Minggu, 04 Juni 2017

Metode Penelitian

Pelajaran.click kali ini akan memberikan pembahasan tentang metode penelitian. Perhatikan penjelasan di bawah ini.

Manusia merupakan makhluk yang selalu ingin tahu. Sejak zaman dahulu manusia selalu berusaha untuk mengumpulkan pengetahuan yang diperoleh dari pengalaman yang ada disekitarnya. Pengetahuan terdiri dari sejumlah fakta dan teori yang mana dapat memungkinkan seseorang untuk memecahkan masalah yang dihadapi.

Berdasarkan pada fakta-fakta yang ditemukan dan dikumpulkan selanjutnya disusun menjadi dasar teori. Teori tersebut digunakan untuk memahami gejala alam dan kemasyarakatan. Adapun cara yang digunakan untuk menemukan fakta dapat dibagi menjadi dua yaitu dengan metode tradisional dan metode modern.

Metode Penelitian

Metode Tradisional
Metode tradisional merupakan cara yang digunakan untuk memperoleh pengetahuan sebelum ditemukannya metode ilmiah. Metode ilmiah atau metode penemuan secara sistematika dan logis. Metode tradisional dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Trial and error atau Cara coba-coba
Cara ini digunakan sebelum ditemukannya kebudayaan., Bahkan mungkin cara ini digunakan sebelum adanya peradaban. Jika ada masalah, seseorang akan berupaya untuk memecahkan masalah dengan coba-coba. Jika berhasil maka kemungkinan besar akan diulangi lagi. 

Namun, jika tidak berhasil maka akan dicari yang lain sampai masalah itu terpecahkan. Meskipun, pada akhirnya mungkin pada percobaan kelima baru terselesaikan. Oleh sebab itu, cara ini dinamakan dengan metode trial atau coba dan error atau gagal atau salah.

Metode ini telah digunakan oleh manusia dalam waktu yang relatif lama dalam rangka menyelesaikan berbagai masalah hidup. Khususnya, oleh mereka yang belum atau tidak mengetahui suatu cara yang terstruktur untuk mengatasi masalah.

Contoh: ditemukannya kina yang dapat digunakan untuk obat malaria. Seorang yang menderita malaria pada zaman dahulu sebelum ditemukan obat, mencoba berbagai kemungkinan. Tentu saja kemungkinan untuk menyembuhkan penyakitnya tersebut, tapi selalu gagal.

Suatu hari, saat menjelajahi hutan untuk mencari obat, ia haus, kemudian meminum air parit yang jernih. Meskipun jernih, namun terasa sangat pahit. Anehnya, setelah minum air itu beberapa waktu kemudian ia justru merasa baikan dan sembuh. 

Akhirnya dia melakukan penyelidikan tentang air pahit tersebut. Berdasarkan penyelidikannya, dia menemukan pohon kina yang tumbang terendam ke dalam parit tersebut. Selanjutnya, Ia mengambil kesimpulan bahwa kulit kayu kina dapat digunakan sebagai obat malaria.

2. Cara kekuasan dan otoritas
Berdasarkan sejarah dapat diketahui bahwa kekuasaan raja merupakan hal yang mutlak. Apapun yang keluar dari mulut raja adalah kebenaran yang mutlak dan harus diterima oleh rakyatnya.

Pada saat gereja memiliki otoritas yang mutlak di Eropa, ada suatu pendapat bahwa dunia itu datar, bukan bulat seperti teori yang telah lama kita anut. Pendapat ini harus diterima oleh masyarakat kala itu, kalau tidak menerima, maka akan dihukum.

3. Berdasarkan pengalaman pribadi
Ini dilakukan dengan cara mengulang kembali pengalaman yang telah diperoleh untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi pada masa lalu. Contoh orang yang mengalami demam, kemudian minum air daun pepaya lalu sembuh. 

Saat dia menderita demam lagi, ia akan mengulangi minum air daun pepaya lagi, dengan maksud agar demamnya sembuh. Bahkan, mungkin ia akan menyebarkan pengetahuannya bahwa dengan air daun pepaya dapat menyembuhkan demam.

Semua pengalaman pribadi individu dapat menjadi sumber pengetahuan. Meskipun demikian, tidak semua orang dapat menarik kesimpulan yang benar dari pengalamannya. Hal ini dibutuhkan kemampuan berpikir kritis dan logis agar dapat menarik kesimpulan yang benar.

4. Melalui berpikir
Manusia memperoleh pengetahuan dengan menggunakan jalan pikiran induksi maupun deduksi. Induksi dan deduksi merupakan cara berpikir secara tidak langsung melalui pernyataan yang dikemukanan. 

Kemudian dicari hubungannya sehingga dapat dibuat kesimpulan. Proses pembuatan kesimpulan melalui pernyataan khusus ke umum dinamakan induksi. Sedangkan, penarikan kesimpulan dari umum ke khusus inamakan deduksi.

Metode Modern
Cara modern untuk memperoleh pengetahuan ini dapat dikatakan lebih sistematis, logis, dan ilmiah. Ini dinamakan metode penelitian ilmiah atau metodologi penelitian, yang dikembangkan oleh Francis Bacon (1561-1626).

Bacon merupakan tokoh yang mengembangkan metode berpikir induktif dengan mengadakan pengamatan langsung terhadap gejala alam atau kemasyarakatan. Berdasarkan hasil pengamatannya dikumpulkan atau diklasifikasikan serta ditarik kesimpulan umum.

Metode berpikir induktif yang dikembangkan oleh Bacon selanjutnya dilanjutkan oleh Deobold van Dallen. Ia mengatakan untuk menarik kesimpulan maka dapat dilakukan dengan observasi langsung dan membuat catatan-catatan terhadap semua fakta yang berhubungan dengan objek yang diamati. Pencatatan yang dimaksud mencakup tiga hal pokok sebagai berikut:
  1. Segala hal yang positif yaitu gejala yang muncul pada saat pengamatan.
  2. Segala hal yang negatif yaitu gejala yang tidak muncul pada saat pengamatan.
  3. Gejala-gejala yang muncul secara bervariasi yaitu gejala yang berubah-ubah pada kondisi tertentu.

Berdasarkan hasil catatan tersebut, kemudian ditetapkan ciri-ciri atau unsur-unsur yang pasti ada pada suatu gejala. Selanjutnya, hal tersebut dapat dijadikan sebagai dasar penarikan kesimpulan atau generalisasi. Prinsip-prinsip umum yang dikembangkan oleh Bacon, kemudian dijadikan dasar untuk mengembangkan metode penelitian yang lebih praktis.

Lebih lanjut, diadakan penggabungan antara proses berpikir deduktif-induktif-verivikatif seperti yang telah dilakukan oleh Newton dan Galileo. Sampai akhirnya, lahirlah suatu cara yang digunakan untuk melakukan penelitian yang dikenal dengan metode penelitian ilmiah.

Demikian pembahasan tentang metode ilmiah, semoga bermanfaat.