Total Bung Karno: Serpihan Sejarah yang Tercecer

Identitas Buku :
Judul Buku          : Total Bung Karno: Serpihan Sejarah yang Tercecer. (Gold Edition)
Penulis                 : Roso Daras
Tahun terbit         : 2013
Ukuran buku       : 15 x 24 cm
Jumlah halaman   : 444
Penerbit               : Imania, Depok

Review Isi Buku :
Dari judulnya, Roso Daras seperti bertekad untuk mengupas tuntas tentang Sukarno dalam Total Bung Karno. Di dalam buku ini, diceritakan banyak hal tentang Sukarno yang diuraikan dalam 80 bab. Dalam bab-bab itu, ada kisah tentang kelahiran Sukarno, lengkap dengan tanda-tanda kelahiran yang menguatkan ramalan bahwa ia kelak akan menjadi pemimpin bangsa. Ada pula bagian yang mengisahkan penggodokan diri Sukarno remaja yang disebutnya sedang bergelut dalam dapur nasionalisme, serta bagaimana ia menempa kemampuan orasinya.

Setiap masa dalam perjalanan Sukarno memang dapat ditemukan dalam buku ini. Masa-masa perjuangan Sukarno untuk memperjuangkan kemerdekaan adalah bagian yang cukup banyak ditemukan. Ada masa ketika ia harus dipenjara untuk pertama kalinya, hingga ia lantas membela diri dengan pidatonya yang berjudul ‘Indonesia Menggugat’. Serta masa-masa penjara dan pengasingan lain yang memang sering dialami Sukarno. Meskipun akhirnya, perjuangan ini terbayar dengan kemerdekaan Indonesia yang indah dan penobatan dirinya sebagai Presiden Republik Indonesia yang pertama.

Tidak hanya menceritakan tentang perjuangannya untuk bangsa Indonesia, Roso Daras juga bercerita tentang bagaimana kehidupan sehari-hari Sukarno, karakter Sukarno, juga sekilas kisah asmaranya. Bahkan diceritakan juga hari-hari terakhir Sukarno dalam pesakitannya dan bagaimana orang-orang yang mencintainya melepaskan kepergian Sukarno.

Total Bung Karno: Serpihan Sejarah yang Tercecer
Pendapat AP
Buku ini diceritakan dengan gaya bahasa yang mengalir, indah dan mudah dipahami. Kalimat-kalimat langsung atau dialog yang disajikan pun membuat pembaca lebih terbawa suasana, layaknya membaca sebuah novel. Roso Daras tidak banyak menggunakan kalimat yang bertele-tele sehingga informasi yang diterima pembaca pun lebih padat. Disana-sini juga sering ditemukan gambar-gambar yang dapat menambah referensi bagi pembaca tentang latar kehidupan Sukarno.

Roso Daras memang tidak hanya menyajikan satu buku Total Bung Karno, karenanya, buku ini seolah tidak lengkap dan tidak total dalam mengupas Sukarno. Pembaca tidak bisa benar-benar total memahami Sukarno hanya dari satu buku ini. Terlebih, cara penyajiannya dalam banyak bab yang tidak terkait satu sama lain dapat membingungkan pembaca, terutama bagi mereka yang masih belum mengetahui garis besar perjalanan hidup Sukarno. Masing-masing bab yang terlepas sama sekali satu sama lain, membuat cara berceritanya pun tidak runtut. Pembaca pun tidak bisa mendapatkan referensi waktu yang tepat dan serasa melompat-lompat saat membaca.

Postingan terkait: