Kingdom Animalia: Ciri ciri, Macam, dan Klasifikasi

Pelajaran.click kali ini memaparkan tentang ciri, macam, dan klasifikasi Kingdom animalia. Simak pemaparan, di bawah ini.

Ciri - ciri dari Animalia

• Reproduksi secara seksual dan aseksual.
• Bersifat eukariotik dan heterotrof
• Dapat bergerak bebas
• Memiliki jaringan yang khas dan unik dan bertanggung jawab penghasil rangsang dan pergerakan, yaitu saraf dan otot
• Tidak memiliki klorofil 
• Tidak bisa membuat makanan sendiri karena berasal dari tumbuhan atau hewan yang lain.
• Multiseluler 
• Tidak memiliki dinding sel
• Sel- selnya terdeferensiasi membentuk jaringan, organ, dan sistem organ. 
• Contoh: orang utan, harimau, serangga, burung, bintang laut, siput, cacing, ikan, ular, dan anjing

Animalia: Ciri ciri, Macam, dan Klasifikasi

Macam- Macam Kingdom Animalia

Porifera. Porifera berasal dari kata poros (lubang kecil) dan ferre (membawa). Porifera merupakan hewan yang memiliki lubang – lubang kecil pada tubuhnya. 

Ciri – ciri, sebagai berikut.
• Morfologi tubuh umumnya menyerupai tumbuhan
• Tubuh bersel banyak dan memiliki sifat radial simetris
• Tubuh berlubang atau berpori
• Ekskresi dan respirasi dilakukan dengan difusi oleh seluruh permukaan tubuh.
• Hidup di air, melekatkan diri pada dasar
• Reproduksi secara vegetatif dengan budding atau pertunasan dan gemmule dan reproduksi secara generatif dengan konjugasi.

Klasifikasi porifera, yaitu Calcarea, Hexactinallidae, dan Demospongiae. Peranan porifera yaitu Sppons atau demonospongiae untuk mandi dan sebagai pembersih kaca.

Coelenterata. Coelenterata berasal dari coelos (rongga) dan enteron (usus). Coelenterata merupakan hewan berongga. Ciri – ciri sebagai berikut.
• Tidak mempunyai anus, hanya memiliki mulut dilengkapi dengan tentakel di sekelilingnya.
• Tubuh berbentuk radial simetris atau silindris, globular, atau spherikal.
• Dinding tubuh diploblastik terdiri dari ektoderm dan edoderm yang memiliki sel jelatang atau penyengat.
• Belum memiliki alat pernapasan, alat sirkulasi, maupun alat ekskresi yang khusus.
• Sistem pencernaan tidak lengkap, hanya berupa rongga gastrovaskuler.
Klasifikasi coelenterata yaitu Kelas Hydrozoa, Kelas Scyphozoa, dan Kelas Anthozoa. Peran coelenterata sebagai berikut.
• Karang atol, karang pantai, dan karang penghalang untuk melindungi pantai dari abrasi serta merupakan tempat persembunyian dan perkembangbiakan ikan. 
• Hewan ubur- ubur untuk bahan tepung ubur- ubur, kemudian diolah menjadi bahan kosmetik. Di jepang, ubur – ubur dimanfaatkan untuk bahan makanan.

Platyhelminthes. Plathyhelminthes berasal dari kata platys (pipih) dan helminthes (cacing). Ciri – ciri sebagai berikut.
• Belum memiliki sistem peredaran darah dan sistem pernapasan.
• Sistem pencernaan tidak sempurna dan tidak memiliki anus.
• Sistem saraf berupa tangga tali
• Sistem ekskresi nephridia
• Tubuh berbentuk pipih, epidermis bersilia, troploblastik, acoelomata, dan simetris bilateral.
• Memiliki otot, rongga pencernaan, berupa gastrovaskular yang tidak memiliki anus. 
• Reproduksi secara vegetatif dengan fragmentasi dan reproduksi secara generatif dengan fertilisasi silang, umumnya bersifat hermaprodit. 

Klasifikasi platyhelminthes yaitu Kelas turbellaria, Kelas cestoda dan Kelas Trematoda. Peranan Platyhelminthes sebagai berikut. Umumnya platyhelminthes merugikan, sebab bersifat parasit pada manusia maupun hewan, kecuali planaria sp. Planaria dapat dimanfaatkan sebagai makanan untuk ikan.

Nemathelminthes. Nemathelminthes berasal dari kata nemathos (benang) dan helminthes (cacing). Ciri – ciri sebagai berikut.
• Tubuh silindris dan bersegmen, dilapisi oleh kutikula.
• Tubuh dilapisi oleh kutikula, tidak memiliki segmen, pseudoselomata, dan triploblastik.
• Sistem respirasi melalui permukaan tubuh secara difusi
• Saluran pencernaan sempurna, dari mulut sampai dengan anus.
• Saluran peredaran darah tidak ada, namun memiliki cairan yang berfungsi menyerupai darah.
• Alat kelamin terpisah, cacing betina lebih besar dibandingkan dengan cacing jantan, dan tidak berkembang biak secara aseksual.
• Cacing jantan memiliki ujung yang berkait.

Klasifikasi nemathelminthes yaitu Kelas nematoda dan Kelas nematophora. Peranan nemathelminthes sebagai berikut. Sebagian besar memiliki sifat parasit baik pada manusia dan hewan. Namun ada cacing yang berperan penting dalam memelihara keseimbangan alam melalui jaring – jaring makanan, seperti ascaris lumbricoides dan ascaris suillae.

Annelida. Annelida berasal dari kata annulis (gelang kecil atau cincin) dan oidos (bentuk). Annelida merupakan cacing yang tubuhnya beruas – ruas menyerupai cincin atau gelang. Ciri –ciri yang sebagai berikut.
• Setiap segmen dilengkapi dengan satu sampai empat pasang setae.
• Tubuh simetris bilateral, tertutup oleh kutikula yang licin, panjang dan beruas – ruas.
• Memiliki tentakel, rongga tubuh atau coelom dan umumnya terbagi oleh septa.
• Alat gerak berupa rambut – rambut kaku atau setae di setiap ruas.
• Sistem kardiovaskuler tertutup
• Bersifat hermafrodit
• Organ ekskresi terdiri dari sepasang nephridia pada tiap segmen
• Respirasi dengan kulit atau branchia
• Sistem peredaran darah tertutup
• Pencernaan makanan lengkap, dari mulut sampai anus
• Sistem saraf terdiri dari ganglion cerebrale dan berkas saraf ventralis
• Memiliki ganglion saraf lateral.
• Memiliki ganlion cerebralis satu pasang pada dorsal.

Klasifikasi annelida yaitu Kelas polychaeta, Kelas oligochaeta, dan Kelas hirudinae. Peranan annelida sebagai berikut. Sebagian besar hewan in tidak berbahaya bahkan hirudo medicinalis atau lintah sebagai alternatif pencucian darah.

Mollusca. Ciri – ciri sebagai berikut.
• Memiliki cangkok dari zat kapur dan mantel
• Memiliki kepala yang jelas dengan organ reseptor kepala yang memiliki sifat khusus
• Tubuh simetri bilateral dan tidak memiliki segmen, kecuali pada monoplacophora
• Bertubuh lunak, multiseluler, dan triploblastik selomata.
• Coelom mereduksi, dinding tubuh tebal dan berotot
• Lubang anus dan ekskretori umumnya membuka ke dalam rongga mantel. 
• Memiliki kaki berotot pada umumnya digunakan untuk bergerak
• Mollusca memiliki sistem pencernaan yang berkembang sempurna, di mana saluran pencernaan dari mulut sampai anus, pada rongga mulut ditemukan lidah bergerak dinamakan juga dengan radula atau lidah parut.
• Tidak memiliki rangka dalam, namun memiliki kelenjar mantel untuk membentuk cangkok dari bahan CaCO3 atau kapur dan lender. Cangkok memiliki fungsi untuk melindungi tubuh. 
• Ovum memiliki ukuran yang kecil dan mengandung sedikit kuning telur
• Memiliki saluran peredaran darah dan jantung terdiri dari aurikel dan ventrikel. 
• Sistem peredaran darah terbuka, kecuali pada cephalopoda di mana sistem peredaran darah tertutup.
• Sistem saraf berupa tiga pasang simpul saraf atau ganglion, yaitu ganglion serebral, ganglion visceral, dan ganglion pedal dan ketiganya saling berhubungan dengan serabut – serabut saraf.
• Organ ekskresi berupa ginjal yang memiliki jumlah sepasang atau terkadang hanya berjumlah satu buah, ginjal berhubungan dengan rongga perikandrium
• Pernapasan dilakukan oleh pulponum, epidermins, insang atau mantel. 
• Habitat kosmopolit, artinya dapat hidup di air laut, tawar, darat dari daerah kutub sampai tropis.
• Alat reproduksi terpisah atau dioceus, namun ada yang hermaprodit seperti pada bekicot

Klasifikasi mollusca yaitu Kelas polyplacophora atau amphineura, Kelas gastropoda, Kelas bivalvia, Kelas chepalopoda, dan  Kelas scaphoda. Peranan mollusca yaitu bahan makanan (contoh: cumi – cumi dan gurita), barang perhiasan atau mutiara, dan  hama bagi tanaman (seperti keong mas dan bekicot).

Arthropoda. Arthropoda berasal dari arthron (ruas atau sendi) dan podos (kaki). Arthropoda yaitu hewan yang kakinya beruas- ruas atau berbuku – buku. Ciri – ciri sebagai berikut:

• Simetri bilateral dan triplobastik selomata
• Tubuh terdiri dari kepala, dada, abdomen yang dapat dibedakan
• Sistem saraf berupa sistem tangga tali
• Alat pencernaan berkembang sempurna dari mulut sampai anus di posterior
• Alat ekskresi berupa kelenjar hijau pada crustacea, sel malpighi pada myriapoda, arachnoidea, dan insecta
• Alat pernapasan berupa insang pada crustacea, trakea pada insecta dan myriapoda, paru – paru buku pada arachnida
• Sistem peredaran darah terbuka, terdiri dari jantung, pembuluh dan aorta, sistem respirasi dengan insang, permukaan tubuh, trakhea dan paru – paru buku. 
• memiliki rangka luar dari zat tanduk atau kitin, pada waktu tertentu kulit berganti atau mengalami ekdisis
• Bereproduksi secara generatif, kelamin terpisah, dan pembuahan secara internal

Klasifikasi Arthropoda yaitu Kelas crustacea, Kelas chilopoda, Kelas diplopoda, Kelas arachnoida, dan Kelas insecta. Peranan Arthropoda yaitu

• Golongan kupu –kupu dan lebah atau insecta membantu para petani dalam proses penyerbukan bunga
• Lebah madu atau apis mellifera menghasilkan madu
• Ulat sutra membuat kepompong yang dapat menghasilkan sutra
• Crustacea sebagai bahan makanan
• Insecta juga dapat merugikan yaitu parasit pada manusia dan ternak, menjadi hama tanaman, dan hewan dari filum ini banyak yang beracun.
Echinodermata. Echinodermata berasal dari kata echinos (duri) dan derma (kulit). Echinodermata yaitu hewan berkulit duri. Ciri – ciri sebagai berikut.

• Berkembang biak secara kawin, alat kelami terpisah dengan fertilisasi eksternal.
• Tubuh simetri bilateral pada saat larva dan simetri radial pada saat telah dewasa, berbentuk bulat dan dilengkapi dengan lengan- lengan panjang.
• Trobloblastik selomata.
• Tidak bersegmen, seluruh tubuh tertutup rangka kapur dan berduri serya pentamer.
• Alat gerak yaitu kaki ambulakral
• Hermafrodit pada kelas holothuroidea berkelamin terpisah atau berumah dua
• Alat pencernaan berkembang sempurna dari mulut sampai anus, kecuali kelas ophiuroidea yang tidak memiliki anus
• Ekskresi menggunakan sel – sel amoebid
• Selom dibatasi oleh peritoneum yang bersilia, selom bersatu dengan kaki ambulakral. 
• Sistem saraf berpusat di cincin saraf, dihubungkan dengan tali –tali saraf radial.
• Alat pernapasan yaitu dermal branchiata, kaki tabung atau tentakel , kaki insang

Klasifikasi echinodermata yaitu Kelas ophiuroidea, Kelas echinoidea, Kelas holothuroidea, Kelas asteroidea, dan Kelas crinoide. Peranan echinodermata yaitu permbersih lautan, bahan makanan, dan barang hiasan. Echinodermata yang merugikan karena memakan tiram atau kerang mutiara dan hewan karang sehingga banyak yang mati

Chordata. Ciri – ciri dari sebagai berikut
• Tubuh simetri bilateral
• Memiliki tiga lapisan embrional atau triploblastik
• Memiliki organ yang kompleks
• Memiliki coelum yang berkembang biak
• Pusat saraf berupa pembuluh yang ada di sebelah punggung atau dorsal notokorda
• Euselomata
• Penyokong tubuh berupa kerangka dalam atau endoskeleton
• Ada pembagian tubuh anterior dan posterior
• Memiliki segmen tubuh, namun hanya sedikit
• Sistem reproduksi secara seksual
• Sistem pencernaannya sempurna
• Sistem pernapasan berupa insang untuk chordata air dan paru – paru untuk chordata darat
• Sistem peredaran darah tertutup
• Sistem saraf terdiri dari sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi
• Sistem ekskresi yaitu ginjal, sebagian besar dilengkapi kantong urine

Klasifikasi chordata yaitu Subfilum hemichordata, Subfilum urochordata, Subfilum cephalochordata, dan Subfilum vertebrata. 

Subfilum vertebrata terbagi menjadi dua super classis yaitu pisces dan tetrapoda. Super classic pisces. Dikenal dengan nama ikan. Memiliki sisik pada tubuh dan memiliki sepasang rahang kecuali pada classis agnatha. Di sepanjang sisi tubuh memiliki gurat sisi yang berperan untuk indra anus. 

Pisces dikelompokkan ke dalam empat classis yaitu Classis agnatha, Classis placodermi, Classis chondrichtyes dan Classis osteichthyes. 

Super classis tetrapoda. Memiliki empat kaki. Tetrapoda dikelompokkan menjadi empat classis, yaitu Classis amphibia, Classis reptilia, Classis aves, dan Classis mamalia.  Peranan chordata, antara lain, makanan (daging ayam, kambing, sapi, dan ikan), peliharaan (ikan, kucing, burung, dan anjing), dan bahan kulit (kulit sapi, kambing, ular, dan buaya), transportasi (kuda, keledai, unta, gajah, dan kerbau). 

Sudah pahamkan tentang ciri, macam, dan klasifikasi Kingdom animalia. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kalian. Selamat belajar. 

Referensi:
https://portal-ilmu.com/kingdom-animalia/
Novel, S. S. 2012. Superlengkap Biologi SMA. Jakarta: GagasMedia. 
Handayani, N. 2009. Buku Kantong Biologi SMA. Yogyakarta: Pustaka Widyatama. 
Asterisma, G. Tanpa Tahun. “Pop-Up” Rumus Biologi SMA. Jakarta: Kompas Ilmu.
Zakrinal & S., Sinta Purnama. 2009. Jago Biologi SMA. Jakarta: Media Pusindo. 
Kusnadi, Muhsinin, S. dan Sanjaya, Y. New Pocket Book Biologi SMA Kelas X, XI, & XII. Jakarta: Cmedia
Susilowarno, R.G., Hartono, R.S., Mulyadi, Enik M., Murtiningsih, dan Umiyati. Biologi untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: Grasindo

Sistem Koordinasi: Sistem Saraf, Alat Indra dan Sistem Hormon

Pelajaran.click kali ini akan membahas tentang sistem koordinasi yang terdiri dari sistem saraf, alat – alat indra dan sistem hormon. Simak penjelasan di bawah ini.

Sistem Koordinasi

Sistem koordinasi ini mengatur keharmonisan semua sistem organ tubuh. Tugasnya untuk menerima rangsang, meneruskan ke alat koordinasi, kemudian menentukan tanggapan. Sistem koordinasi terdiri dari sistem saraf, alat indra dan sistem hormon atau endokrin. Adapun penjelasannya sebagai berikut. 

sistem koordinasi pada manusia

Sistem Saraf

Sistem saraf untuk mengatur bekerjanya alat- alat tubuh yang lain sesuai dengan fungsinya secara teratur. Cara kerja saraf dimulai dari rangsang diterima oleh sel saraf dan dikirim ke pusat saraf. 

Kemudian, dari saraf pusat rangsang akan dikirimkan ke sel saraf yang lain yang akan menanggapi rangsang tersebut. Dengan demikian, sistem saraf berfungsi untuk mengenali rangsang dari luar dan dari dalam tubuh. Kemampuan mengenali rangsang dibantu alat indra. 

Sel saraf. Sel saraf berfungsi membawa rangsang dari satu bagian tubuh ke bagian yang lain. Bagian – bagian sel saraf tersusun atas badan sel, dendrit, dan akson atau neurit. Di mana masing – masing bagian memiliki fungsi khusus.

Badan sel saraf berfungsi untuk tempat inti sel, dan mengandung sitoplasma. Dendrit berfungsi menyalurkan rangsang atau stimulus ke badan sel. Serabut akson berfungsi menghantarkan rangsang dari badan sel ke sel saraf yang lain. 

Sel saraf dikelompokkan berdasarkan fungsinya, terdiri dari sel saraf sensoris, sel saraf motoris, dan sel saraf penghubung atau konektor. Sel saraf dikelompokkan berdasarkan struktur terdiri dari sel saraf unipolar, bipolar, dan multipolar.

Lebih lanjut, saraf pada tubuh manusia, ada yang berada di sumbu tubuh dan di tepi tubuh. Saraf di sumbu tubuh membentuk sistem saraf pusat. Saraf di tepi tubuh membentuk sistem saraf tepi.

Sistem saraf pusat terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang atau medulla spinata. Sistem saraf tepi terdiri dari sistem saraf somatik dan sistem saraf otonom. Sistem saraf ini menghubungkan sistem saraf pusat dengan organ tubuh. Sistem saraf tepi dibagi menjadi dua yaitu saraf dan ganglia. 

Sistem Hormon

Hormon berfungsi mengatur keseimbangan tubuh dan kerja alat tubuh dan berpengaruh terhadap alat reproduksi, pertukaran zat, dan tingkah laku. Di dalam tubuh manusia, terdapat beberapa kelenjar endokrin, yaitu sebagai berikut.

• Kelenjar hipofisis berfungsi mengatur pertumbuhan. 
• Kelenjar tiroid atau gondok berfungsi mengatur metabolisme dalam tubuh dan mempengaruhi perkembangan tubuh dan mental. 
• Kelenjar paratiroid berfungsi mengatur kadar kalsium dalam tubuh. 
• Kelenjar pankreas berfungsi mengatur kadar gula dalam darah. 
• Kelenjar lambung dan usus berfungsi memacu sekresi getah lambung dan merangsang sekresi bikarbonat. 
• Kelenjar gonad terdiri dari hormon testosteron, estrogen dan progresteron. Hormon testosteron berfungsi mempengaruhi perkembangan sifat kelamin sekunder pada laki – laki. Hormon estrogen berfungsi pematangan sel telur serta pengaturan sifat kelamin sekunder pada wanita. Hormon progresteron berfungsi mempengaruhi kontraksi otot rahim, produksi ASI. 

Sistem Indra

Terdapat lima macam indran di tubuh manusia, yaitu lidah, hidung, mata, telinga, dan kulit. Lidah berfungsi alat pengecap. Hidung berfungsi untuk alat indra pembau sebab memiliki reseptor pembau atau kemoreseptor di bagian langit – langit rongga hidung, bernama sel olfaktori. 

Mata berfungsi sebagai indra penglihatan. Mata terdiri dari bagian luar dan bagian dalam. Bagian luar yaitu alis, kelopak mata, bulu mata, dan kelenjar air mata. Bagian dalam terdiri dari bola mata.

Mekanisme melihat yaitu cahaya dipantulkan oleh benda, ditangkap oleh kornea. Lalu dari kornea, melewati pupil, menuju lensa, retina, saraf, dan berakhir di serabut otak.

Kerusakan dan gangguan pada penglihatan, antara lain rabun jauh atau miopi, astigmatisme, buta warna, rabun senja, glukoma, dan rabun dekat atau hipermetropi. 

Telinga berfungsi sebagai mendengar dan sebagai organ keseimbangan statis. Kulit berfungsi sebagai alat peraba karena memiliki ujung – ujung saraf sebagai mekanoreseptor. Kulit terdiri dari tiga lapisan, yaitu lapisan epidermis, lapisan dermis, dan lapisan jaringan ikat di bawah kulit. 

Sudah pahamkan tentang sistem koordinasi yang terdiri dari sistem saraf, alat – alat indra dan sistem hormon? Semoga bermanfaat untuk kalian pelajari. 

Sumber:
Surdijani, D dan Sumala. Be Smart Ilmu Pengetahuan Alam. Jakarta: Grafindo. 
Arisworo, D dan Yusa. Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas IX Sekolah Menengah Pertama. Jakarta: Grafindo. 
Tim Guru Indonesia. 2015. Super Lengkap Pelajaran 6 in 1 SMA/MA IPA Kelas 10, 11, dan 12. Jakarta: Bintang Wahyu. 

Plantae: Ciri – Ciri, Klasifikasi, Manfaat, dan Reproduksi

Pelajaran.click kali ini memaparkan tentang Ciri – Ciri, Klasifikasi, Manfaat, dan Reproduksi Plantae. Oleh karena itu, simak pemaparan di bawah ini.

Ciri- Ciri dari Plantae

• Tumbuhan yang hampir semuanya mengandung pigmen zat hijau atau berklorofil yang terbungkus di dalam kloroplas. 
• Cadangan makanan yaitu amilum
• Dapat membuat makanan sendiri
• Berdasarkan tumbuhan yang mengandung celluse yang dapat memberikan kekuatan
• Eukariotik
• Embrio hasil pembuahan di wadahi dalam biji dan diberi makan oleh induk betina
• Multiseluler
• Memiliki dinding selulosa


Kelompok Kingdom Plantae

Tumbuhan Lumut atau Bryophyta. Ciri – ciri tumbuhan lumut, sebagai berikut
• Bersel banyak dan pipih, melekat pada substrat dengan ketinggian satu sampai dua centimeter dan sampai ada yang dua puluh centimeter.
• Dinding selnya terbentuk dari selulosa dan tidak memiiki jaringan yang diperkuat oleh liginin.
• Penyebaran lumut bersifat kosmopolit atau di manasaja ada, dari daerah tropik sampai tundra atau kutub.
• Habitatnya di tempat yang lembab dan basah, kecuali Sphagnum hidup di dalam air. 
• Tidak memiliki pembuluh angkut.
• Akarnya berupa rhizoid
• Spora tumbuh berupa protonema
• Tidak memiliki batang kecuali lumut daun
• Daun mudanya tidak menggulung
• Daunnya mikrofil atau bersisik
• Ditinjau dari metagenesis, gametofitnya dominan
• Kromosom tumbuhan lumut bersifat haploid
• Fase haploid mencakup spora, protonema, tumbuhan lumut, anteredium, arkegonium, ovum, dan sperma
• Fase diploid mencakup zigot, sporogonium, sporangium

Reproduksi lumut, sebagai berikut.
• Menghasilkan spora
• Secara vegetatif melalui kuncup eram dan tunas. Secara generatif menghasilkan anteridium atau penghasil spermatogonium dan arkegonium atau penghasil ovum. 

Klasifikasi lumut, yaitu sebagai berikut
• Lumut hati atau Hepaticeae atau Hepaticopsoda. Ciri – ciri: sporofit pertumbuhannya terbatas, tubuh berupa talus dan memiliki rhizoid yang memiliki fungsi sebagai akar, habitat di tempat lembab, berkembangbiak secara generatif dengan cara oogami dan secara vegetatif dengan fragmentasi, tunas, dan kuncup eram atau gemma atau budding. Contoh: Marchantia polymorpha dan Machantia germinata.

• Lumut daun atau Musci atau Bryopsida. Ciri – ciri: struktur tubuh mirip batang, daun, dan akar atau rhizoid, tidak memiliki jaringan atau sel dan fungsi seperti tumbuhan tingkat tinggi, memiliki ciri gametofit yang dibedakan menjadi dua tingkatan yaitu protonema yang bertalus dan berbentuk benang dan gametofora yang berupa tumbuhan lumut, habitat di tempat yang lembab, Sporofit terdiri dari bagian kaki, seta, dan kapsul, Spora terdiri dari dua lapisan yaitu endospora dan eksospora, dan memiliki batang, daun, dan rhizoid. Contoh: Sphagnum fimbriatum.

• Lumut tanduk atau Anthoceropsida. Ciri – ciri: memiliki ciri gametofit berupa talus yang lebar, tipis dengan tepi yang berlekuk, rhizoid dibagian ventral, tubuhnya mirip lumut hati, namun berbeda pada sporofitnya yang membentuk kapsul memanjang dan tumbuh seperti tanduk, Habitat di daerah dengan kelembaban yang tinggi. Contoh: Anthoceros leavis. 

Manfaat. Tumbuhan lumut dengan tumbuhan lumut kerak merupakan vegetasi perintis, sebab kedua tumbuhan tersebut dapat menghancurkan batu – batuan. Batu- batuan yang hancur menjadi tanah yang digunakan untuk tempat tumbuhan yang lain. 

Tumbuhan lumut di lantai hutan dapat mengurangi banjir, menahan erosi, dan menyerap air sehingga menyebabkan air pada musim kemarau. 

Tumbuhan Paku – Pakuan atau Pteridophyta. Ciri –ciri tumbuhan paku, sebagai berikut

• Ukuran tubuh makroskopis 
• Habitat kosmolipit, ada di mana – mana.
• Tingginya ada yang mencapai dua puluh meter.
• Memiliki berkas angkut, konsentris
• Cara hidupnya secara saprofit, epifit, dan hidup di atas tanah atau air.
• Batang memiliki rhizoma dan berpembuluh, yaitu xylem dan floem
• Akar berupa serabut
• Daun memiliki mikrofil, makrofil atau ukuran, tropofil, sporofil atau fungsi
• Spora tumbuhnya berupa protalium
• Daun mudanya menggulung
• Kromosom tumbuhan paku bersifat diploid
• Metagenesisnya dengan sporofit dominan 
• Fase haploidnya mencakup spora, protalium, anteredium, arkegonium, ovum, sperma dan Fase diploid mencakup zigot, tumbuhan paku, sporofil, sporangium.
• Tumbuhan paku – pakuan dapat tumbuh dengan baik di lingkungan yang lembab dan ada beberapa jenis paku- pakuan yang dapat hidup di dalam air. 
• Embrio berkutub dua atau bipolar sedangkan tumbuhan paku berkutub satu atau monopolar.

Klasifikasi dibedakan menjadi berikut ini:
• Paku heterospora memiliki spora jantan atau mikrospora dan spora betina atau makropsora. Contoh: Sellaginella wildenowii atau paku rane dan Marsilea crenata atau semanggi.
• Paku Isospora atau peralihan memiliki bentuk dan ukuran spora yang sama dan hanya sebagian besar yang memiliki kelamin betina. Contoh: Equisetum debile atau paku ekor kuda.
• Paku homospora memiliki bentuk dan ukuran spora yang sama. Contoh: Lycopodium calvatum
Kasifikasikan berdasarkan kelas, terdapat empat kelas yaitu sebagai berikut:
• Psilopytinae atau psilopsida atau paku telanjang. Dinamakan paku telanjang sebab tidak memiliki daun atau daunnya kecil dan ada juga yang tidak memiliki akar sejati. Contoh: Psilotum nudum.
• Equisetinae atau Spenopsida atau paku ekor kuda. Paku ekor kuda tumbuh di dataran tinggi. Spesies ini sebagian besar sudah punah, satu- satunya yang ada yaitu kelompok Equisetaceae, tepatnya Equisetum debile atau paku ekor kuda. Batang seperti rebung asparagus atau mirip daun cemara, batang berongga, berbuku- buku, dan tumbuh tegak. Daun terdapat pada setiap buku, melingkar, berbentuk sisik, dan kecil atau mikrofil. Sporangium terdapat dalam strobilus atau kerucut. Daun kecil, tunggal, dan tersusun melingkar. 
• Lycopodinae atau Lycopsida atau paku rambut. Ciri – ciri: daun kecil dan tersusun spiral, sporangium muncul di ketiak daun dan berkumpul membentuk strobilus. Batang seperti kawat. Contoh: Selaginella candate atau paku rane. 
• Filicinae atau tumbuhan paku. Contoh: Adiatum cuneatum atau suplir, Plathycerium sp atau tanduk rusa, Marsilea creanata atau semanggi, dan Salvinia natans. 

Kegunaan, antara lain:
• Tanaman hias: Adiantum atau suplir, Selaginella, Asplenium Platycerium, Asplenium nidus, dan Selaginella wildenowii.
• Pupuk hijau: Azolla pinata simbiosis dengan Anabaena azollae.
• Bahan obat: Lycopodium clavatum, Aspidium filixmas, dan Dryopteris filixmas.
• Pelindung tanaman persamaian: Gleichenia linearis.
• Sayuran: Marsilea creanata.
• Untuk menanam anggrek: paku tiang atau Alsophilla glauca. 

Spermatophyta. Ciri – ciri: 
• memiliki akar, batang, dan daun sejati yang lengkap dengan berkas pengangkutnya atau Trakheophyta
• memiliki alat perkembangbiakan yang jelas
• reproduksi dilakukan dengan menghasilkan biji yang di dalamnya mengandung embrio
• generasi sporofitnya berupa tumbuhan dan generasi gametofitnya berupa bunga
• kandung lembaganya terlindung dalam ovula.

Klasifikasi spermatophyta sebagai berikut:
Gymnospermae. Ciri –ciri sebagai berikut:
• Akar tunggang atau serabut
• Batang tidak bercabang atau bercabang
• Berdaun sempit, tebal, dan kaku, seperti jarum
• Serbuk sari ada di bagian yang lain atau mikrosporofil
• Berkayu
• Biji ada pada daun buah atau makrosporofil
• Tumbuh dan gerak ke atas
• Akarnya memiliki kaliptra
• Akar dan batangnya berkambium 
• Daun buah penghasil dan badan penghasil serbuk sari terpisah dari masing – masing yang dinamakan dengan strobillus 
• Batang berkambium dan memiliki floeterma atau sarung tepung yaitu endodermis yang mengandung zat tepung
• Berkas pengangkut belum dapat berfungsi dengan sempurna sebab masih berupa tracheid saja.
• Pembuahan tunggal selang waktu antara penyerbukan dan pembuahan relatif lama
• Organ reproduksi generatifnya berupa strobillus atau konus atau rujung. Strobillus memiliki kumpulan sporofit yang membentuk bangunan seperti kerucut atau konus. Strobillus dibedakan menjadi strobillus jantan dan strobillus betina. Strobillus jantan terdiri dari mikrosporofil, yang tersusun atas sel induk atau mikrospora.

Gymnospermae diklasifikasikan menjadi empat kelas, sebagai berikut:
• Kelas Cycadinae. Menyerupai palem, namun bukan palem sejati yang merupakan tumbuhan berbunga, memiliki biji terbuka yang ada dalam sporofil. Contoh: Cycas rumphii.
• Kelas Gynkoales. Memiliki daun seperti kipas yang warna menjadi keemasan dan rontok pada musim gugur. Contoh: Ginkgo biloba. 
• Kelas Coniferae. Memiliki spesies yang terbesar sebanyak 550 spesies, memiliki alat reproduksi berupa conus merupakan kumpulan sporofil yang menyerupai sisik yang tersusun memadat membentuk bangunan seperti kerucut. Contoh: Agathis alba, Gingga biloba dan Pinus merkusii. 
• Kelas Gnetinae. Anggota berupa perdu, liana atau tumbuhan pemanjat, dan pohon. Daun berhadapan, dengan urat daun yang menyirip seperti tumbuhan dikotil. Pada xilem ada trakea. Strobilus tidak berbentuk kerucut. Contoh: Gnetum gnemon. 

Peranan sebagai berikut:
• Bahan pembuat obat- obatan: Pinus merkusi, Ependra sp, Juniperus sp, Taxodium, dan Ginkgo biloba.
• Bahan industri: Agathis albis, batang pinus merkusii.
• Bahan makanan: Gnetum gnemon.
• Tanaman hias: Cycas rumpii, Thuja, dan Cupessus.
Angiospermae. Ciri – ciri sebagai berikut:
• Komofita sejati, memiliki akar, batang, dan daun serta memiliki bunga yang sesungguhnya.
• Daun tunggal atau majemuk, daun pipih, lebar, dan pertulangan daun beranekaragam.
• Pembuahan ganda, pembentukan embrio dan endosperm dalam waktu yang hampir bersamaan.
• Bakal biji tidak nampak, terlindung dalam daun buah dan putik.
• Akar tunggang atau serabut dan batang bercabang atau tidak bercabang.
• Alat perkembangbiakan berupa bunga. Bunga lengkap, terdiri dari kelompok bunga, benang sari, dan putik.
• terdapat sel induk megaspora atau sel induk kandung lembaga yang akan membelah secara meiosis menjadi empat sel megaspora. 
• mengalami pembelahan mitosis menjadi dua, yang satu menuju ke kalaza dan yang satunya lagi menuju ke mikrofil. 

Berdasarkan jumlah kotiledon, Angiospermae dibagi menjadi dua, yaitu Monocotyledonae dan Dicotyledonae. 

Dicotyledonae. Kotiledonnya terdiri dari dua keping, memiliki kambium, tulang daunnya menyirip atau menjari, sistem perakaran berupa tunggang, jumlah bagian bunga yaitu kelipatan empat atau lima, biji setelah berkecambah terbelah dua, dan tidak memiliki kaliptogen.

Monocotyledonae. Kotiledonnya terdiri dari satu keping, sistem perakaran berupa serabut, tulang daunnya sejajar atau melengkung, tidak memiliki kambium, jumlah bagian bunga yaitu kelipatan tiga, biji setelah berkecambah tetap utuh, dan memiliki kaliptogen. 

Klasifikasi tumbuhan kelas Monocotyledonae sebagai berikut:
• Araceae, contoh: coloscasia esculenta.
• Poaceae atau graminae atau rumput – rumputan, contoh: zea mays dan oryza sativa, bambusa sp.
• Zingiberacaeae atau jahe- jahean, contoh: zingiber officinale dan alpina galanga.
• Liliaceae, contoh: Gloriosa superba, Lilium longflorum.
• Arecaceae atau palmae, contoh: coccus nucifera, areca cathecu.
• Amarylianceae, adapun contohnya yaitu agave centala atau kantala, agave sisalana atau sisal.
• Musaceae, contoh: musa paradisiaca, kurma atau phoenix.
• Magnoliaceae, contoh: magnolia grandiflora, arenaria, D. carophylus, agrostemma
• Orchidaceae, contoh: phalaeonopsis amabilis, cattleya, dendrobium, phalaenopsis, arundina, vanda, epidendrum, laelia, oncidium, dan vanili atau vanilla planifolia.

Klasifikasi tumbuhan kelas Dicotyledoneae sebagai berikut:
• Mimosaceae, contoh: mimosa pudica.
• Malvaceae, contoh: hibiscus rosa- sinensis.
• Bombusaceae, contoh: durio zibberthinus.
• Euphorbiaceae, contoh: monihot utilisima.
• Rubiceae, contoh: morinda citrofolia.
• Apocynaceae, contoh: plameria acuminata.
• Covulvulaceae, contoh: ipomea reptans.
• Papillionaceae, contoh: phaseolus radiatus.

Sudah pahamkan tentang Ciri – Ciri, Klasifikasi, Manfaat, dan Reproduksi Plantae? Ternyata kingdom ini dibagi menjadi tiga kelas, yaitu Bryophyta, Pteridophyta, dan Spermatophyta. Selamat belajar. 

Sumber:
Asterisma, G. Tanpa Tahun. “Pop-Up” Rumus Biologi SMA. Jakarta: Kompas Ilmu.
Susilowarno, R.G., Hartono, R.S., Mulyadi, Enik M., Murtiningsih, dan Umiyati. Biologi untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: Grasindo
Susilowarna, R.G. 2008. Siap Menghadapi Ujian Nasional SMA/MA. Jakarta: Grasindo.
Zakrinal & S., Sinta Purnama. 2009. Jago Biologi SMA. Jakarta: Media Pusindo.
https://portal-ilmu.com/pengertian-ciri-klasifikasi-plantae/

Ciri Ciri, Struktur, Klasifikasi, Cara Hidup dan Peran Fungi atau Jamur

Pelajaran.click kali ini akan menjelaskan tentang ciri ciri, struktur, klasifikasi, cara hidup dan peran fungi atau jamur.  Jamur merupakan organisme eukariot. Struktur tubuhnya terdiri dari uniseluler dan multiseluler. Dinding selnya terdiri dari kitin. Kemudian, jamur tidak memiliki kloroplas.

Jamur memiliki sifat hetetotrof karena memperoleh makanan dari materi organik atau yang telah mati. Cara hidup dengan parasit, simbiotik, dan saprofit. Jamur memiliki hifa untuk menyerap makanan yang telah dicerna terlebih dahulu secara ekstraseluler dengan bantuan enzim.

Jamur melakukan reproduksi dengan reproduksi secara seksual melalui konjugasi. Sedangkan, reproduksi secara aseksual melalui fragmentasi, pembentukan tunas, dan spora aseksual. 

Ciri Ciri, Struktur, Klasifikasi, Cara Hidup dan Peran Fungi atau Jamur

Ciri – Ciri Jamur

• Jamur memiliki membran inti sel atau dikenal dengan organisme eukariotik.
• Reproduksi secara aseksual melalui pembelahan dan secara seksual dengan cara peleburan inti sel dari dua sel induk.
• Jamur ada yang tersusun dari satu sel atau dikenal dengan uni seluler dan tersusun atas banyak sel atau yang dikenal dengan multiseluler.
• Jamur tidak memiliki klorofil, sehingga jamur memperoleh makanan dari makhluk hidup lainnya.
• Tidak mempunyai akar, batang, dan daun sejati. 
• Hifa terdapat pada jamur yang bersifat multiseluler dengan bentuk yang memanjang menyerupai benang- benang. 
• Jamur memperoleh makanan dari sisa organisme yang telah mati.
• Jamur dilapisi oleh zat kitin. 
• hidup di tempat yang kaya akan zat organik, lembab, dan kurang cahaya. 
Struktur jamur, sebagai berikut.
• Hifa, bagian vegetatif jamur yang berbentuk benang. 
• Miselium, cabang- cabang hifa yang terlihat seperti anyaman.
• Hifa senositik, hifa pada jamur yang tidak memiliki sekat.
• Hifa haustoria, hifa khusus pada jamur parasit yang memiliki fungsi untuk menyerap makanan pada inangnya. 
• Hifa monositik, hifa pada jamur yang memiliki sekat dengan satu inti sel.
• Hifa dikariotik, hifa yang memiliki dua inti sel.

Cara Hidup Jamur

Saprofit, memperoleh zat organik dari makhluk hidup yang telah mati. 
Parasit, memperoleh zat organik dari makhluk hidup yang masih hidup yang menjadi inangnya. 
Mutual, hidup pada inangnya. 

Tipe Reproduksi Jamur

Seksual. Reproduksi ini dimulai dengan cara penyatuan hifa atau singgami yang terdiri dari proses plasmogami dan kariogami. Kemudian,akan menghasilkan spora seksual yaitu zigospora, askospora, dan basidiospora. 

Aseksual. Jamur uniseluler membentuk kuncup atau tunas untuk menghasilkan keturunan. Sedangkan , jamur multiseluler dapat melakukan proses fragmentasi dan menghasilkan spora aseksual atau sporangoispora atau konidiospora. Kedua spora aseksual tersebut memiliki sifat haploid.

Klasifikasi Jamur

Ascomycotina. Suatu divisi jamur yang sebagian besar bersifat parasit dan saprofit. Reproduksi dilakukan dengan seksual dengan membentuk tunas yang terjadi pada jamur uniseluler dan reproduksi secara aseksual dengan membentuk spora yang terbentuk dari konidiafor.

Contohnya: Aspergillus, Claviceps purprea, Neurospora crassa, dan Saccharomyces 

Basidiomycotina. Jamur yang hidup sebagai saprofit dan parasit. Selain itu, memiliki tubuh buah atau basidiokarp. Berkembang biak dengan seksual dan perkembang biakan secara aseksual jarang terjadi.

Contoh: Amanita phalloides, Auricularia polytricha, dan Clavaria zippeli.

Deuteromycotina. Kelompok jamur yang berkembang biak dengan cara aseksual dan memiliki hifa yang bersekat – sekat. Hidupnya secara saprofit pada sisa makanan, namun ada juga yang bersifat parasit, yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia, ternak, dan juga tanaman. 

Contoh: Candida albicans, Chadosporium, dan Curvularia, Epidermophyton floocosum 

Zygomycotina. Hampir semua anggotanya dapat ditemui di daratan, bersifat saprofit dan multiseluler atau bersel banyak yang berbentuk benang atau hifa yang tidak bersekat.

Reproduksinya dilakukan dengan seksual, menghasilkan bentuk spora seksual yang memiliki dinding tebal, zigospora, dan aseksual. Contoh: Rhizopus stolonifer dan Rhizopus nigricans 

Peran Jamur

Peran menguntungkan.
• Neurospora sitophila untuk pembuatan oncom. 
• Saccharomyces cerevisiae untuk membuat tape. 
• Penicillium camemberti dan Penicillium roqueforti untuk membuat keju.
• Asperigillus oryzae untuk pembuatan sake minuman khas Jepang.
• Saccharomyces cerevisiae untuk membuat roti. 
• Aspergillus wentii untuk membuat kecap. 

Peran merugikan
• Fusarium menyebabkan penyakit pada tomat, tebu, dan pisang. 
• Puccinia graminis atau jamur karat menjadi parasit pada tumbuhan graminae dan tumbuhan dikotil.
• Saprolegnia parasitica parasit pada ikan. 
• Ustilago atau jamur api parasit pada jagung dan tebu. 

Simbiosis Jamur

Linchen atau lumut kerak merupakan suatu simbiosis antara jamur dan mikroorganisme berklorofil. Simbiosis tersebut saling menguntungkan atau simbiosis mutualisme. 

Mikorhiza merupakan simbiosis antara jamur dan tumbuhan tingkat tinggi atau vascular. Pada umumnya, jamur bersimbiosis pada bagian akar tumbuhan yaitu tanaman pinus dan kacang - kacangan. 

Kapang, merupakan istilah bagi tahapan aseksual dari Zygomycota, Ascomycota, dan Basidiomycota. Di mana reproduksi secara seksual dengan menghasilkan zigosporangia, askokarpus atau basidiokarpus. Sedangkan , aseksual menghasilkan konidiospora.

Khamir atau ragi merupakan jamur bersel tunggal, habitat air dan lembab, reproduksi secara aseksual dengan tunas. Sedangkan seksual dengan membentuk askus atau basidium. 

Demikian pemaparan tentang ciri ciri, struktur, klasifikasi, cara hidup dan peran fungi atau jamur. Selamat belajar. 

Referensi:
Zakrinal & S., Sinta Purnama. 2009. Jago Biologi SMA. Jakarta: Media Pusindo. 
Tim Guru Indonesia. Rangkuman Lengkap Biologi SMA IPA Kelas 10,11, dan 12. Jakarta: Cmedia
Novel, S.S.  2014. Pintar dan Juara Biologi SMA. Jakarta: PandaMedia. 
Tim Guru Eduka. 2014. Mega Bank Soal Biologi & Kimia SMA Kelas 1, 2, & 3. Jakarta: Cmedia. 
Kusnadi, Muhsinin, S. dan Sanjaya, Y. New Pocket Book Biologi SMA Kelas X, XI, & XII. Jakarta: Cmedia
Rahardian, R dan Ananda, A. 2013. Top Pocket No.1 Biologi SMA Kelas X, XI, dan XII. Jakarta: Wahyumedia. 
Lestari, E. 2015. Jawara Ujian Biologi SMA Kelas 10,11, 12. Jakarta: Tangga Pustaka. 

Sistem Reproduksi Manusia: Alat Reproduksi Pria dan Wanita serta Fungsinya

Sahabat pelajaran.click, kali ini kita akan membahasan tentang sistem reproduksi pada pria maupun wanita. Perhatikan baik – baik penjelasan di bawah ini:

Pengertian Reproduksi

Reproduksi atau berkembang biak merupakan kemampuan untuk menghasilkan keturunan. Manusia dapat menghasilkan keturunan, melalui reproduksi. Organ reproduksi yang dimiliki wanita dan pria tentu saja berbeda.  Meskipun demikian, pada dasarnya memiliki tujuan yang sama untuk melanjutkan keturunan. 

Organ Reproduksi Pria

Alat reproduksi pria terdiri dari testis, epididimis, vas deferens, dan penis. Testis (ganda) atau testes (tunggal) merupakan kelenjar reproduksi pada pria yang berfungsi untuk menghasilkan spermatozoa dan hormon kelamin pria.

Organ ini juga dikenal sebagai buah pelir atau buah zakar dengan panjang sekitar 4 – 5,5 cm pada pria dewasa. Jumlahnya sepasang dan tersimpan di kantung pelindung yaitu skrotum. Testes kiri menggantung lebih bawah dari pada testes yang kanan. 

Skrotum berfungsi untuk mengatur testis agar optimum untuk kehidupan sperma. Sperma membutuhkan suhu yang lebih rendah dari suhu tubuh untuk perkembangannya. 

Jika diamati dengan mikroskop, sayatan testis terlihat sebagai saluran yang berbentuk pipa berkelok- kelok.  Saluran ini bernama tubulus seminiferus. Kemudian, jika pipa tersebut dipotong melintang, maka di dalamnya terdapat kumpulan sel – sel sperma

Kumpulan tersebut mulai dari bentuk spermatogonium, spermatosit primer, spermatosit sekunder, spermatid, hingga spermatozoa yang telah memiliki flagel. 

Epididimis merupakan saluran yang baru keluar dari testis dinamakan. Saluran ini berkelok – kelok membentuk gumpalan memanjang yang menempel di belakang testis. Spermatozoa yang sempurna kemudian akan ditampung dalam saluran tersebut.

Fungsi epididimis untuk penyimpanan dan pematangan spermatozoa. Pada saat orgasme dan terjadi ejakulasi, otot polos epididimis akan berkontraksi sehingga mendorong spermatozoa menuju vas deferens dan saluran kandung kemih.

Vas deferens disebut juga duktus deferens, merupakan kelanjutan dari epididimis yang berupa saluran lurus keluar dari testis ke atas rongga panggul.

Vas deferens dari kanan dan kiri menyatu pada saluran duktus ejakulator. Saluran ini merupakan muara dari kantung semen atau air mani atau vesikula seminalis. Saluran ini berada di belakang kandung kemih kemudian menembus kelenjar prostat.

Lalu, bermuara dalam saluran kandung kemih atau ureter. Kemudian, spermatozoa dapat melalui saluran kandung kemih menuju penis.

Penis atau zakar. Berjumlah sebuah. Berfungsi untuk memasukkan sperma ke dalam alat reproduksi wanita atau kopulasi yang dilindungi oleh lapisan yang kulit yang tipis.

Kelenjar tambahan pada organ reproduksi pria ber fungsi untuk mensekresikan cairan yang diperlukan untuk media berenangnya sperma, mempertahankan sperma, dan mentralisir asam. 

Kelenjar tambahan pada organ reproduksi pria yaitu kantung air mani atau vesikula seminalis, kelenjar prostat, dan kelenjar bulbouretral atau kelenjar cowper. 

Kantung air mani merupakan kelenjar yang berjumlah sepasang di kanan dan kiri tubuh, terletak di bawah kandung kemih dengan panjang sekitar lima sampai sepuluh centi meter. Fungsi kantung air mani untuk mensekresikan cairan yang mengandung fruktosa dan vitamin yang kental. 

Kelenjar prostat memiliki bentuk seperti buah kenari, berada di bawah kandung kemih, melingkari saluran kandung kemih bagian atas. Berfungsi untuk mensekresikan cairan yang mengandung fosfolipid yang memiliki warna abu – abu keputihan ke dalam saluran kandung kemih. 

Kelenjar bulbouretral ini berjumlah sepasang, berada di bawah kelenjar prostat. Fungsi dari kelenjar bulbouretral adalah menghasilkan lendir yang alkalis.

Alat Reproduksi pada Wanita

Wanita memiliki organ reproduksi yang dibedakan menjadi dua macam, yaitu alat kelamin luar dan alat kelamin dalam. 


Alat kelamin luar, di kedua sisi lubang vagina ada dua lipatan kulit, bagian luar yang lebih tebal dinamakan labium mayora dan bagian dalam yang lebih tipis dinamakan labium minora. Di depan lubang vagina terletak lubang kandung kemih dan klitoris yang sensitif. 

Lubang vagina berada di sebelah bawah. Di sisi kanan kirinya terdapat muara kelenjar Bartholin. Berfungsi untuk mensekresikan lendir. 

Selaput tipis yang menutupi sebelah luar lubang vagina dinamakan selaput dara. Lubang saluran kandung kemih merupakan saluran urine di antara klitoris dan lubang vagina. Di sisi kanan kirinya terdapat muara kelenjar skene yang berfungsi untuk menghasilkan lendir. 

Alat kelamin dalam ada di dalam panggul kecil terdiri dari vagina, leher rahim, rahim, saluran telur, dan indung telur. Vagina merupakan suatu saluran kelahiran yang mengarah ke atas sampai ke leher rahim. 

Leher rahim atau mulut rahim terdiri dari dinding – dinding otot yang kokoh mengelilinginya yang  oleh selaput lendir. Rahim merupakan organ yang berongga, memiliki bentuk seperti buah pir dan berotot. Otot – otot rahim elastis dan dapat beradaptasi terhadap pertumbuhan janin. 

Saluran telur menghubungkan rongga rahim dengan indung telur dengan panjang delapan sampai dua puluh centimeter. 

Indung telur atau ovarium merupakan kelenjar reproduksi pada wanita yang menghasilkan sel telur dan hormon reproduksi wanita seperti estrogren dan progresteron. 

Kelainan dan Penyakit pada Sistem Reproduksi Manusia

Gonore merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan bakteri Neisseria gonorrhoeae. Bakteri ini menginfeksi lapisan dalam saluran kandung kemih, leher rahim, rektum, tenggorokan, dan bagian putih mata.

Sifilis merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum yang masuk ke dalam tubuh manusia melalui selaput lendir atau melalui kulit. 

Impotensi pada umumnya merupakan akibat dari kelainan pembuluh darah, kelainan persarafan, kelainan pada penis, masalah psikis yang mempengaruhi gairah seksual atau akibat obat – obatan. 

Kanker rahim merupakan tumor ganas pada lapisan rahim atau endometrium dan umumnya terjadi setelah masa menopause dan sering menyerang wanita yang berusia lima puluh sampai enam puluh tahun. 

Kanker payudara merupakan tumor ganas yang tumbuh di dalam jaringan payudara. Kanker ini dapat mulai tumbuh di dalam kelenjar susu, saluran susu, jaringan lemak, dan jaringan ikat pada payudara.

Acquired Immune Deficiency Syndrome atau AIDS merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh virus HIV atau Human Immunodeficiency Virus. Virus HIV terdapat di dalam cairan tubuh seseorang yang telah terinfeksi seperti di dalam darah, air mani, atau cairan vagina.

Endometriosis merupakan penyakit di mana bercak –bercak jarinagn endometrium tumbuh di luar rahim. Pada hal pada keadaan normal, endometrium hanya ditemukan di dalam lapisan rahim.

Demikian pemaparan tentang sistem reproduksi pada wanita dan pria. Semoga artikel ini dapat membantu kalian dalam memahami tentang organ reproduksi wanita dan pria. Selamat belajar dan sukses selalu. 

Referensi:
Furqonita, D dan Biomed. 2007. Seri IPA Biologi SMP Kelas IX. Bogor: Quadra. 

Sistem Peredaran Darah Hewan

Sahabat pelajaran.click, kali ini kita akan membahas sistem peredaran darah pada hewan. Sistem peredaran darah pada hewan tidak sama karena didasarkan pada tingkatannya. 

Untuk memberikan pemahaman yang lebih jauh perhatikan penjelasan di bawah ini untuk memahami tentang perbedaan dari sistem peredaran darah pada hewan serangga, ikan, amfibi, burung, dan mamalia. 

Sistem Peredaran Darah Serangga

Sistem peredaran darah pada serangga terdiri dari satu pembuluh yang memanjang yang berada pada bagian punggung dan disebut dengan aorta. Bagian belakang pembuluh membesar.

Kemudian, membentuk beberapa gelembung yang disebut dengan jantung pembuluh. Sedangkan, Bagian depan dari pembuluh dinamakan dengan aorta.

Peredaran darah pada serangga dinamakan dengan peredaran darah terbuka. Hal tersebut disebabkan tidak melalui pembuluh darah. 

Darah serangga juga tidak mengandung hemoglobin. Hal tersebut menyebabkan darah serangga tidak dapat berperan dalam pengedaran oksigen. 

Adapun fungsi dari darah serangga yaitu mengedarkan sari – sari makanan dan membawa sisa- siswa metabolisme. 


Sistem Peredaran Darah Ikan

Alat peredaran darah ikan terdiri dari empat, yaitu jantung, pembuluh nadi ventral, pembuluh nadi dorsal, dan kapiler. Pada jntung ikan ada dua ruang, yaitu serambi dan bilik. Jantung ikan memiliki sinus venosus untuk menerima darah kaya karbon dioksida dari seluruh tubuh. 

Darah ikan berfungsi mengangkut sari- sari makanan, oksigen, dan karbon dioksida. Sistem peredaran darah pada ikan bersifat tunggal tertutup sebab darah hanya satu kali masuk ke dalam jantung dan selalu berada pada dalam pembuluh darah. 


Sistem Peredaran Darah Amfibi

Contoh amfibi yaitu katak dengan alat peredaran darah yang terdiri dari jantung dan pembuluh darah. Jantung katak ini terdiri dari tiga ruang, yaitu serambi kiri, serambi kanan, dan bilik. 

Katak memiliki sinus venosus untuk menampung darah yang kaya akan karbon dioksida dari seluruh tubuh. Sistem peredaran darah katak yaitu ganda tertutup, sebab darah yang melewati jantung sebanyak dua kali dan beredar ke dalam pembuluh darah. 

Sistem Peredaran Darah Reptil

Alat peredaran darah reptil terdiri dari jantung dan pembuluh darah. Kemudian, di antara dua serambi dipisahkan sekat. Namun, di antara dua biliknya dipisahkan oleh sekat yang tidak sempurna, sehingga darah pada bilik kiri dan darah pada bilik kanan masih dapat bercampur. 

Sistem Peredaran Darah Burung

Sistem peredaran darah burung hampir sama dengan mamalia dengan alat peredaran darah yang terdiri dari dua yaitu jantung dan pembuluh darah. Jantung pada burung terdiri dari empat ruang, yaitu serambi kiri, serambi kanan, bilik kiri, dan bilik kanan. 

Di antara kedua serambi dan kedua bilik tersebut terdapat sekat yang sempurna, sehingga tidak terjadi pencampuran darah di dalam jantung burung. Adapun, sistem peredaran darah burung yaitu ganda tertutup. 


Sistem Peredaran Dara Mamalia

Sistem peredaran darah mamalia umumnya sama dengan manusia. Peredaran darah mamalia paling kompleks dan sempurna. Alat peredaran darahnya terdiri dari jantung dan pembuluh darah. 

Jantung mamalia terdiri dari empat ruang yaitu serambi kiri, serambi kanan, bilik kiri, dan bilik kanan yang dibatasi oleh sekat yang sempurna. Sistem peredaran darah mamalia, yaitu ganda tertutup.

Sahabat pelajaran click sudah paham kan tentang sistem peredaran darah pada hewan. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kalian dan selamat belajar. 

sumber:
Abdullah, M., Saktitoyo, dan Lutfi. 2007. IPA Terpadu SMP dan MTs Jilid 2A untuk Kelas VIII Semester 1. Jakarta: Erlangga.

Sistem Peredaran Darah pada Manusia


Pelajaran.click kali ini akan mempelajari tentang sistem peredaran darah pada manusia, yang terdiri dari komponen darah, jantung, pembuluh darah, peredaran getah bening dan golongan darah.

Komponen Darah terdiri dari eritrosit, leukosit, trombosit, dan plasma darah. Eritrosit atau sel darah merah merupakan suatu bagian yang utama dari darah yang dibentuk oleh sumsum merah tulang.

Bentuk eritrosit yaitu cakram bikonkraf, dengan diameter 8 mikron, tidak memiliki inti, tidak dapat bebas bergerak, volume rata- rata 83 mikrokubik, dan tidak mampu menembus dinding kapiler. Lebih lanjut, umur dari eritrosit ini kira – kira 120 hari.

Leukosit atau sel darah putih memiliki fungsi sebagai alat pertahanan tubuh. Leukosit ini dibentuk di retikuloendotelium sumsum merah tulang dan memiliki inti, ukuran leukosit 6-12 milimikron. Leukosit dapat menembus dinding kapiler atau diapendensis.

Trombosit atau keping- keping darah berperan dalam proses pembekuan darah pada saat terjadi luka. Trombosit dibentuk di sumsum tulang dan dapat hidup selama 8 hari. Bentuk dari trombosit yaitu bulat atau lonjong dan tidak memiliki inti.

Plasma darah merupakan suatu cairan dari darah yang memiliki komposisi 55% yang tersusun atas: protein, air, bahan organik, dan garam mineral.

Sistem Peredaran Darah

Jantung

Letak jantung manusia berada pada dalam rongga dada agak ke sebelah kiri dengan ukuran kurang lebih sama dengan kepalan masing – masing orang. Jantung berfungsi sebagai alat pemompa darah. Jantung manusia tersusun atas tiga lapisan, yaitu endokardium, miokardium, dan perikardium.

Pembuluh darah manusia terdiri dari dua macam , yaitu arteri dan vena. Arteri memiliki dinding yang tebal dan elastis dengan arah aliran meninggalkan jantung. Tekanannya kuat, apabila terpotong maka darah akan memancar. Arteri banyak mengandung oksigen.

Vena memiliki dinding yang tipis dan kurang elastis dengan arah aliran menuju ke jantung. Tekanannya lemah, apabila terpotong akan menetes. Vena banyak mengandung karbondioksida.

Proses Peredaran Darah

Peredaran darah manusia dibedakan menjadi dua yaitu kecil dan besar. Sistem peredaran darah kecil merupakan peredaran darah dari jantung ke paru – paru kembali lagi ke jantung. Sistem peredaran darah besar merupakan peredaran darah dari jantung atau ventrikel kiri beredar ke seluruh tubuh dan kembali lagi menuju jantung atau atrium kanan.

Peredaran Getah Bening atau limfe merupakan sistem peredaran paralel dengan sistem peredaran darah. Pada peredaran getah bening yang diedarkan yaitu cairan limfe. Sistem ini berfungsi untuk mematikan kuma penyakit yang masuk ke dalam tubuh dan mengedarkan atau transportasi lemak ke seluruh tubuh.

Penyakit pada Sistem Peredaran Darah, antara lain anemia, thalasemia, hemofilia, dan leukimia. Anemia merupakan kekurangan jumlah sel darah merah sebab kekurangan hemoglobin, zat besi atau kekurangan eritrosit.

Thalasemia merupakan penyakit anemia yang diturunkan yang sering ada pada bayi dan anak – anak. Hemofilia merupakan penyakit yang menyebabkan darah sulit membeku jika terluka. Leukimia atau kanker darah merupakan penyakit bertambahnya sel darah putih yang tidak terkendalikan.

Penggolongan Darah dan Transfusi Darah

Penggolongan darah umumnya yang dikenal yaitu penggolongan darah ABO yang ditemukan oleh Karl Landsteiner dari Austria. Menurutnya penggolongan darah dikelompokkan menjadi empat macam, yaitu A, B, AB, dan O. Dasar pemberian nama jenis darah adalah ada tidaknya dan jenis dari aglutinogen yang terkandung oleh darah.

Klasifikasi dari penggolongan darah, berdasarkan pada aglutinin dan aglutinogennya yaitu:
  • Individu yang tidak memiliki antigen, namun memiliki anti α dan β, maka digolongkan O.
  • Individu yang memiliki antigen A dan B, namun tidak memiliki anti α dan β, maka memiliki golongan darah AB.
  • Individu yang memiliki antigen B, namun memiliki anti α maka memiliki golongan darah B.
  • Individu yang memiliki antigen A tidak memiliki anti α, melainkan anti β dalam serum plasma, maka memiliki golongan darah A .

Sahabat pelajaran.click demikian pemaparan tentang sistem peredaran darah. Semoga artikel ini membantumu dalam memahami tentang sistem peredaran darah manusia. Selamat belajar.

Referensi:
Wasis dan Irianto, S.Y. 2008. Ilmu Pengetahuan Alam 2: SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Susilowarno, R.G., Hartono, R.S., Mulyadi, Enik Mutiarsih, Murtiningsih, dan Umiyati. 2007.Biologi untuk SMA /MA Kelas XI. Jakarta; Grasindo.
Abdullah, M. Saktiyono, dan Lutfi. 2007. IPA Terpadu SMP dan MTs Jilid 2A. Jakarta: Erlangga.