Kenali Pengertian dan Jenis Jenis Gaya


Pengertian dan Pengaruh Gaya

Gaya merupakan suatu gerakan untuk mendorong atau menarik, sehingga menyebabkan benda tersebut bergerak. Hal tersebut menunjukkan bahwa pengaruh gaya terhadap suatu benda dapat menyebabkan benda tersebut bergerak, berubah bentuk, dan berubah arahnya.




Jenis – Jenis Gaya

Gaya dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu sebagai berikut.

1. Gaya gravitasi
merupakan suatu gaya tarik bumi terhadap benda – benda yang berada di atasnya. Namun, pengaruh gaya gravitasi terhadap suatu benda akan menjadi semakin kecil, apabila jarak benda semakin menjauh dari pusat bumi. 

Pengaruh dari gaya gravitasi bumi terhadap semua benda adalah tetap dan sama. Namun, hal tersebut menjadi berbeda, karena dipengaruhi oleh berat, bentuk, dan ukuran benda. 

Benda yang lebih berat akan lebih cepat jatuh dibandingkan dengan benda yang lebih ringan. Kemudian, benda yang lebar akan lebih lambat dari pada benda yang lancip maupun tumpul. 

Namun, hal di atas akan menjadi berbeda, ketika selisih antara kedua benda sangat kecil, maka benda tersebut akan jatuh secara bersamaan. Contoh gaya gravitasi yaitu buah yang jatuh dari pohon.

2. Gaya gesek
Sebelum mengetahui tentang pengertian gaya gesek, kami akan menjelaskan tentang gesekan. Gesekan merupakan gaya yang dapat menghambat benda pada suatu permukaan.

Dengan demikian, gaya gesek merupakan suatu hambatan yang terjadi, pada saat dua permukaan benda bersentuhan. Adapun manfaat dari gaya gesek, yaitu dapat menahan suatu benda agar tidak tergelincir atau jatuh. 

Kemudian keuntungan yang lain, dari gaya gesek, yaitu individu dapat berjalan di atas tanah tanpa tergelincir, mobil dan motor dapat berhenti pada saat di rem, individu dapat menyalakan korek api, dan individu dapat memegang sesuatu. 

Meskipun, memiliki keuntungan, gaya gesek juga memiliki kerugian, yaitu dapat mengurangi tenaga yang dihasilkan, dapat merusak permukaan benda yang saling bersentuhan, memerlukan suatu gaya yang lebih besar, dan dapat memperlambat gerakan suatu benda.

Lebih lanjut, gaya gesek dapat diperbesar dan diperkecil. Cara yang dapat dilakukan untuk memperbesar gaya gesek, yaitu memperkasar permukaan benda yang bersentuhan. Kemudian, menambahkan tekanan atau berat benda, dan memberikan alur pada ban.

Selanjutnya, caya memperkecil gaya gesek yaitu memberikan roda pada bagian bawa benda. Kemudian, memperlicin permukaan yang bersentuhan, memberikan minyak pelumas atau oli, dan memberikan bantalan peluru pada poros roda.

Contoh dari gaya gesek yaitu terpeleset dan tergelincir saat berjalan. Hal tersebut karena ada gesekan antara sepatu dan lantai.

3. Gaya magnet
Benda yang terbuat dari logam, dapat ditarik oleh magnet, meskipun tidak semuanya. Benda – benda yang dapat ditarik oleh magnet yaitu besi, nikel, baja, dan kobalt. Benda yang dapat ditarik oleh magnet dinamakan dengan benda magnetik atau benda magnet.

Kemudian, benda yang tidak dapat ditarik oleh magnet dinamakan dengan benda nonmagnetik. Benda – benda yang tidak dapat ditarik oleh magnet, antara lain kertas, kayu, dan plastik.

Berdasarkan sifatnya, benda –benda magnetik dibedakan menjadi tiga, yaitu feromagnetik, paramagnetik, dan diamagnetik.

Feromagnetik merupakan benda yang dapat ditarik kuat oleh magnet. Paramagnetik merupakan benda yang ditarik lemah oleh magnet. Diamagnetik merupakan benda yang tidak dapat ditarik sama sekali oleh magnet.

Dalam magnet terdapat dua kutub, yaitu kutub utara dan kutub selatan. Apabila kedua kutub saling didekatkan, maka akan terjadi tarik menarik untuk kutub yang berlawanan dan tolak menolak pada kutub yang sejenis. 

Lalu, apakah yang dimaksud dengan gaya magnet? Gaya magnet merupakan suatu gaya yang dimiliki oleh magnet untuk menarik benda yang ada disekitarnya. 

Semakin dekat dengan magnet, maka gaya tarik magnetnya akan semakin kuat. Semakin jauh dari magnet, maka gaya tarik magnetnya menjadi semakin kecil.

Magnet dapat menembus benda yang tipis. Kekuatan dari gaya tarik magnet ditentukan oleh ketebalan penghalang antara magnet dan benda magnetis. 

Kemudian, daerah tertentu yang berada di sekitar magnet yang dipengaruhi oleh gaya tarik magnet dinamakan dengan medan magnet. Medan ini menyebabkan terbentuknya pola yang merupakan garis – garis gaya magnet.

Menurut cara terbentuknya, magnet dibedakan menjadi dua, yaitu alam dan buatan. Magnet alam merupakan magnet yang ada secara alami. Sedangkan, magnet buatan adalah magnet yang sengaja dibuat oleh manusia.

Cara pembuatan magnet dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu gosokan, induksi, dan elektromagnetik. Gosokan merupakan membuat magnet dengan cara mengosokkan magnet secara searah dengan benda yang akan dibuat magnet.

Induksi merupakan pembuatan magnet dengan cara menempelkan benda yang akan dibuat magnet pada batang magnet. Elektromagnetik merupakan pembuatan magnet dengan cara dialiri arus listrik.

Sumber:
Tim Catha Edukatif. Tanpa Tahun. Ilmu Pengetahuan Alam untuk SD/MI. Kartasura: CV Sindunata.

Postingan terkait: