Sejarah Kerajaan Majapahit

Sebelumnya di pelajaran click telah dijelaskan tentang kerajaan singasari. Di mana kerajaan ini pernah diserbu oleh Jayakatwang pada tahun 1292. Akibat penyerbuan tersebut, terbunuhlah Kertanegara dan berhasil menguasai istana.

Pembahasan kali ini akan memaparkan tentang kerajaan Majapahit. Kerajaan Majapahit terletak di Trowulan, Mojokerto. Dalam sejarah perkembangan kerajaan Hindu-Budha di Indonesia, majapahit merupakan suatu periode yang paling mengesankan.

Sejarah Kerajaan Majapahit

Pada zaman Majapahitlah Nusantara berhasil disatukan. Majapahit juga mengharumkan Nusantara dalam kancah politik internasional dan hubungan antar bangsa, terutama pada waktu diperintah raja Hayam Wuruk dan Mahapatih Gajah Mada.

Kehidupan masyarakat Majapahit diatur berdasarkan budaya Hindu yang terbagi ke dalam catur wangsa: Brahmana (pemuka agama), Ksatria (kalangan istana), Waisya (pedagang dan pengrajin), dan Sudra (petani rakyat jelata).

Masyarakat papan bawah masih dibagi lagi menjadi tiga golongan, namun tidak termasuk catur wangsa. Golongan tersebut yaitu Candala (orang yang terlahir dari kasta yang berbeda), Mlecca (pedagang asing berasal dari India, Kamboja, Campa, Siam, dan Cina yang bermukim di pelabuhan dan bukan penganut Hindu). Tuccha (penjahat dan sampah masyarakat).

Undang-undang yang mengatur kehidupan masyarakat sudah berlaku pada zaman Majapahit, bahkan tanpa memandang kedudukan. Siapa yang bertindak kejahatan atau yang dinamakan dengan tatayi, akan dijatuhi hukuman mati. Kerajaan ini sangat melindungi martabat kaum perempuan.

Lebih lanjut, ketatanegaraan Majapahit menganut sistem pemerintahan teritorial dan desentralisasi. Kekuasaan raja sebagai pemegang kekuasaan tertinggi pemerintah yang diperoleh secara turun temurun.

Pejabat tertinggi di Majapahit memiliki gelar Rakryan Mahamantri Hino, Rakryan Mahamantri I Halu, dan Rakryan Mahamantri I Sirikan. Dewan Menteri terdiri dari lima pejabat yang disebut dengan Sang Panca ring Wilwatikta atau Mantri Amacanegara.

Pejabat tinggi kerajaan yang mengurusi tentang masalah keagamaan Syiwa dinamakan dengan Dharmadhyaksa ring Kasaiwan dan agama Budha Dharmadhyaksa ring Kasogatan. Pejabat Dharmadhyaksa dibantu asisten yang dinamakan dengan Dharma Upapatti.

Raja Majapahit membawahi sejumlah penguasa daerah yang dinamakan dengan Paduka Bathara. Tugasnya untuk menjalankan roda pemerintahan di wilayahnya masing-masing, mengumpulkan upeti, dan mempertahankan kedaulatan kerajaan.

Pemerintah dibagi menjadi tiga yaitu pusat, daerah, dan desa yang dijalankan secara hierarkis dengan pemerintah pusat sebagai pemegang kebijaksanaan di berbagai bidang kehidupan. Pemerintah daerah terdiri dari Jawa dan luar Jawa.

Kerajaan Majapahit juga sebagai pusat perdagangan Asia yang ramai dan banyak dikunjungi pedagang dari India, Kamboja, dan Campa. Tuban menjadi pelabuhan ekspor di seluruh penjuru Asia yang memperdagangkan beras, lada, garam, rempah-rempah, mutiara, kulit penyu, gula, pisang, kayu cendana, kelapa, kapas, emas, perak, dan belerang. Selain itu juga ternak dan unggas serta peralatan dapur dari tembikar.

Selanjutnya, dari segi kebudayaan, kerajaan Majapahit mewariskan kebudayaan material dan non-material, antara lain pemerintahan dan perundangan yang sistematis dan teratur, pusat niaga yang sibuk di kawasan Asia, birokrasi pemerintahan yang efisien, dan kesatuan militer yang kuat yang faedah dan pengaruhnya dirasakan bangsa Indonesia sampai sekarang.

Kerajaan Majapahit ini menurut Mohammad Yamin, menjadi cikal bakal terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI.

Demikian pemaparan singkat tentang kerjaaan Majapahit. Selamat belajar sahabat pelajaran click.

Referensi:
Angkasa, I.K.T. Tanpa Tahun. Sejarah untuk SMA/MA Kelas XI IPS. Jakarta: Grasindo.

Postingan terkait: