusahaan tersebut dibuktikan oleh actual refinancing setelah tanggal neraca namun sebelum laporan keuangan diselesaikan, atau oleh keberadaan persetujuan refinancing secara eksplisit.

3) Callable Obligation: obligasi yang (1) dibayarkan berdasarkan penagihan (tidak memiliki tanggal jatuh tempo tertentu) atau (2) memiliki tanggal jatuh tempo tertentu, namun dapat ditarik jika debitur melanggar perjanjian.

4) Obligasi yang jatuh tempo berdasarkan penagihan dalam 1 tahun (atau 1 siklus operasi, yang mana yang lebih lama), harus diklasifikasikan sebagai current. Obligasi jangka panjang juga diklasifikasikan sebagai current jika obligasi tersebut dapat ditarik pada tanggal neraca karena debitur melanggar perjanjian kontrak

Baca juga: Mengenal Aneka Macam Kelompok Industri Kreatif

3. Noncurrent assets

Yang meliputi noncurrent assets, yakni:

1. Investment, misalkan: stocks, bonds Land, Building, and Equipment
2. Intangible Assets, misal: goodwill, patents, trademarks, organization costs.
3. Other Noncurrent Assets, misalnya : Deferred Income Tax assets.

Deferred income tax ini berasal dari perbedaan sementara antara taxable income (income yang menjadi subjek pajak pada formulir pajak) dengan income before taxes yang dilaporkan pada laporan keuangan.

Deferred Income Tax assets dapat muncul ketika taxable income melebihi income before taxes periode berjalan yang dilaporkan dan perbedaan tersebut diharapkan untuk dikembalikan pada periode yang akan datang.

4. Noncurrent Liabilities

Yang meliputi noncurrent liabilities yakni :

a) Long-term Debt
b) Long-term Lease Obligations
c) Deferred Income Tax Liability => kebalikan Deferred Income Tax assets

5. Owners’ Equity

a. Contributed Capital
- Capital stock: mencerminkan jumlah saham yang diterbitkan dikalikan dengan par value/stated value per lembar saham.
- Additional PIC: menggambarkan investasi oleh pemegang saham, yang merupakan kelebihan dari jumlah yang dibebankan pada capital stock

b. Retained Earnings:
Retained Earnins yakni jumlah penghasilan atau pendapatan dari periode masa lalu yang tidak didistribusikan. Sebagian dari R/E kadang-kadang dilaporkan sebagai terbatas dan tidak tersedia untuk dividen. Pembatasan R/E dikenal dengan Appropriations dan dibuat untuk tujuan-tujuan tertentu.
Pengertian Drama

Pengertian Drama

Pembahasan sebelumnya telah dijelaskan tentang tanggapan yang baik. Di mana tanggapan yang baik mengandung pernyataan yang rasional, sehingga dapat diterima oleh akal sehat dan disertai bukti.

Pembahasan kali ini akan memberikan penjelasan tentang drama. Drama merupakan suatu karya yang mengungkapkan sisi kehidupan manusia dalam bentuk dialog dan dipentaskan. Pemeran atau pelaku dalam sebuah drama dinamakan dengan tokoh.

Memerankan suatu tokoh dalam drama berarti memerankan karakter tokoh yang terdapat dalam naskah drama. Unsur – unsur dalam drama, terdiri dari dua hal, yaitu tema dan alur.
Tema merupakan ide atau gagasan atau dasar cerita.
Alur merupakan tahapan cerita yang berkesinambungan.

Baca juga: Fakta dan Opini dalam Teks Iklan

Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pemeran tokoh dalam drama, yaitu
1. Memahami isi cerita atau naskah drama secara utuh.
2. Menjiwai peran yang akan dibawakan baik karakter atau sifat maupun penampilan.
3. Melatih teknik olah vokal dan gerak.
4. Menghafalkan naskah drama dengan sungguh – sungguh.

Lebih lanjut, penampilan yang dituntut dalam pengucapan, terdiri dari lafal, intonasi, dan ekspresi.
1. Lafal merupakan cara seseorang dalam mengucapkan bunyi bahasa. Dalam memerankan suatu tokoh, kata – kata yang diucapkan harus jelas sehingga maksud dari isi cerita tersebut dapat tersalurkan.
2. Intonasi merupakan lagu kalimat, pola perubahan nada yang dihasilkan pemeran dalam waktu mengucapkan ujaran atau bagian – bagiannya. Intonasi di sini antara lain intonasi datar, tinggi, dan intonasi rendah.
3. Ekspresi merupakan suatu gerakan tubuh dan gambaran raut muka untuk memperlihatkan perasaan.

sumber:
Tim Catha Edukatif. Tanpa Tahun. Bahasa Indonesia untuk SD/MI. Sukoharjo: Sindunata.
Pengertian, Unsur Unsur dan Jenis jenis Drama

Jenis - Jenis Surat Dinas dan Pengertiannya



Pengertian Surat Dinas

Dalam instansi kedinasan, surat menyurat adalah hal yang penting untuk memperlancar jalannya kegiatan dinas, terutama dalam hal komunikasi. Surat menyurat pada dasarnya dapat dilakukan secara umum, namun, secara khusus ada pula pembagian surat yang didasarkan pada pihak – pihak yang menggunakan surat tersebut.

Sebagai contoh, surat niaga yang digunakan terkait hal perniagaan, dan juga surat dinas yang digunakan dalam lingkup dinas. Pengertian surat dinas sendiri dapat diartikan sebagai surat yang berisi tentang administrasi pemerintah yang dibuat oleh lembaga pemerintah. Surat dinas juga disebut sebagai surat resmi karena surat ini dikeluarkan oleh instansi pemerintah.

Karena dikeluarkan oleh instansi pemerintah, maka dalam penulisan surat dinas pun juga harus memenuhi format surat secara resmi. Tata kepenulisan surat dinas juga memiliki patokan umum yang harus dipenuhi. Karenanya, terdapat pula jenis – jenis surat dinas yang pembagiannya didasarkan pada isi dan tujuan penggunaan surat tersebut.


Jenis – Jenis Surat Dinas

Jenis – jenis surat dinas terdapat 10 macam, yakni surat pemberitahuan, surat undangan, surat kuasa, surat keterangan, surat memo atau nota dinas, surat edaran, surat pengantar, surat perintah, surat instruksi serta surat tugas. Berikut keterangan dari masing – masing jenis surat dinas tersebut :


1. Surat pemberitahuan


Surat pemberitahuan adalah jenis surat dinas yang isinya mengenai pemberitahuan yang ditujukan pada semua anggota lingkungan kerja agar mereka mengetahui suatu hal atau informasi tertentu terkait apa yang perlu diketahui. Contoh surat pemberitahuan untuk dinas.


2. Surat undangan


Surat undangan adalah surat yang isinya berupa pemberitahuan yang bersifat mengharapkan kehadiran seseorang atau sekelompok orang agar dapat berpartisipasi dalam acara tertentu di tempat dan waktu tertentu.


3. Surat kuasa


Surat kuasa adalah surat yang isinya tentang pelimpahan wewenang dari seorang pejabat kepada seseorang atau pejabat lain yang dapat dipercaya untuk dapat bertindak mewakili orang yang memberi kuasa tersebut, dikarenakan orang yang bersangkutan tidak dapat melaksanakannya sendiri.


4. Surat keterangan


Surat keterangan adalah surat yang isinya berguna untuk menerangkan tentang aktivitas seseorang atau sesuatu hal tertentu.


5. Surat memo atau nota dinas


Surat memo disebut juga sebagai nota dinas. Surat memo merupakan surat khusus yang dipergunakan secara interen dalam suatu unit organisasi yang dilaksanakan oleh pejabat kantor dengan isi yang cenderung singkat.


6. Surat edaran


Surat edaran adalah surat yang isinya ditujukan sebagai bentuk pemberitahuan tentang sesuatu yang ditujukan pada beberapa orang atau kepada banyak pihak sekaligus.


7. Surat pengantar


Surat pengantar adalah jenis surat dinas yang dipergunakan untuk mengantar sesuatu dengan maksud agar orang yang menerimanya mengetahui maksud sesuatu yang diterimanya.


8. Surat perintah


Surat perintah adalah jenis surat dinas yang dikeluarkan oleh suatu instansi / pihak yang berada di posisi / jabatan lebih tinggi yang ditujukan kepada pihak / instansi yang lebih rendah, agar bawahan tersebut dapat berbuat sesuatu atau tidak berbuat sesuatu sebagaimana dijelaskan dalam surat perintah tersebut.


9. Surat instruksi


Surat instruksi berisi perintah serta petunjuk – petunjuk yang dibuat berdasarkan pada peraturan dan kebijaksanaan pimpinan.


10. Surat tugas


Surat tugas adalah surat yang datang dari pihak / pejabat yang lebih tinggi posisinya untuk menugaskan kepada seorang atau sekelompok bawahan untuk dapat melakukan pekerjaan tertentu. Untuk contoh silahkan baca contoh surat tugas kedinasan.
Penjelasan dan Jenis - Jenis Retail

Penjelasan dan Jenis - Jenis Retail

Kegiatan ekonomi merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan masyarakat. Hal ini sudah menjadi bagian dalam kehidupan kita. Seperti di Indonesia yang menganut sistem kehidupan ekonomi bersifat demokrasi atau Pancasila dan sudah kita jelaskan panjang lebar tentang gambaran sistem ekonomi negara Indonesia. Materi kali ini tidak akan jauh dari pembahasan dalam dunia perekonomian, kita akan menjelaskan tentang retail.

Pengertian Retail

Retail merupakan bentuk kegiatan pemasaran baik barang maupun jasa. Barang atau jasa yang dipasarkan ini dapat berbentuk eceran atau satuan langsung diberikan ke konsumen akhir. Barang atau jasa yang di retail ini bukan untuk dijual lagi, namun tertuju langsung pada konsumen akhir. Konsumen akhir ini merujuk pada penggunaan pribadi maupun rumah tangga.

Kotler menjelaskan retail adalah barang atau jasa yang dijual oleh produsen secara eceran untuk selanjutnya digunakan sebagai kebutuhan pribadi bukan bisnis.  Gilbert menjelasakan bahwa perusahaan retail berusaha untuk memberikan kepuasan pada konsumen akhir dari barang atau jasa yang diperoleh atau dibelinya.

Levy dan Weitz menjelaskan retail dapat menambah nilai guna atas barang aatau jasa untuk dijual kembali pada konsumen akhir. Berman dan Evans menjelaskan retail adalah usaha bisnis untuk memasarkan produk barang atau jasa pada pihak konsumen akhir untuk kebutuhan rumah tangga atau pribadi.
Dengan demkian dapat disimpulkan bahwa retail merupakan barang atau jasa yang dijual oleh produsen untuk digunakan konsumen akhir sebagai pemenuhan kebutuhan pribadi atau rumah tangga.

Baca juga: Pemaparan Sistem Ekonomi Komando, Karakteristik, Keuntungan dan Kelemahan, serta Contoh Negaranya

Fungsi Retail

1. Pemindahan kepemilikan dari retail ke konsumen akhir.
2. Dapat membeli dan menyimpan produk untuk kebutuhan pribadi.

3. Memberikan kemudahan pada konsumen dalam memilih barang.
4. Konsumen memperoleh informasi langsung tentang produk.

5. Mudah untuk ditemukan dan mudah dibeli.
6. Produsen produk retail dapat memberikan kredit bagi konsumen akhir.

7. Produsen dapat membuat produk menjadi lebih unik untuk menarik perhatian konsumen akhir.
8. Produsen dapat memberikan layanan dan menangani berbagai masalah yang dikeluhkan konsumen akhir.

Jenis - jenis Retail

Jenis-jenis retail dibedakan berdasarkan produk yang dijual. kepemilikan, strategi penetapan barang, lokasi, dan non-store retailing. Adapun penjelasan dari masing-masing jenis tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut.

Retail berdasarkan produk yang dijual terdiri dari product retailing dan service retailing. Masing-masing dapat dijelaskan sebagai berikut.

1. Service retailing, dibagi menjadi
a. Owned goods service yaitu menjual jasa-jasa perbaikan dan perawatan barang, contoh perbaikan jam tangan.
b. Non goods service yaitu menjual jasa personal, contoh baby sitter.
c. Rented goods service yaitu menyewakan produk yang dimiliki pada konsumen, contoh penyewaan mobil.

2. Product retailing, dibagi menjadi
a. Food and drug retailer yaitu menjual barang-barang dalam jumlah yang besar namun harga masih dapat dijangkau konsumen.
b. Catalog showroom yaitu menjual merk lokal dengan harga yang sedikit murang dan hanya memiliki sedikit ruang untuk kegiatannya.
c. Specially store yaitu menjual barang yang sangat diperhatikan, contoh toko komputer, toko sepatu, dan toko mainan anak.
d. Department store yaitu retail yang memiliki pegawai dengan jumlah minimal 25 orang dan menjual barang berupa peralatan rumah tangga dan pakaian.

Baca juga: Tahukah kamu! Apa yang dimaksud dengan sistem ekonomi campuran?

Retail berdasarkan kepemilikan dibedakan menjadi 
1. Franchising atau waralaba yaitu retail yang memberikan hak pada perusahaan lain namun sesuai dengan peraturan atau ketentuan yang berlaku.
2. Coorporate chain yaitu keterkaitan antar kelompok usaha yang ada dalam satu manajemen dan memiliki beberapa pemegang saham.
3. Independent retail firm yaitu retail yang tidak bergantung pada afiliasi lain, seperti toko kelontong.

Retail berdasarkan strategi penetapan harga dimaknai sebagai adanya keberagaman harga penjualan dari produsen, meski merknya sama. Di mana ada yang menawarkan dengan harga diskon, murah, atau mahal. Selanjutnya, retail berdasarkan lokasi, dibedakan menjadi

1. Downtown central business yaitu retail yang menjadi pusat bisnis di wilayah perkotaan.
2. Shopping center yaitu retail yang berlokasi pada satu bangunan tertentu, contoh komplek.
3. Strip development yaitu retail yang berlokasi di lahan komersial.

Retail berdasarkan non-store retailing dibedakan menjadi
1.  Mail order yaitu retail yang menawarkan produk dengan mengirim surat pada konsumen akhir.
2. Telephone and media retailer yaitu retail yang menggunakan media telepon untuk telemarketing.
3. Direct selling yaitu retail yang memasarkan produk secara langsung ke konsumen.
4. Vending machines yaitu retail yang berbentuk mesin penjual minuman seperti di hotel, kantor, dan pasar swalayan.
5. Electronic shopping yaitu retail dengan memanfaatkan media elektronik untuk memasarkan produk, contoh komputer dan televisi.

Baca juga: Definisi dan Penjelasan Lengkap tentang Shareholder atau Stockholder

Dengan demikian penjelasan tentang retail, termasuk jenis dan penggolongan dalam retail. Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca. 

Contoh Memo atau Nota Dinas


Pengertian Memo

Memo atau yang juga disebut sebagai nota atau nota dinas merupakan jenis surat yang biasa dipergunakan dalam suatu kantor atau organisasi secara intern. Memo ini secara umum digunakan untuk mencari atau menyampaikan informasi serta petunjuk dengan isi yang singkat dan digunakan antar pejabat kantor.

Memo dan Nota Dinas terkadang juga disebut dengan memorandum. Memorandum bila dilihat secara etimologi berasal dari kata memory yang artinya ingatan atau pengingat. Sedangkan kata ‘nota’ sendiri berasal dari kata note (bahasa inggris) yang artinya catatan.

Memo dan nota dinas juga dapat diartikan sebagai suatu surat khusus yang dipakai sebagai sarana menyampaikan pesan atau pengingat antar pejabat di dalam lingkungan instansi atau lembaga tertentu.

Baca juga: Format Dokumen Perjanjian Jual Beli


Menulis Memo

Untuk menulis memo atau nota dinas caranya cukup sederhana. Memo yang digunakan dalam instansi atau lembaga secara formal juga memerlukan kop surat. Selain kop surat, hal – hal yang perlu ditulis dalam memo pada dasarnya juga seperti surat pada umumnya.

Misalnya saja, tujuan surat, isi dan pengirim surat. Hanya saja, dalam hal isi surat memo disampaikan secara sederhana dan singkat atau langsung pada pokok permasalahannya.

Jadi, di dalam memo atau nota dinas, hal – hal yang perlu dituliskan yakni :

1. Kop surat
2. Judul ‘Memo’
3. Tujuan surat
4. Isi surat (singkat)
5. Tanggal surat
6. Pengirim surat.


Contoh Memo:

Untuk lebih jelasnya dalam memahami tata cara penulisan memo atau nota dinas ini, dapat dilihat dalam contoh memo berikut ini :

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
Jalan Ir. Sutami No. 36 A Kentingan Surakarta 57126
Telp (0271) 646994, 636895, Fax 646655
Website UNS : http // www.uns.ac.id


MEMO

Yth      : Bapak Budi Gunawan
Dari     : Ketua BKK PAP


Dengan hormat

Mohon dilengkapi pengisian data diri mahasiswa di bawah ini :
Nama   : Adinda Dinar
NIM    : K7456789
Prodi   : Pendidikan Bahasa Indonesia 2015

Dimana pada data mahasiswa tersebut masih ada beberapa data yang kosong.

Atas perhatiannya kami mengucapkan terima kasih.



                                                                                    18 Oktober 2015
                                                                                    Ketua BKK PAP,



                                                                                    Binar Sinara, S. Pd., M. Pd
                                                                                    NIP. 19660101 199801 2 001

Watak, Ciri dan Contoh Tembang Macapat Mijil

Di kalangan masyarakat Jawa, tembang macapat merupakan sebuah lagu daerah yang sangat populer. Lagu atau tembang macapat ini begitu populer dan cukup dibanggakan di kalangan pelestari budaya jawa.

Tembang macapat sendiri merupakan bentuk ungkapan atau yang dilagukan dan dipaparkan dalam sebuah ‘pada’ atau paragraf. Tembang macapat sering digunakan sebagai sebuah penggambaran tentang kehidupan sekaligus berisi petuah petuah.

Hingga kini, masyarakat suku Jawa terus melestarikan tembang macapat. Di sekolah – sekolah di Jawa, mempelajari tembang macapat menjadi salah satu hal yang hampir selalu diwajibkan. Terutama di sekolah dasar, anak – anak banyak yang diajarkan tentang tembang – tembang Jawa ini, meski secara sederhana dan garis besar.

Kesenian Jawa satu ini pun banyak yang masih dipelajari hingga sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas. Di dalam pelajaran tembang macapat, dikenal ada 11 jenis atau judul tembang macapat.

Terdapat 11 jenis lagu dalam tembang macapat yang masing - masingnya memiliki kharakteristik dan watak yang berbeda. Kesebelas tembang macapat tersebut adalah Maskumambang, Mijil, Kinanthi, Sinom, Asmarandana, Gambuh, Dandanggula, Durma, Pangkur, Megatruh, Pocung.

Masing – masing tembang macapat ini punya karakternya sendiri yang berbeda yang membedakannya dengan tembang lain. Ciri khas atau karakter yang paling baku adalah jumlah guru gatra (jumlah baris), guru wilangan (jumlah suku kata tiap barus), dan guru lagu (vokal akhir di setiap baris kalimat).

Masing – masing ketentuan atau karakter ini digunakan dalam membuat lirik tembang macapat. Jadi, di dalam tembang macapat, memang tidak ada lirik lagu yang tunggal atau baku untuk setiap jenis atau judulnya.

Setiap orang boleh saja membuat sendiri lirik lagunya dalam tembang macapat, asalkan lirik tersebut memenuhi kaidah atau ketentuan dari tembang macapat yang ada. selai memiliki ketentuan dalam hal guru gatra, guru wilangan dan guru lagu, tembang macapat juga punya ciri tersendiri dalam hal watak atau sifat umumnya.


Watak Tembang Macapat Mijil

Masing - masing tembang macapat mempunyai sebuah karakter tersendiri dengan wataknya masing-masing. Apabila kesebelas tembang ini dirangkaikan jadi satu maka dapat membentuk sebuah gambaran dari perjalanan hidup manusia, yang dimulai dari dalam kandungan ibu, hingga manusia kembali menghadap Tuhan Yang Maha Esa atau meninggal dunia

Baca juga: Watak dan Ciri Tembang Macapat

Kisah Tembang Mijil

Mijil merupakan sebuah bagian kisah kehidupan manusia yang menggambarkan tentang sebuah biji atau benih yang lahir ke dunia. Mijil menjadi gambaran dari dimulainya perjalanan seorang anak manusia yang masih suci dan masih memerlukan perlindungan.

Watak Tembang

Mijil juga memiliki pengertian sama dengan pamjil, wijil, wiyos, raras, medal, sulastri. Dimana secara watak atau karakter rasa yang digambarkan adalah tentang keterbukaan pikiran, sehingga tembang ini sangat cocok digunakan untuk mengajarkan tentang nasehat, dan juga kisah tentang kasih sayang juga asmara.

Tembang mijil memiliki kaidah / Wewaton : 10i – 6o – 10e – 10i – 6i – 6o

Contoh Tembang Mijil


Tembang Mijil memiliki kaidah / Wewaton : 10i – 6o – 10e – 10i – 6i – 6o

Seperti contoh berikut ini :

Tembang Mijil


Poma kaki dipun eling (10i)
Ing pitutur ingong (6o)
Sira uga satriya arane (10e)
Kudu anteng jatmika ing budi (10i)
Ruruh sarta wasis (6i)
Samubarangipun (6o)

Tembang Mijil


Deda lanne guna lawan sekti
Kudu andhap asor
Wani ngalah dhuwur wekasane
Tumungkulla yen dipundukanni
Ruruh sarwa wasis
Samubarangipun

Pengertian isi tembang mijil dari kedua lirik di atas adalah tentang sebuah nasehat yang baik agar bisa selalu diingat. Bahwa seorang yang memiliki budi yang luhur, ramah dan beretika pun juga bisa disebut sebagai seorang ksatria.

seorang yang benar – benar sedang membutuhkan pertolongan karena terhanyut di sungai dan sudah hampir mati tenggelam.