Cahaya dan Sifat – Sifatnya

Cahaya yang mengenai suatu benda akan dipantulkan benda ke mata. Hal tersebut menyebabkan benda dapat dilihat. Sifat – sifat yang dimiliki oleh cahaya, antara lain cahaya dapat menembus benda bening, cahaya dapat dipantulkan, cahaya dapat merambat lurus, dan cahaya dapat dibiaskan.

Cahaya dan Sifat – Sifatnya

Masing – masing sifat dari cahaya dapat dijelaskan, sebagai berikut
1.        Cahaya dapat menembus benda bening. Apa itu benda bening? Benda bening merupakan suatu benda yang dapat ditembus oleh cahaya. Contoh: kaca, mika.

Berdasarkan kemampuannya, sifat cahaya dalam menembus benda bening dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu benda bening atau transparan, benda translusens, dan benda buram.

Benda bening atau transparan merupakan suatu benda yang dapat dilewati oleh cahaya dengan baik. Hal tersebut disebabkan benda tersebut dapat meneruskan sebagian besar cahaya yang melewatinya. Contoh: kaca bening, air jernih.

Benda translusens merupakan suatu benda yang dapat meneruskan sebagian cahaya yang diterimanya. Contoh: kaca drop, air keruh.

Benda buram merupakan suatu benda yang dapat menghalangi cahaya, sehingga cahaya tersebut tidak dapat melewatinya. Contoh: besi, kayu, dan tembaga.

Sifat cahaya yang dapat menembus benda bening ini, dapat menyebabkan cahaya mampu menembus permukaan air yang bening. Hal tersebut menyebabkan tanaman yang hidup pada dasar air dapat tumbuh dengan baik.

Sifat cahaya yang dapat menembus benda bening memiliki manfaat bagi kehidupan manusia. Hal tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai peralatan, antara lain kaca mata, kaca mobil, dan akuarium.

2.        Cahaya dapat dipantulkan. Pemantulan cahaya dapat dibedakan menjadi dua hal yaitu pemantulan teratur dan pemantulan baur atau difus.

Pemantulan teratur merupakan suatu pemantulan yang berkas cahaya pantulnya sejajar. Hal tersebut dapat terjadi, apabila cahaya mengenai suatu benda yang permukaannya rata.

Pemantulan baur merupakan suatu pemantulan yang berkas cahaya pantulnya tidak sejajar. Hal tersebut dapat terjadi karena cahaya mengenai benda, di mana permukaannya tidak rata.

Snellius, membuat hukum pemantulan cahaya, sebagai berikut. Pertama, sinar datang, sinar pantul, dan garis normal terletak pada satu bidang datar. Kedua, besarnya sudut datang sama dengan sudut pantul.

Cermin merupakan suatu benda yang dapat memantulkan cahaya paling sempurna. Hal tersebut disebabkan cermin memiliki permukaan yang halus dan mengilap. Cermin dapat dibagi menjadi tiga, yaitu cermin datar, cermin cembung, dan cermin cekung.

Cermin datar merupakan suatu cermin yang permukaan mengilapnya berbentuk datar. Sifat bayangan yang dibentuk oleh cermin datar, yaitu bayangan yang terbentuk mirip dengan aslinya dan berkebalikan posisi kanan kirinya, tegak, sama besar dengan aslinya, dan jarak bayangan ke cermin sama dengan jarak benda ke cermin.

Cermin cembung merupakan suatu cermin yang permukaan mengilapnya melengkung ke luar, sehingga dapat menyebabkan cahaya atau divergen. Sifat bayangan pada cermin cembung yaitu maya, tegak, dan diperkecil.

Cermin cekung merupakan suatu cermin yang permukaan mengilapnya melengkung ke dalam atau konkaf, sehingga dapat mengumpulkan cahaya atau konvergen. Sifat bayangannya bergantung pada jarak benda ke cermin.

Artinya, apabila benda dekat dengan  cermin cekung, maka bayangan yang terbentuk maya, tegak, dan diperbesar. Apabila, benda jauh dari cermin cekung, maka bayangan yang terbentuk nyata dan terbalik.

3.        Cahaya dapat merambat lurus. Hal tersebut dapat terjadi, jika melewati medium perantara. Sifat cahaya ini dapat dimanfaatkan untuk pembuatan lampu mobil, lampu motor, kamera, dan proyektor film.

4.        Cahaya dapat dibiaskan. Pembiasan cahaya merupakan suatu pembelokan arah cahaya pada saat melewati dua medium yang berbeda. Lebih lanjut, hukum pembiasan cahaya, yaitu sebagai berikut.

Apabila cahaya merambat dari zat yang kurang rapat ke zat yang lebih rapat, maka cahaya akan dibiaskan mendekati garis normal.

Apbila cahaya merambat dari zat yang lebih rapat ke zat yang kurang rapat, maka cahaya akan dibiaskan menjauhi garis normal.

Demikian penjelaskan dari sifat – sifat cahaya. Selamat belajar.

sumber:
Tim Catha Edukatif. Tanpa Tahun. Ilmu Pengetahuan Alam untuk SD/MI. Kartasura: CV Sindunata.

Postingan terkait: