Bioma: Pengertian, Fungsi dan Macam

Pelajaran click kali ini menjelaskan tentang bioma. Pemaparan lebih lengkap tentang bioma sebagai berikut.

Pengertian Bioma
Bioma merupakan ekosistem yang terbentuk karena kesamaan antara sifat geografis dan iklim. Bioma merupakan ekosistem yang besar dan luas terdiri dari flora dan fauna yang khas.

Proses pembentukan dan pembagian bioma didasarkan pada perbedaan letak geografis dan astronomi. Pada umumnya, bioma terdiri dari produsen, konsumen, dan pengurai yang didalamnya terjadi siklus yang diawali oleh tumbuhan.

Bioma: Pengertian, Fungsi dan Macam

Struktur tumbuhan, jenis daun, jarak antar tumbuhan , dan iklim merupakan faktor penentu bioma. Bioma sendiri tidak dapat dibedakan menurut genetik, taksonomi, atau kesamaan sejarah, berbeda dengan flora dan fauna.

Di dalam bioma banyak hewan dan tumbuhan yang menunjukkan adaptasi serupa untuk dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan tempat tinggalnya.

Fungsi Bioma
  1. Dapat diketahui jenis-jenis tumbuhan dan hewan berdasarkan cara hidupanya untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungan.
  2. Mempermudah untuk dilakukan penataan suatu populasi.
  3. Dengan adanya pengelompokan, maka dapat memudahkan pengelompokan hewan serta tumbuhan yang baru ditemukan.
  4. Mempermudah untuk melakukan pendataan jenis-jenis tumbuhan dan hewan.
Macam - Macam Bioma
Bioma pada dasarnya dibagi menjadi bioma terrestrial dan bioma air. Macam-macam bioma ditentukan oleh sifat tanah, curah hujan, suhu, intensitas cahaya matahari, dan durasinya, topografi, dan hambatan geografis. Ada 7 bioma yang telah diterima secara luas yaitu:

1. Bioma stepa atau bioma padang rumput
Merupakan bioma yang menjadikan padang rumput sebagai flora utamanya. Persebaran bioma ini meliputi daerah yang tidak memiliki curah hujan yang tinggi di sepanjang iklim tropis dan subtropis. Persebaran bioma stepa meliputi benua Australia (padang Gibson), Afrika Utara (Gurun Sahara), Asia (Takla Makan), Brazilia (Campos), Amerika Serikat (Great Basin), Argentina, dan Indonesia (Jogjakarta, NTT, dan NTB).

Ciri-ciri bioma stepa yaitu:
  1. Tanah pasir yang tandus karena tidak mengandung air.
  2. Tingkat deflasi yang tinggi.
  3. Curah hujan yang sangat rendah yaitu kurang lebih hanya 25 mm/tahun.
  4. Suhu udara di siang 450 C dan di malam hari 0 derajat celcius.
  5. Evaporasi atau penguapan tumbuhan yang tinggi yang lebih cepat dari hujan atau prepitiasi karena udara yang kering dan tingkat penyerapan yang lambat.
  6. Memiliki kelembaban udara yang sangat rendah karena kurangnya curah hujan.

Bioma stepa yang kering dan sangat panas ini menyebabkan tidak banyak hewan dan tumbuhan yang dapat hidup di sini. Beberapa tumbuhan yang ada di bioma stepa seperti kaktus dan rumput liar. Sedangkan, hewan yang dapat bertahan yaitu kuda, kambing dan kerbau yang berdarah panas. Selain itu, ular tertentu dan kalajengking.

2. Bioma tundra
Hanya terdapat di bumi sebelah utara dan sebagian lagi di belahan bumi selatan. Bioma tundra terbentuk karena lingkungan alam yang gelap atau tidak menerima cahaya matahari selama berbulan-bulan. 

Pada bioma tundra, tidak dapat ditemukan pepohonan, namun hanya sebatas tumbuhan kecil seperti rumput dan lumur, terutama sphagnum dan lichens. Hewan yang dapat ditemukan yaitu burung hantu salju, beruang, rusa kutub, dan lain-lain. Iklim bioma tundra dibagi menjadi iklim es abadi dan iklim tundra atau.

Ciri-ciri bioma tundra yaitu:
  1. Usia tumbuh tanaman yang sangat pendek, sekitar 30-120 hari.
  2. Hampir di setiap wilayah tertutup oleh salju.
  3. Memiliki musim dingin yang panjang dan gelap dan musim panas yang panjang dan terang.

3. Bioma Taiga
Bioma ini paling luas dibandingkan dengan bioma yang lain. Selain itu, bioma ini didominasi oleh tumbuhan seperti cemara dan pinus. Bioma taiga juga memiliki danua dan rawa-rawa. Semak dan tumbuhan basah sangat jarang ditemukan di jenis bioma ini. Hewan yang ada yaitu moose, beruang, rubah, serigala, dan burung yang berimigrasi ke selatan di musim gugur.

Bioma ini banyak ditemukan di belahan bumi utara, seperti Rusia, Kanada, dan Siberia Utara. Pada musim dingin, bioma taiga diliputi oleh salju yang dingin dan dalam. Sedangkan, pada musim panas, bioma ini memiliki suhu sekitar 10 derajat celcius.

Ciri-ciri bioma ini yaitu:
  1. Selama musim dingin, air tanah akan berubah menjadi es yang mencapai dua meter di bawah permukaan tanah.
  2. Jenis tumbuhan yang hidup sangat sedikit, pada umumnya hanya terdiri dari dua atau tigas jenis tumbuhan.
  3. Memiliki musim dingin yang cukup panjang dan musim kemarau yang panas sangat singkat yaitu 1-3 bulan.

4. Bioma gurun
Dinamakan bioma guru karena jika suatu wilayah menerima curah hujan yang sedikit hanya sekitar 250 mm/tahun. Bioma gurun atau bioma padang pasir sangat tidak mendukung kehidupan. Persebaran bioma gurun pada umumnya ada di tengah-tengah benua, karena sebagian besar merupakan daerah bayangan hujan. Suhu di bioma gurun pada siang hari sangat panas, akan tetapi di malam hari justru sebaliknya.

Tumbuhan yang dapat ditemukan seperti kaktus dan akasia. Hewan yang dapat ditemukan seperti ular pengerat dan reptil lain. Ciri-ciri bioma ini yaitu:
  1. Memiliki kelembaban udara yang sangat rendah.
  2. Memiliki curah hujan yang sangat rendah kurang lebih 25 mm/tahun.
  3. Tingkat deflasi yang tinggi.
  4. Evaporasi atau penguapan tinggi dan lebih cepat dari pada hujan.
  5. Tanah pasir sangat tandus karena tidak dapat menampung air.
  6. Memiliki perbedaan suhu udara siang dan malam yang sangat tinggi yaitu disiang hari 45 derajat celcius, malam 0 derajat celcius.

5. Bioma hutan hujan tropis
Merupakan bioma yang ada di sekitar khatulistiwa yang berupa hutan basah dan lembab. Dikatakan hujan tropis karena bioma ini ada di daerah dengan iklim tropis dan memiliki curah hujan yang tinggi.

Tumbuhan yang ada di bioma ini berbetun tudung dan bertingkat, yang dikelompokkan menjadi pohon terna, liana, epifit, pencekik, pohon, saprofit, dan parasit. Hewan yang ditemukan yaitu ular dan burung. Wilayah persebaran di Indonesia, Australia bagian Utara, Irian timur, Afrika Tengah, Brazil, Amerika Tengah, Asia Tenggara, dan Kongo.

Ciri-cirinya yaitu:
  1. Pohon-pohon utama memiliki ketinggian antara 20-40 m.
  2. Curah hujan sangat tinggi lebih dari 2000 mm/tahun
  3. Cabang pohon berdaun lebat dan lebar dengan hijau sepanjang tahun.
  4. Memiliki iklim mikro di lingkungan sekitar permukaan tanah atau di bawah kanopi (daun pada pohon besar dengan membentuk tudung).
  5. Mendapat sinar matahari yang cukup, namun sinar matahari tidak dapat menembus dasar hutan.

6. Bioma hutan gugur
Bioma ini ada di kisaran 30-40 LU/LS yang memiliki iklim sedang. Bioma ini dikenal dengan bioma yang terletak di iklim tropis dengan daerah lintang rendah yang dinamakan dengan hutan musim tropis. Sedangkan, di daerah yang beriklim sedang sering dinamakan dengan hutan gugur.

Tanaman yang ada di bioma ini yaitu beec, oak, maple dan lain-lain. Tanaman di iklim rendah pada umumnya menggugurkan daunnya di musim kemarau, sedangkan tanaman di lintang sedang menggugurkan daunnya di musim gugur. Hewan yang ada yaitu rakun, rusa, dan salamander.

Persebaran bioma ini ditemuka di Thailand dan Indonesia, terutama di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Sulawesi. Ciri-ciri bioma ini yaitu:
  1. Pohon yang bercirikan lebar, hijau pada musim dingin, rontok pada musim panas dan memiliki tajuk yang rapat.
  2. Curah hujan merata antara 75-1000 mm pertahun.
  3. Mesim panas yang hangat dan musim dingin tidak terlalu dingin.
  4. Terdiri dari empat musim yaitu panas, gugur, dingin, dan semi.
  5. Memiliki jumlah atau jenis tumbuhan yang relatif sedikit.

7. Bioma sabana
Merupakan bioma yang diselingi oleh segerombolan semka dan pohon-pohon. Bioma sabana dikelompokkan berdasarkan jenis tumbuhan yang menyusunnya yaitu sabana murni dan sabana campuran.

Bioma sabana murni merupakan bioma sabana yang terdiri dari satu jenis pohon. Sabana campuran merupakan sabana yang memiliki tumbuhan penyusun lebih dari satu jenis. Persebaran bioma sabana meliputi Afrika, Amerika Selatan, Australia, dan Indonesia (Nusa Tenggara).

Ciri-ciri bioma ini yaitu:
  1. Memiliki curah hujan antara 100-150 mm/tahun.
  2. Ada di daerah khatulistiwa.
  3. Air yang meresap ke tahah dan pengairan cukup baik.
  4. Curah hujan yang sedang dan tidak teratur.

Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Bioma
  1. Iklim, merupakan keadaan rata-rata cuaca yang dapat terjadi di suatu wilayah yang luas dan dihitung berdasarkan perhitungan waktu yang lama (kurang lebih 30 tahun). Unsur-unsur iklim yaitu suhu udara, tekanan udara, kelembapan udara, awan, angin, dan hujan.
  2. Letak geografis. Merupakan letak suatu daerah jika dilihat dari kenyataannya di bumi, atau posisi daerah itu sendiri di bola bumi dibandingkan dengan posisi daerah lain.
  3. Curah hujan. Merupakan ketinggian air hujan yang tertampung di suatu tempat yang datar, tidak menguap, tidak meresap, dan tidak mengalir.
  4. Intensitas cahaya matahari. Merupakan banyaknya energi berupa cahaya matahari yang diterima oleh suatu daerah per satuan luas dan waktu.
  5. Demikian penjelasan tentang bioma. Selamat belajar dan semoga bermanfaat.

Pelajaran Lain:

Bahasa Indonesia | Adm.Perkantoran | Pemasaran | Ekonomi | Bahasa Jawa | Geografi | Fisika | Biologi | Sejarah