Menjadi Kaya itu Mulia! Reformasi Ekonomi dan Penjelasan Kultural Struktural Korupsi di Cina

Identitas Buku :
Judul Buku
: Menjadi Kaya itu Mulia! Reformasi Ekonomi dan Penjelasan Kultural Struktural Korupsi di Cina
Penulis
: Nur Rachmat Yuliantoro
Tahun terbit
: 2011
Penerbit
: IIS – Institute of International Studies
Ukuran
: 14 x 21 cm
Jumlah halaman
: XII + 135


Review Isi Buku
Buku ‘Menjadi Kaya itu Mulia’ tulisan Nur Rachmat yang seorang dosen FISIP UGM ini sebenarnya adalah sebuah terjemahan dari tesisnya. Bahasan tentang Cina dan kasus korupsi di dalam negerinya memang menjadi favorit si penulis. Buku ini diawali dengan pemahaman mengenai bagaimana Cina memulai reformasi berorientasi pasarnya. Deretan prestasi Cina ditunjukkan secara rinci. Namun, justru prestasi inilah yang menjadi pengantar bagi permasalahan di Cina, yakni korupsi.

Masalah korupsi seolah telah mendarah daging bagi warga Cina. Dikisahkan, sejak zaman Dinasti Zhou 1027 – 771 SM, korupsi ini sudah ditemukan di pemerintahannya. Cina berisi sejarah panjang penyelewengan. Penyelewengan para pejabat inilah yang dikupas oleh penulis. Pada dasarnya, pejabat dan korupsi berkaitan erat secara kultural maupun struktural. Praktek korupsi di kalangan pejabat inilah yang berusaha untuk dibedah oleh penulis untuk mendapatkan darimana akar pelestarian budaya korupsi itu.

Salah satu hal yang dituding ikut berkontribusi dalam korupsi di Cina adalah seruan ‘Menjadi Kaya itu Mulia’ yang dipopulerkan oleh Deng Xiaoping di awal tahun 1980-an. Seruan ini dianggap mampu menjadi kekuatan pendorong bagi para pejabat untuk memaksimalkan kekuasaan mereka, yang artinya juga termasuk pada penyelewengan kekuasaan itu sendiri. Jika pada masa Mao Zedong para pejabat Cina identik dengan seorang ‘pengusaha politik yang tidak produktif’, maka pada masa Deng para pejabat ini menjadi ‘pengusaha ekonomi yang produktif’.
Menjadi Kaya itu Mulia! Reformasi Ekonomi dan Penjelasan Kultural Struktural Korupsi di Cina
Pendapat AP
Buku ‘Menjadi Kaya itu Mulia’ sangat menarik dibaca untuk mengetahui perkembangan korupsi yang melanda Cina. Cina memang negeri yang penuh dengan kontroversi. Tidak hanya dari kemajuan ekonominya yang terlampau pesat, melainkan juga korupsi yang mengiringinya yang juga tumbuh dengan pesat. Ada banyak informasi dan pandangan para ahli yang disajikan disini untuk membedah pertanyaan mengenai kondisi kultural-struktural korupsi di Cina. Hal ini sangatlah menarik, terutama bagi para akademisi, karena dapat membimbing kita untuk berfikir dan ikut menganalisa tentang konflik intern Cina ini.

Hanya saja, buku ini memang tidak berisi informasi yang sepenuhnya tepat, mengingat permasalahan korupsi memang tidak memiliki jawaban pasti. Selain itu, buku ini disajikan dengan tatanan yang begitu ilmiah. Hal ini tentu membuat buku ini lebih cocok digunakan sebagai referensi ilmiah serta untuk berlatih menganalisa. Tidak ada jawaban langsung dan gamblang mengenai topik yang dibahas disini. Ada begitu banyak pemikiran dan pandangan dari para ahli lain yang terurai dalam isi buku. Tidak heran karena buku ini memang sebuah karya tulis tesis yang seyogyanya ditulis dengan sistematika yang demikian. 

Postingan terkait: