Sejarah BPUPKI dan Pengertiannya

Badan Penyelidik Usaha - Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau yang dikenal dengan BPUPKI merupakan badan yang di bentuk jepang tanggal 29 april 1945. Tujuan dibentuk badan ini untuk mendapatkan dukungan dari bangsa indonesiaa agar bersedia membantu jepang dengan menjanjikan kemerdekaan bag­­­­i indonesia.

Badan yang diketuai Kanjeng Raden Tumenggung (K.R.T) Radjiman Wedyodiningrat. Dan diwakili oleh Ichibangase Yoshio (jepang) dan Raden Pandji Soeroso. BPUPKI beranggotakan 67 orang.

Tugas BPUPKI yaitu mempelajari dan menyelidiki hal-hal yang bersifat politik ekonomi, tata pemerintahan dan hal yang lain yang di perlukan untuk persiapan kemerdekaan indonesia. Tidak lama kemudian BPUPKI dibubarkan. Kemudian, dibentuk badan baru untuk menggantikan BPUPKI.

Badan tersebut dinamakan Panitia Persiapaan Kemerdekaan Indonesia atau disingkat dengan PPKI (Dokuritzu Junbi Inkai). Jumlah anggota PPKI yaitu 21 orang. Di mana ketua PPKI yaitu Ir.soekarno. Wakil PPKI yaitu Drs. M. Hatta.

Sejarah BPUPKI dan Pengertiannya

Sebagai penasehat PPKI yaitu Mr. Ahmad Soebardjo. Anggota PPKI dipilih dengan mewakili berbagai etnis indonesia antara lain: 3 orang asal sumatera, 12 orang asal jawa, 2 orang asal sulawesi, 1 orang asal Maluku, 1 orang asal kalimantan, 1 orang asal sunda kecil (nusa tenggara), dan terakhir 1 orang etnis Tionghoa. BPUPKI memiliki jumlah anggota sebanyak 67 orang, antara lain sebagai berikut.
  1. Ir.Soekarno
  2. K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat (ketua)
  3. Drs. Moh. Hatta
  4. R.P.Soeroso (wakil ketua)
  5. Ichibangse yoshio (wakil ketua), orang jepang
  6. Prof.  Dr. Mr. Soepomo
  7. Mr. Muhammad Yamin
  8. Abdoel Kahar Muzakir
  9. KH. Wachid Hasyim
  10. Abikoesno Tjokrosoejo
  11. Mr. A.A. Maramis
  12. A.R. Baswedan
  13. H. Agoes Salim
  14. Prof. Dr. P.A.A Hoesein Djajadiningrat
  15. Mr. Achmad Soebardjo
  16. Ki Bagoes Hadikusumo
  17. Abdoel Kaffar
  18. Soekiman
  19. k.H.Ahmad Sanusi
  20. R.A.A. Poerbonegoro Soemitro Kolopaking
  21. Lien Koen Hian
  22. K.H.Abdul Salim
  23. Oey Tiang Tjoe
  24. Oey Tjong Hauw
  25. Yap Tjwan Bing
  26. Tang Eng Hoa
Sidang pertama BPUPKI diadakan di gedung Chuo Sang In di Jalan Pejambon 6 Jakarta (sekarang dikenal dengan Gedung Pancasila). Rapat pertama dibuka tanggal 28 Mei 1945 dan dimulai keesokan harinya tanggal 29 mei 1945 dengan tema dasar negara.

Dalam sidang pertama ini ada 3 orang yang memberikan pendapat tentang dasar negara. Mereka yaitu Prof. Dr. Mr. Soepomo, Mr.Muhammad Yamin, dan Ir. Soekarno. Mr.Muhammad Yamin mengemukakan lima asas dasar negara pada tanggal 29 Mei 1945, antara lain Peri kebangsaan, Peri kemanusiaan, Peri ketuhanan, Peri kerakyatan, dan Kesejahteraan rakyat.

Dua hari kemudian, Prof . Dr.Mr. soepomo tanggal 31 Mei 1945 mengajukan dasar negara indonesia ini: Persatuan, Mufakat dan demokrasi, Keadilan sosial, Kekeluargaan, dan Musyawarah. Keesokan harinya tanggal 1 Juni 1945, Ir. Soekarno mengajukan lima asas negara yang sekarang dikenal dengan Pancasila.
  1. Kebangsaan indonesia
  2. Internasionalisme dan peri kemanusiaan
  3. Mufakat atau demokrasi
  4. Kesejahteraan sosial
  5. Ketuhanan yang maha esa
Bagi Ir. Soekarno, kelima asas tersebut masih dapat diperas lagi menjadi Ekasila atau Trisila. Kemudian, lima asas tersebut dinamakan dengan Pancasila dengan urutan yang berbeda. Pembentukan sila tersebut menjadi perdebatan diantara peserta yang hadir dalam sidang BPUPKI.

Perdebatan dalam sidang ini membahas tentang penetapan aturan islam dalam indonesia yang baru. Tanggal 1 Juni 1945 sidang pertama BPUPKI berakhir dan belum menghasilkan keputusan akhir dari dasar negara Indonesia merdeka sampai di adakan masa reses selama 1 bulan.

Tanggal 22 Juni 1945, BPUPKI membentuk panitia kecil dengan anggota berjumlah 9 orang yang disebut Panitia Sembilan. Adapun anggota panitia sembilan yaitu:
  1. Ir.Soekarno
  2. Drs. Moch. Hatta
  3. Mr. Muhammad Yamin
  4. Mr. Achmad Soebardjo
  5. KH. Wachid Hasyim
  6. Abikoesno Tjokrosoejoso
  7. Abdul Kahar Muzakir
  8. Mr. A.A. Maramis
  9. H. Agus Salim
Setelah dilakukan musyawarah dengan panitia sembilan, lalu menghasilkan suatu rumusan yang mendeskripsikan maksud dan tujuan pembentukan Negara Indonesia Merdeka. Mr. Muhammad Yamin, menamakan rumusan tersebut yaitu Jakarta Charter atau Piagam Jakarta. Adapun isi rumusan tersebut yaitu:
  1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat islam bagi pemeluk-pemeluknya
  2. Kemanusian yang adil dan beradab
  3. Persatuan indonesia
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia
Selanjutnya, rapat kedua BPUPKI (10-17 Juli 1945) dengan topik: kewaganegaraan, bentuk negara, wilayah negara, pembelaan negara, ekonomi dan keuangan, rancangan undang-undang dasar, dan pendidikan serta pengajaran. Pada rapat kedua ini di bentuk panitia dengan jumlah 19 orang.

Panitia ini membahas rancangan undang- undang dasar yang diketuai Ir. Soekarno. Tidak lupa juga dibentuk panitia pembelaan tanah air dengan ketua Abikoesno Tjokrosoejoso. Kemudian, panitia ekonomi dan keuangan dengan ketua Drs. Moch. Hatta.

Wilayah indonesia merdeka telah ditentukan, berdasarkan hasil pemungutan suara. Wilayah tersebut mencakup hindia belanda dulu, ditambah dengan Borneo Utara, Malaya, Timor-Portugis dan pulau-pulau disekitarnya.

Lebih lanjut, tanggal 11 Juli 1945 panitia perancang UUD membentuk panitia kecil dengan anggota sebanyak 7 orang, yaitu:
  1. Prof .Dr.Mr.Soepomo
  2. Mr. Wongsonegoro
  3. H. Agus Salim
  4. Mr. A.A. Maramis
  5. Mr. Ahmad Soebardjo
  6. Dr. Soekiman
  7. Mr.R.P.Singgih
Sidang kedua BPUPKI tanggal 14 Juli 1945, dalam rangka menerima laporan panitia perancang UUD, Ir. Soekarno melaporkan tiga hasil, yaitu:
  1. Pernyataan Indonesia merdeka
  2. Pembukaan UUD
  3. Batang tubuh dari UUD
Demikian pembahasan tentang BPUPKI. Semoga bermanfaat.

Memahami tentang Erosi Tanah dan Metode Konservatif

Erosi tanah atau soil erosion merupakan proses penghanyutan tanah dan sebagai gejala alam yang wajar dan terus berlangsung selama terdapat aliran di permukaan. Erosi melaju seimbang dengan laju pembentukan tanah sehingga tanah mengalami peremajaan secara berkesinambungan.

Erosi tanah berubah menjadi bahaya apabila prosesnya berlangsung lebih cepat dari laju pembentukan tanah tersebut. Erosi yang berlangsung dengan cepat akan menipiskan tanah dan pada akhirnya dapat membuat bahan induk tanah seperti batuan dasar ke permukaan tanah.

Erosi Tanah

Erosi ini dapat merusak daerah hulu yang terkena erosi langsung. Selain itu, juga dapat merusaj daerah hilir. Bahan erosi yang di endapkan di daerah hilir dapat berakibat buruk pada bangunan atau tubuh alam penyimpanan atau penyaluran air. Ini dapat menimbulkan pedangkalan yang berakibat kapasitas tampung atau salurannya menurun dengan cepat dan merusak lahan pemukiman.

Erosi tanah dapat menyebabkan penurunan kualitas lahan pertanian di indonesia. Ketika musim hujan di mana curah hujan yang tinggi terkonsentrasi pada bulan-bulan tertentu, tingkat erosivitasnya menjadi sangat besar.

Simak juga: Samudra di Permukaan Bumi

Dengan demikian, erosi dapat menjadi penyebab utama lahan kering didaerah tropika basah. Tanah yang hilang disebabkan karena erosi merupakan tanah lapisan atas yang subur. Ini mengakibatkan, erosi menurunkan kesuburan tanah secara nyata.

Metode konservasi merupakan usaha menjaga tanah tetap produktif atau memperbaiki tanah yang rusak karena erosi. Salah satu kriteria tindakan konservasi yaitu nilai batas erosi yang masih dapat diabaikan (tolerable soil loss). Ada dua pemilihan teknik konservasi, yaitu vegetatif dan mekanik.

Metode vegetatif merupakan pemanfaatan tanaman atau vegetasi sebagai pelindung tanah dari erosi, penghambat laju aliran permukaan, peningkatan kandungan lengas tanah, serta perbaikan sifat-sifat tanah,baik fisik, kimia, maupun biologi.

Metode mekanik merupakan cara penglolaan lahan dengan menggunakan sarana fisik seperti tanah atau batu untuk pencegahan erosi pada tanah. Tujuan metode ini untuk memperlambat aliran air di permukaan, mengurangi erosi serta menampung, dan mengalirkan aliran air permukaan.

Yang tergolong dalam metode ini yaitu metode pengolahan tanah. Pengolahan tanah  memiliki fungsi untuk menciptakan keadaan tanah menjadi tempat yang dapat membuat tanaman menjadi mudah tumbuh diatasnya termasuk pembuatan rorak (saluran pembuangan air) dan pembuatan terasering.

Adapun tujuan pengolahan tanah adalah menyiapkan tempat tumbuh bibit, menciptakan daerah perakaran yang baik, menghilangkan sisa-sisa makanan, dan memberantas gulma.

Pengendalian erosi  tanah dengan cara teknis dan mekanis merupakan usaha perawatan tanah dalam rangka mengurangi banyaknya tanah yang kehilangan fungsinya di daerah lahan pertanian dengan menggunakan cara tertentu. 

Tujuannya untuk memperlambat aliran permukaan dan menampung serta melanjutkan penyaluran aliran permukaan dengan daya pengikisan tanah yang tidak merusak.

Terasering merupakan bangunan konservasi tanah dan air yang dilakukan secara mekanis. Terasering ini dibuat dalam rangka memperpendek panjang lereng dan/ atau memperkecil kemiringan lereng. Cara ini dilakukan dengan jalan penggalian dan pengurugan tanah melintang lereng.

Pembuatan terasering untuk mengubah permukaan tanah miring menjadi bertingkat-tingkat. Dengan demikian, keadan tersebut dapat mengurangi kecepatan aliran permukaan. Hal ini disebabkan sudut kemiringan diubah dan menahan serta menampungnya.

Jadi lebih banyak air yang meresap ke dalam tanah melalui proses infiltrasi, sehengga tanah pun menjadi subur, ketika dilakukan terasering. Fungsi terasering untuk :
  1. Memudahkan dalam proses konservasi lereng
  2. Menambah stabilitas lereng
  3. Memperpendek panjang lereng dan atau memperkecil sudut kemiringan lereng
  4. Memperpanjang daerah resapan air ke dalam tanah
  5. Dapat digunakan untuk landscaping
  6. Mengurangi kecepatan aliran permukaan

Demikian pembahasan tentang erosi tanah dan metode konservatif. Semoga bermanfaat.

Pengertian Organel Sel dan Jenisnya

Pelajaran Click kali ini akan memberikan penjelasan tentang organel sel. Ini akan membantu kita untuk memiliki wawasan yang lebih tentang mata pelajaran Biologi.

Sel merupakan suatu unit fungsional yang terkecil pada makhluk hidup. Sel dapat dijumpai di seluruh organ yang ada di dalam tubuh. Sama halnya dengan makhluk yang terdiri dari organ-organ penyusunnya, sel juga memiliki organ-organ yang dinamakan dengan organel sel.

Organel sel memiliki fungsi yang spesifik yaitu untuk menunjang kehidupan sel. Tanpa organel, sel akan mati. Di mana masing-masing organel memiliki dan melakukan tugas masing-masing. Fungsi organel sel untuk menunjang kehidupan sel itu sendiri.


Struktur dan Jenis Organel Sel
Membran sel. Merupakan struktur sel yang memiliki fungsi untuk memisahkan sel antara lingkungan dalam dan luar sel. Di mana membran sel ini tersusun atas gabungan lemak dan protein atau lipoprotein dengan perbandingan 50:50.

Lemak yang menyusun membran sel ini terdiri dari fosfolipid yang dapat larut dalam air, dan stero yang dapat larut dalam lemak. Sedangkan, protein yang menyusun membran sel ini terdiri dari protein intrinsik yang dapat menembus membran sel dari lapisan atas sampai lapisan bawah.

Kemudian, protein ekstrinsil yang ada di lapisan atas sampai bawah dari membran sel. Membran sel ini memiliki sifat semipermeabel atau selektifpermeable, artinya dapat dilalui oleh beberapa zat tertentu.

Membran sel berfungsi untuk melindungi sel dari lingkungan luar, secara keseluruhan. Selain itu juga berfungsi untuk reseptor sel dari rangsangan luar, sekat antara lingkungan luar dan dalam sel, pengontrol transportasi sel, menjaga kestabilan pH, dan tempat terjadinya reaksi kimia.

Sitoplasma atau cairan sel. Merupakan matriks yang ada diantara membran sel dan inti sel. Sitoplasma tersusun atas sitosol yang memiliki sifat koloid dan organel sel yang merupakan bagian penunjang sel.

Sitoplasma dibagi ke dalam dua fase yaitu fase padat dan cair. Ini disebabkan adanya koloid. Adapun fungsi sitoplasma yaitu menjamin pertukaran zat, tempat penyimpanan berbagai bahan kimia, tempat dari sitoskeleton, dan tempat berlangsungnya proses metabolisme sel.

Organel sel di dalam sel memiliki fungsi tertentu. Pertama, nukleus atau inti sel memiliki fungsi untuk segala aktifitas di dalam sel, mulai dari metabolisme sampai pembelahan sel. Nukleus terdiri dari membran inti, nukleoplasma, nukleolus,dan kromosom.

Kedua, retikulum endoplasma merupakan sistem membran yang berbentuk lipatan, menghubungkan antara membran sel dan membran inti. Retikulum endoplasma dibagi menjadi dua yaitu kasar dan halus.

Ketiga, ribosom merupakan organel sel yang berbentuk nukleoprotein. Nukleuprotein merupakan senyawa protein yang mengandung RNA. Ribosom bentuknya bulat dan ukurannya kurang lebih 20 nm.

Keempat, badan mikro merupakan organel sel yang berbentuk bulat dengan ukuran antara 0,1-1,5 nm. Badan mikro dibagi menjadi dua yaitu glioksisom dan periksisom. Glioksisom untuk menghasilkan enzim yang berperan dalam penguraian karbohidrat. Peroksisom untuk menghasilkan enzim metabolisme.

Kelima, aparatus golgi memiliki fungsi dalam proses sekresi, baik lendir, karbohidrat, lemak, glikoprotein, dan enzim. Keenam, lisosom ini dapat menghasilkan enzim pencernaan yang memiliki fungsi untuk melakukan proses pencernaan intra sel.

Lisosom dibagi menjadi dua yaitu primer dan sekunder. Lisosom primer memiliki fungsi untuk menghasilkan enzim yang belum aktif. Lisosom sekunder memiliki peran dalam pencernaan. Ketujuh, sentrosom memiliki fungsi untuk proses pembelahan sel dengan cara membentuk benang spindle. Benang ini yang akan menarik kromosom menuju ke arah berlawanan.

Kedelapan, mitokondria merupakan temapt untuk respirasi sel yang dapat menghasilkan ATP untuk energi bagi sel. Mitokondria memiliki dua membran yaitu luar dan dalam. Kesembilan, mikrotubulus memiliki peran sebagai kerangka untuk sel yang berguna agar bentuk sel tetap dalam keadaan seperti biasa.

Kesepuluh, mikrofilamen memiliki peran untuk pergerakan sel, endositosis, dan eksositosis. Kesebelas, plastida merupakan suatu organel yang mengandung bermacam-macam pigmen. Kedua belas, vakuola pada hewan dibagi menjadi vakuola makanan yang memiliki fungsi dalam pencernaan intrasel. Selain itu, vakuola kontraktil yang memiliki fungsi untuk osmoregulator.

Sedangkan, pada sel tumbuhan, vakuola memiliki ukuran yang sangat besar dan telah termodifikasi. Vakuola berisi alkaloid, pigmen antosianin, tempat penyimpanan makanan, dan tempat menimbun metabolisme.
Demikian penjelasan tentang organel sel. Semoga bermanfaat.

Pengertian Manajemen, Fungsi dan Klasifikasi

Dalam bidang ekonomi, manajemen menjadi bahasan yang dibutuhkan sebagai upaya untuk mengatur semua sumber daya yang ada. Manajemen merupakan suatu koordinasi semua sumber daya melalaui serangkaian proses, perencanaa, pengorganisasian, penetapan tenaga kerja, pengarahan dan pengawasan dalam rangka mencapai tujuan yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Pengertian Manajemen, Fungsi dan Klasifikasi

Semua koordinasi sumber daya ini dilakukan dengan cara menerapkan ilmu dan seni. Ilmu dan seni tidak dapat dipisahkan dalam ilmu manajemen. Manajeman sebagai sebuah ilmu. Hal ini disebabkan sudah dipelajari sejak dahulu, dan di mana di dalamnya terdapat penjelasan tentang gejala manajemen berdasarkan penelitian dengan menggunakan metode ilmiah. Selain itu, juga dirumuskan dalam bentuk prinsip sehingga menjadi teor

Manajemen sebagai seni. Ditinjau dari sudut pandang pekerjaan di sini menggunakan tenaga dan kerja sama dengan orang lain. Cara-cara untuk mendapatkan kerja sama dan mengatur ini membutuhkan seni. Dengan demikian, maksud hati dan cara penyampaian yang baik dapat tersampaikan.

Fungsi Manajemen
Perencanaan atau Planning. Pekerjaan harus ditetapkan kelompok untuk mencapai tujuan yang telah ditetapka sebelumnya. Perencanaan mencakup kegiatan untuk pengambilan keputusan dan memiliki keputusan yang realistis dan mudah untuk dilaksanakan serta memiliki fungsi yang lebih besar.

Individu harus memiliki visi dan pandangan ke depan yang baik untuk menentukan tindakan yang diambil. Perencanaan memiliki dua unsur utama yaitu sasaran dan rencana. Sasaran merupakan hal yang harus dicapai individu atau kelompok. Sasaran dapat juga disebut dengan tujuan.

Rencana merupakan dokumen yang digunakan sebagai gambaran untuk mencapai suatu tujuan. Rencana memiliki elemen yang lain, antara lain alokasi sumber daya, jadwal, dana, jangka waktu, dan frekuensi.

Pengorganisasian atau organizing. Merupakan suatu proses untuk mengelompokkan kegiatan dalam rangka mencapai tujuan dan memberikan tugas pada setiap kelompok dari seorang manajer. Pengorganisasian dilakukan sebagai upaya untuk mengatur sumber yang dibutuhkan dan pekerjaan yang dibutuhkan dan dikehendaki untuk mencapai targer keberhasilan.

Organisasi memiliki empat komponen, yaitu work, employess, relationship, dan environment. Work merupakan fungsi yang harus dilaksanakan dan berlandaskan pada sasaran yang telah ditetapkan sebelumnya.

Employees merupakan orang-orang yang telah diberikan tugas untuk dilaksanakan. Relationship merupakan hubungan antara pegawai dengan pekerjaan yang dimiliki, interaksi interpersonal yang terjadi antar pegawai, antar unit kerja satu dengan unit kerja yang lain.

Environment merupakan komponen yang berhubungan dengan sarana fisik dan sasaran umum. Environment merupakan tempat dilakukannya pekerjaan oleh pegawai, termasuk alat dan lokasi yang digunakan.

Pelaksanaan atau actuating. Pelaksanaan sebagai usaha untuk menggerakkan anggota yang ada di suatu kelompok dengan cara tertentu. Tujuannya agar orang tersebut bergerak dan memiliki keinginan untuk melaksanakan kegiatan dalam rangka mencapai tujuan yang telah direncanakan sebelumnya.

Pengawasan atau controlling. Pengawasan merupakan penemuan dan penerapan cara dan alat untuk menjamin bahwa rencana yang telah dilaksanakan sesuai dengan keinginan. Pengawasan yang dilakukan oleh manajer harus sebaik mungkin. Hal ini dilakukan untuk menghindari keterlambatan dari pencapaian tujuan, dan menghindari hal-hal yang terjadi diluar prosedur.

Manajer dapat melakukan pengawasan melalui suatu alat, media, atau secara langsung. Jenis pengawasan, dibagi menjadi tiga yaitu feedforward control, concurrent control, dan feedback control. 

Feedback control merupakan mengukur hasil dari kegiatan yang telah dilaksanakan. Concurrent control merupakan aspek tertentu dari prosedur yang harus disetujui terlebih dahulu sebelum kegiatan dilanjutkan untuk menjamin ketepatan pelaksanaan kegiatan. Feedforward control merupakan kegiatan yang dirancang untuk mengantisipasi masalah dan penyimpangan dari standar tujuan dan melakukan koreksi sebelum kegiatan diselesaikan.

Klasifikasi Manajemen
Manajemen lini atau disebut juga manajemen tingkat pertama. Manajemen lini merupakan tingkatan terendah dari organisasi. Di mana individu bertanggungjawab terhadpa pekerjaan orang lain.

Manajemen menengah merupakan manajemen yang lebih dari satu tingkatan dalam suatu organisasi. Manajer mengarahkan kegiatan manajer yang lain dan mengontrol kegiatan yang dilaksanakan berdasarkan kebijakan organisasi.

Manajemen puncak ini terdiri dari kelompok yang relatif kecil. Di mana bertanggungjawab pada manajemen keseluruhan dari organisasi. Manajer menetapkan kebijaksanaan terhadap operasional dan kegiatan, dan membimbing hubungan organisasi dengan lingkungan.

Demikian penjelasan tentang manajemen. Semoga bermanfaat.

Dimensi Besaran Fisika

Pelajaran.click kali ini akan memberikan penjelasan tentang dimensi besaran Fisika. Perhatikan penjelasan di bawah ini.

Besaran merupakan sesuatu yang dapat diukur atau hasil pengukuran yang dinyatakan dalam bentuk nilai besaran atau angka dan satuan. Setiap satuan dapat diukur, baik skala besar maupun kecil.

Dasar satuan yang digunakan dalam besaran adalah Satuan Internasional disingkat SI. Hal ini merupakan hasil konferensi para ilmuwan di Paris yang membahas tentang berat dan ukuran. Berdasarkan pembahasan besaran, ditemukanlah dimensi.

Pengertian Dimensi dan Dimensi Besaran Pokok dan Besaran Turunan
Dimensi suatu besaran adalah penggambaran atau cara penulisan suatu besaran dengan menggunakan simbol atau lambang besaran pokok. Hal ini dapat dijelaskan bahwa dimensi suatu besaran menunjukkan cara besaran itu tersusun dari besaran pokok.

Apapun jenis satuan besaran yang digunakan tidak akan mempengaruhi dimensi besaran tersebut. Misalnya satuan panjang dapat dinyakana dalam m, cm, km, dan ft. Keempat satuan ini mempunyai dimensi yang sama yaitu L.

Pada sistem satuan internasional ada tujuh besaran pokok yang berdimensi dan dua besaran pokok tambahan tidak berdimensi. Adapun cara untuk penulisan dimensi dari suatu besaran dinyatakan dengan lambang huruf tertentu dan diberi kurung persegi. Hal ini dapat dijelaskan dalam tabel di bawah ini


Dimensi dari besaran turunan dapat disusun dari dimensi besaran pokok yang dapat dijelaskan sebagai berikut


Masih banyak besaran turunan lainnya yang dapat dibuat dimensinya. Ini dilakukan untuk membuktikan kebenaran dari besaran atau persamaan tersebut. Lebih lanjut, seiring dengan berjalannya waktu, perkembangan besaran turunan makin meningkat. Oleh sebab itu, dapat dikatakan bahwa dimensi besaran turunan dapat terus diperbaharui.

Fungsi Dimensi

  1. Menunjukkan kesetaraan beberapa besaran.
  2. Dimensi digunakan untuk membuktikan kebenaran suatu persamaan. Cara yang dapat digunakan untuk membuktikan kebenaran, salah satunya dengan analisa dimensional. Analisis dimensional merupakan cara untuk menentukan satuan dari suatu besaran turunan. Ini dilakukan dengan cara memperhatikan dimensi besaran tersebut. Manfaat dari konsep dimensi, salah satunya untuk menganalisis atau menjabarkan benar atau salahnya suatu persamaan atau fungsi dimensi. Metode penjabaran dimensi atau analisis dimensi menggunakan aturan: (a) dimensi ruas kanan sama dengan dimensi ruas kiri dan (b) setiap suku berdimensi sama. 
  3. Dimensi dapat digunakan untuk menurunkan persamaan suatu besaran dari besaran yang mempengaruhinya. Oleh seban itu, untuk membuktikan hukum fisika dapat dilakukan prediksi dari besaran yang mempengaruhinya. Dari besaran ini dapat ditentukan persamaan dengan menggunakan analisa dimensional. Selain itu, hubungan antar besaran dari sebuah eksperimen dapat ditindaklanjuti dengan analisa ini.

Demikian pemaparan tentang dimensi dalam Fisika. Semoga bermanfaat. 

Struktur Polimer: Pengertian dan Sifat

Pelajaran.click kali ini akan memberikan pemaparan tentang struktur polimer. Namun sebelum masuk lebih jauh tentang struktur polimer akan dijelaskan lebih dulu tentang pengertian polimer.

Pengertian Polimer
Polimer merupakan makromolekul. Polimer dapat juga disebut dengan molekul raksasa yang tersusun dari beberapa monomer atau molekul-molekul kecil yang sederhana.

Monomer atau molekul kecil yang menyusun polimer bisa berupa senyawa berikatan rangkap atau senyawa yang memiliki gugus fungsional. Lalu bagaimana sifat-sifat dari polimer?


Sifat-Sifat Polimer
Polimer sebagai makromolekul yang terdiri dari beberapa kelas material alami dan sintetik dengan sifat yang beragam. Perbedaan dari kedua material tersebut ada pada mudah tidaknya sebuah polimer didegradasi atau dirombak oleh mikroba.

Pada umumnya, polimer bahan sintetik akan lebih susah untuk diuraikan oleh mikroorganisme dibandingkan dengan polimer bahan alami. Perbedaan dari sifat-sifat polimer dipengaruhi oleh struktur polimer. Struktur polimer, meliputi sebagai berikut.
  1. Gaya antar molekul. Di mana semakin besar gaya antar-molekul pada rantai polimer maka polimer akan menjadi sukar meleleh dan kuat.
  2. Panjang rantai polimer. Di mana semakin panjang rantai polimer,  maka kekuatan dan titik leleh dari senyawanya semakin tinggi.
  3. Ikatan silang antar-rantai polimer. Di mana semakin banyak ikatan silang maka polimer semakin kaku dan rapuh, sehingga menjadi mudah patah. Ini dikarenakan ikatan silang antar-rantai polimer menyebabkan terjadinya jaringan yang kaku dan membentuk bahan yang keras.
  4. Sifat kristalinitas rantai polimer. Di mana semakin tinggi sifat kristalinitas, rantai polimer akan lebih kuat dan lebih tahap terhadap bahan kimia dan enzim. Pada umumnya yang memiliki kristalinitas yang tinggi adalah polimer dengan struktur teratur. Sedangkan, polimer yang berstruktur tidak teratur cenderung memiliki kristanilitas yang rendah dan memiliki sifat tidak keras atau amorf.
  5. Percabangan. Di mana rantai polimer yang bercabang maka banyak memiliki daya tegang yang rendah dan mudah meleleh.
Adapun sifat dari polimer, secara umum dapat dijelaskan sebagai berikut.
  1. Sifat kelenturan. Ini menyebabkan polimer menjadi bahan yang mudah diolah menjadi produk yang dikehendaki. Meskipun demikian, polimer alam lebih mudah untuk diolah dibandingkan dengan polimer sintetis.
  2. Sifat ketahanan terhadap mikroorganisme. Sifat ini pada umumnya dimiliki oleh polimer sintesis. Berbeda dengan polimer alam, antara lain wol, sutra, dan lainnya yang memiliki sifat tidak tahap terhadap mikroorganisme.
  3. Sifat termal. Sebagai isolator, polimer memiliki sifat termal yang baik meskipun bukan konduktor. Lebih lanjut, ditinjau dari jenisnya, polimer yang dipanaskan ada yang menjadi lunak walaupun ada juga yang menjadi keras. Perubahan yang terjadi ini penting untuk bahan komponen tertentu.
  4. Sifat lain yang dimiliki oleh polimer yaitu, tahan korosi dan kerusakan terhadap lingkungan yang agresif, dimensinya stabil sebab memiliki berat molekul yang besar, dan ringan.
Lebih lanjut, penggolongan polimer dapat dijelaskan sebagai berikut.
1. Penggolongan polimer didasarkan pada asalnya.
Ini dibedakan menjadi dua alam yaitu polimer alam dan polimer sintetik. Polimer alam merupakan suatu senyawa yang jumlahnya terbatas. Selain itu, polimer alam dihasilkan dari proses metabolisme makhluk hidup. Sifat dari polimer ini kurang stabil dan mudah menyerap air. Polimer ini tidak stabil karena pemanasan dan sukar untuk dibentuk. Contoh: selulosa, asam nukleat, protein, dan amilum.

Polimer sintetik merupakan suatu polimer yang tidak ada di alam. Namun, disintesis dari monomernya. Polimer ini sengaja dibuat untuk memenuhi kebutuhan sekunder dan tersier dari manusia. Contoh: poliviniklorida, tetrafloroetilena, dan polietena.

2. Penggolongan polimer didasarkan pada jenis monomernya.
Ini dibedakan menjadi dua macam yaitu homopolimer dan kopolimer. Homopolimer merupakan suatu polimer yang terdiri atas monomer sejenis dengan struktur ---A-A-A-A-AAAA. Contoh: polustirena, PVC, dan teflon. Kopolimer merupakan suatu polimer yang terdiri dari dua atau lebih monomer yang tidak sejenis dengan struktur –A-B-A-B-A-B-. Kopolimer ini terdiri dari empat jenis, yaitu
  1. kopolimer balok yaitu kopolimer yang memiliki satu kesatuan yang berulang berselang-seling dengan kesatuan berulang yang lainnya dalam rantai polimer. Adapun strukturnya sebagai berikut ...-A-A-A-A-B-B-B-B-A-A-A-A...
  2. kopolimer bergantian merupakan kopolimer yang memiliki beberapa kesatuan ulang yang berbeda-beda, berselang-seling dalam rantai polimer. Adapun strukturnya sebagai berikut ..-A-B-A-B-A-...
  3. kopolimer tempel atau grafit merupakan kopolimer yang memiliki satu macam kesatuan yang berulang menempel pada polimer tulang punggung lurus yang mengandung satu macam kesatuan yang berulang dari satu jenis monomer. Adapun strukturnya sebagai berikut ...-A-A-A-A-A-A-A....
  4. kopolimer tidak beraturan yaitu kopolimer dengan jumlah satuan yang berulang yang berbeda dan tersusun secara acak dalam rantai polimer. Adapun strukturnya sebagai berikut ....-A-B-A-A-B-B-A-A....
3. Penggolongan polimer didasarkan pada sifat kekenyalan.
Ini dibedakan menjadi polimer termoplastik dan polimer termoset. Polimer termoplastik merupakan suatu polimer yang tidak tahan terhadap panas sehingga meliat jika dipanaskan dan dapat dibentuk sesuai dengan kehendak. Polimer termoset merupakan suatu polimer yang tahan panas yang tidak akan melihat atau melelh jika dipanaskan. Polimer ini sangat mudah dibentuk sesuai dengan keinginan.

4. Penggolongan polimer didasarkan pada bentuk susunan rantai.
Ini dibedakan menjadi polimer linier, polimer bercabang, dan polimer berikatan silang. Polimer berikatan silang merupakan suatu polimer yang terbentuk disebabkan oleh beberapa rantai polimer saling berikatan satu sama lain pada rantai utamanya. 

Apabila sambungan silang polimer terjadi dengan ikatan kimia antara rantainya akan terbentuk sambung silang tiga dimensi. Ini sering dinamakan dengan polimer jaringan tiga dimensi. 

Polimer bercabang merupakan suatu polimer yang terbentuk apabila polimer linear berbentuk cabang. Polimer linier merupakan suatu polimer yang tersusun satu sama lain melalui unit ulang yang sama. Dengan demikian, akan membentuk rantai polimer yang panjang. Polimer ini pada umumnya memiliki sifat yang padat pada temperatur normal dan dapat larut dalam beberapa pelarut.

Demikian penjelasan tentang struktur polimer. Semoga bermanfaat.

Metode Penelitian

Pelajaran.click kali ini akan memberikan pembahasan tentang metode penelitian. Perhatikan penjelasan di bawah ini.

Manusia merupakan makhluk yang selalu ingin tahu. Sejak zaman dahulu manusia selalu berusaha untuk mengumpulkan pengetahuan yang diperoleh dari pengalaman yang ada disekitarnya. Pengetahuan terdiri dari sejumlah fakta dan teori yang mana dapat memungkinkan seseorang untuk memecahkan masalah yang dihadapi.

Berdasarkan pada fakta-fakta yang ditemukan dan dikumpulkan selanjutnya disusun menjadi dasar teori. Teori tersebut digunakan untuk memahami gejala alam dan kemasyarakatan. Adapun cara yang digunakan untuk menemukan fakta dapat dibagi menjadi dua yaitu dengan metode tradisional dan metode modern.

Metode Penelitian

Metode Tradisional
Metode tradisional merupakan cara yang digunakan untuk memperoleh pengetahuan sebelum ditemukannya metode ilmiah. Metode ilmiah atau metode penemuan secara sistematika dan logis. Metode tradisional dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Trial and error atau Cara coba-coba
Cara ini digunakan sebelum ditemukannya kebudayaan., Bahkan mungkin cara ini digunakan sebelum adanya peradaban. Jika ada masalah, seseorang akan berupaya untuk memecahkan masalah dengan coba-coba. Jika berhasil maka kemungkinan besar akan diulangi lagi. 

Namun, jika tidak berhasil maka akan dicari yang lain sampai masalah itu terpecahkan. Meskipun, pada akhirnya mungkin pada percobaan kelima baru terselesaikan. Oleh sebab itu, cara ini dinamakan dengan metode trial atau coba dan error atau gagal atau salah.

Metode ini telah digunakan oleh manusia dalam waktu yang relatif lama dalam rangka menyelesaikan berbagai masalah hidup. Khususnya, oleh mereka yang belum atau tidak mengetahui suatu cara yang terstruktur untuk mengatasi masalah.

Contoh: ditemukannya kina yang dapat digunakan untuk obat malaria. Seorang yang menderita malaria pada zaman dahulu sebelum ditemukan obat, mencoba berbagai kemungkinan. Tentu saja kemungkinan untuk menyembuhkan penyakitnya tersebut, tapi selalu gagal.

Suatu hari, saat menjelajahi hutan untuk mencari obat, ia haus, kemudian meminum air parit yang jernih. Meskipun jernih, namun terasa sangat pahit. Anehnya, setelah minum air itu beberapa waktu kemudian ia justru merasa baikan dan sembuh. 

Akhirnya dia melakukan penyelidikan tentang air pahit tersebut. Berdasarkan penyelidikannya, dia menemukan pohon kina yang tumbang terendam ke dalam parit tersebut. Selanjutnya, Ia mengambil kesimpulan bahwa kulit kayu kina dapat digunakan sebagai obat malaria.

2. Cara kekuasan dan otoritas
Berdasarkan sejarah dapat diketahui bahwa kekuasaan raja merupakan hal yang mutlak. Apapun yang keluar dari mulut raja adalah kebenaran yang mutlak dan harus diterima oleh rakyatnya.

Pada saat gereja memiliki otoritas yang mutlak di Eropa, ada suatu pendapat bahwa dunia itu datar, bukan bulat seperti teori yang telah lama kita anut. Pendapat ini harus diterima oleh masyarakat kala itu, kalau tidak menerima, maka akan dihukum.

3. Berdasarkan pengalaman pribadi
Ini dilakukan dengan cara mengulang kembali pengalaman yang telah diperoleh untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi pada masa lalu. Contoh orang yang mengalami demam, kemudian minum air daun pepaya lalu sembuh. 

Saat dia menderita demam lagi, ia akan mengulangi minum air daun pepaya lagi, dengan maksud agar demamnya sembuh. Bahkan, mungkin ia akan menyebarkan pengetahuannya bahwa dengan air daun pepaya dapat menyembuhkan demam.

Semua pengalaman pribadi individu dapat menjadi sumber pengetahuan. Meskipun demikian, tidak semua orang dapat menarik kesimpulan yang benar dari pengalamannya. Hal ini dibutuhkan kemampuan berpikir kritis dan logis agar dapat menarik kesimpulan yang benar.

4. Melalui berpikir
Manusia memperoleh pengetahuan dengan menggunakan jalan pikiran induksi maupun deduksi. Induksi dan deduksi merupakan cara berpikir secara tidak langsung melalui pernyataan yang dikemukanan. 

Kemudian dicari hubungannya sehingga dapat dibuat kesimpulan. Proses pembuatan kesimpulan melalui pernyataan khusus ke umum dinamakan induksi. Sedangkan, penarikan kesimpulan dari umum ke khusus inamakan deduksi.

Metode Modern
Cara modern untuk memperoleh pengetahuan ini dapat dikatakan lebih sistematis, logis, dan ilmiah. Ini dinamakan metode penelitian ilmiah atau metodologi penelitian, yang dikembangkan oleh Francis Bacon (1561-1626).

Bacon merupakan tokoh yang mengembangkan metode berpikir induktif dengan mengadakan pengamatan langsung terhadap gejala alam atau kemasyarakatan. Berdasarkan hasil pengamatannya dikumpulkan atau diklasifikasikan serta ditarik kesimpulan umum.

Metode berpikir induktif yang dikembangkan oleh Bacon selanjutnya dilanjutkan oleh Deobold van Dallen. Ia mengatakan untuk menarik kesimpulan maka dapat dilakukan dengan observasi langsung dan membuat catatan-catatan terhadap semua fakta yang berhubungan dengan objek yang diamati. Pencatatan yang dimaksud mencakup tiga hal pokok sebagai berikut:
  1. Segala hal yang positif yaitu gejala yang muncul pada saat pengamatan.
  2. Segala hal yang negatif yaitu gejala yang tidak muncul pada saat pengamatan.
  3. Gejala-gejala yang muncul secara bervariasi yaitu gejala yang berubah-ubah pada kondisi tertentu.

Berdasarkan hasil catatan tersebut, kemudian ditetapkan ciri-ciri atau unsur-unsur yang pasti ada pada suatu gejala. Selanjutnya, hal tersebut dapat dijadikan sebagai dasar penarikan kesimpulan atau generalisasi. Prinsip-prinsip umum yang dikembangkan oleh Bacon, kemudian dijadikan dasar untuk mengembangkan metode penelitian yang lebih praktis.

Lebih lanjut, diadakan penggabungan antara proses berpikir deduktif-induktif-verivikatif seperti yang telah dilakukan oleh Newton dan Galileo. Sampai akhirnya, lahirlah suatu cara yang digunakan untuk melakukan penelitian yang dikenal dengan metode penelitian ilmiah.

Demikian pembahasan tentang metode ilmiah, semoga bermanfaat.