Belajar dari Cina: Bagaimana Cina Merebut Peluang dalam Era Globalisasi

Identitas Buku :
Judul Buku
: Belajar dari Cina: Bagaimana Cina Merebut Peluang dalam Era Globalisasi
Penulis
: I. Wibowo (Doktor)
Tahun terbit
: 2004
Penerbit
: PT Kompas Media Nusantara, Jakarta
Ukuran
: 14 x 21 cm
Jumlah halaman
: XII + 238

Review Isi Buku
Buku Belajar dari Cina ditulis oleh dr I Wibowo yang merupakan alumni Universitas Indonesia dan University of London dalam bidang politik Cina. Judul Belajar dari Cina sengaja dipilih untuk merepresentasikan bagaimana Cina memiliki strategi yang hebat sehingga pantas untuk ditiru oleh negara lain.
Belajar dari Cina: Bagaimana Cina Merebut Peluang dalam Era GlobalisasiDari negara komunis kental dan menutup diri, Cina melakukan lompatan dengan semboyannya ‘gaige kaifang’ atau reformasi dan membuka diri. Gaige kaifang inilah yang menandai langkah besar Cina untuk masuk ke dalam arena globalisasi, yang juga mengarah pada westernisasi. Penulis mengatakan bahwa antusiasme Cina begitu besar untuk menyambut era kapitalisme demi memperoleh kejayaan ekonominya. Bahkan tak jarang yang menyebut Cina telah berubah haluan ideologinya menjadi sebuah negara kapitalis. Tapi tentu saja para petinggi Cina tetap bersikukuh bahwa Cina masihlah sebuah negara kapitalis, dan sistem ekonomi yang dianutnya tak lain adalah bentuk dari sistem ekonomi pasar sosialis.
Hasil dari upaya Cina untuk merombak ekonominya ini membuat Cina mampu meraih pertumbuhan ekonomi rata-rata hingga 7% per tahunnya. Ini adalah angka yang fantastis bagi sebuah negara berkembang dan baru bangun dari keterpurukan ekonomi, bahkan bagi negara maju sekalipun. Tentu saja prestasi inilah yang hendak ditunjukkan oleh penulis sebagai bukti bahwa belajar dari Cina adalah hal yang pantas.
Buku ini mengulas dengan rinci mengenai pergeseran ideologi Cina yang seolah melakukan transformasi dari ideologi komunisme yang kental sebelum tahun 1970an, menjadi seolah terselubung dengan kapitalisme. Cina merombak apa-apa yang ada di dalam negaranya, termasuk membiarkan banyak pengusaha swasta terlibat, membiarkan investasi asing masuk, hingga bergabung bersama organisasi perdagangan dunia.
Buku ini memang lebih fokus pada ulasan ekonomi dan politik, namun ada juga pelengkap pengetahuan mengenai sisi lain kehebatan Cina. Sisi lain  adalah tentang bagaimana Cina harus menghadapi berbagai permasalahan sosial dalam negerinya. Ada banyak pekerjaan rumah bagi Cina untuk diperbaiki seperti masalah buruh, pencemaran lingkungan, penyakit menular yang mematikan, hingga ketimpangan sosial. Dengan demikian, para pembaca akan diajak untuk secara lebih mendalam mengenali Cina sampai selanjutnya, bisa belajar dari Cina.

Pendapat AP
Buku ini akan sangat berharga bagi para pembaca, baik kalangan umum maupun kalangan akademisi. Kisah perjalanan Cina diceritakan secara lengkap dan mendetail bahkan ditambahi dengan pandangan-pandangan berbagai peneliti serta pandangan penulis sendiri. Dengan buku ini, pembaca dapat memperoleh banyak pengetahuan mengenai Cina, tentu saja dari sisi yang cenderung positif.
Gaya bahasa yang digunakan penulis pun lumayan mengalir dan mudah dipahami. Meskipun, penulis terkadang menggunakan istilah atau kata-kata asing yang tidak diterjemahkan ataupun diuraikan. Bagi kalangan akademisi yang memang sudah paham dan sering menjumpai kata tersebut pastilah paham, namun bagi kalangan umum hal ini bisa jadi cukup membingungkan.

Postingan terkait: