Penjelasan tentang Sungai dan Jenis-Jenisnya

Pelajaran.click kali ini akan memberikan penjelasan tentang hal-hal yang berhubungan dengan sungai. Selain itu, dijelaskan pula tentang jenis-jenis sungai. Perhatikan penjelasan di bawah ini.

Sungai merupakan air tawar yang berasal dari sumber alamiah. Di mana sungai ini mengalir dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah. Untuk selanjutnya menuju atau bermuara ke laut, danau, atau sungai yang lebih besar.

Arus air pada bagian hulu sungai pada umumnya lebih deras dibandingkan dengan arus sungai yang berada di daerah hilir. Airan sungai pada umumnya berliku-liku. Ini disebabkan terjadi proses pengikisan dan pengendapan di sepanjang sungai. 


Sungai dapat dikatakan sebagai jalan air yang alami. Untuk selanjutnya, mengalir menuju ke samudra, danau atau laut atau bahkan ke sungai-sungai yang lain. Selain itu, sungai juga merupakan salah satu bagian dari siklus hidrologi.

Air dalam sungai biasanya terkumpul dari presipitasi. Selain itu, juga berasal dari salju atau lelehan es. Adapun proses terbentuknya sungai yaitu air yang ada di daratan, mengalir melalui sebuah saluran menuju ke tempat yang lebih rendah. 

Semula saluran yang dilalui relatif sempit dan pendek. Meskipun demikian, secara alami, proses ini mengikis daerah yang dilalui. Hal ini menyebabkan saluran semakin lama menjadi semakin lebar dan panjang sehingga terbentuk sungai.

Jenis –Jenis Sungai

Menurut jumlah air, dibedakan menjadi:
  1. Sungai episodik. Merupakan sungai di mana pada saat musim kemarau, airnya kering. Sedangkan, pada saat musim hujan, jumlah airnya banyak. 
  2. Sungai permanen. Merupakan sungai di mana debit airnya relatif tetap sepanjang tahun.
  3. Sungai periodik. Merupakan sungai di mana pada saat musim hujan airnya banyak. Sedangkan, pada saat musim kemarau, airnya sedikit,

Menurut pola alirannya, dibedakan menjadi:
  1. Pola aliran radial atau menjari. Di mana pola ini berbentuk seperti jari. Pola ini dibagi menjadi dua yaitu radial sentrifugal dan radial sentripetal.
  2. Pola aliran trelis. Bentuk pola aliran ini seperti sirip yang dapat ditemukan di lipatan pegunungan. 
  3. Pola aliran dendritik. Di mana polanya tidak teratur. Pola ini dapat ditemukan di daerah dataran dan pantai.
  4. Pola aliran anular. Bentuk pola ini pada awalnya aliran radial sentrifugal, kemudian muncul sungai subseken yang sejajar, sungai obsekuen, dan resekuen. Pola bentuk ini dapat ditemui di dome stadium dewasa. 
  5. Pola aliran rectanguler. Pola ini berbentuk sudut siku, dapat ditemukan di daerah patahan atau batuan yang tingkat kekerasannya berbeda.

Lebih lanjut ilmu yang mempelajari tentang bentuk dan ukuran, sifat, jenis, dan perilaku sungai dengan segala aspek dan perubahannya dalam dimensi ruang dan waktu dinamakan dengan morfologi sungai. Adapun manfaat dari keberadan sungai yaitu:
  1. Bagi manusia, air sungai dapat digunakan untuk memasak, mencuci, irigasi pertanian, mandi, dan sumber air minum. 
  2. Air besar dapat digunakan sebagai sarana transportasi untuk menghubungkan satu wilayah dengan wilayah yang lain.
  3. Untuk pembangkit listrik tenaga air atau PLTA. 

Demikian penjelasan tentang sungai dan jenis-jenisnya. Semoga bermanfaat.

Penjelasan tentang Sedimentasi


Pelajaran.click akan memberikan penjelasan tentang sedimentasi. Sedimentasi merupakan terbawanya material sebagai hasil dari pengikisan dan pelapukan yang dilakukan oleh air, angin, maupun gletser ke suatu wilayah. Kemudian, peristiwa tersebut diakhiri dengan pengendapan.

Batu- batuan hasil pelapukan dan pengikisan yang disendapkan, lama kelamaan akan menjadi batuan sedimen. Hasil proses sedimentasi yang terjadi di suatu tempat akan berbeda dengan di tempat yang lain. Adapun proses pengendapan yang didasarkan pada tenaga pengangkutnya.


Pengendapan oleh air sungai. Pengendapan jenis ini dinamakan dengan sedimen akuatis. Adapun jenisnya yaitu sebagai berikut.

1. Meander
Merupakan sungai yang berkelok-kelok. Sungai ini terbentuk disebabkan oleh adanya pengendapan. Adapun proses berkelok-keloknya dimulai dari sungai bagian hulu. 

Pada bagian hulu, jumlah airnya kecil dan tenaga yang terbentuk juga kecil. Akibat peristiwa tersebut sungai mulai menghindari penghalang dan mencari jalan yang paling mudah dilewati. Sedangkan, pada bagian hulu belum terjadi pengendapan.

Di bagian tengah, wilayah yang datar, aliran airnya akan menjadi lambat, sehingga membentuk meander. Proses meander ini dapat terjadi di bagian tepi sungai, baik dalam maupun tepi luar. 

Sedangkan, di bagian sungai yang aliran airnya cepat, dapat terjadi pengikisan. Sedangkan, aliran yang lamban yang terletak di bagian tepi sungai akan terjadi pengendapan. Jika proses ini terjadi secara terus menerus maka akan membentuk meander. 

2. Oxbow lake
Disebut juga dengan sungai mati. Proses pengendapan yang berlangsung secara terus menerus dapat menyebabkan kelokan sungai yang terpotong dan terpisah dari aliran sungai, kemudian membentuk oxbow lake. 

3. Delta
Delta terjadi jika sedimen yang dibawa oleh sungai harus banyak pada saat akan masuk laut atau danau. Selain itu, arus yang ada di sepanjang pantai tidak terlalu kuat., pantainya pun harus dangkal. 

4. Tanggul alam
Merupakan munculnya material yang tidak halus atau kasar yang ada pada tepi sungai, sehingga sungai lebih tinggi dibandingkan dataran banjir yang terbentuk. 

Selain tanggul sungai, juga ada tanggul pantai, ini sebagai hasil dari proses pengendapan laut. Baik, tanggul sungai maupun tanggul pantai merupakan tanggul alam, karena prosesnya terjadi secara alami sebagai hasil dari pengerjaan alam.

Pengendapan oleh air laut. Pengendapan ini dinamakan juga dengan sedimen marine. Pengendapan ini terjadi karena adanya gelombang. Jenis pengendapan air laut, antara lain, spit, pesisir, penghalang pantai, dan tombolo. 

Pesisir merupakan suatu wilayah pengendapan yang ada di sepanjang pantai. Pada umumnya, terdiri dari material pasir. Di mana ukuran dan komposisi material di pantai sangat bervariasi. Variasi ini tergantung pada perubahan dari kondisi cuaca, arus laut, dan arah angin.

Material – material di sepanjang pantai, diangkut oleh arus pantai. Apabila, terjadi perubahan arah, maka arus pantai tetap akan mengangkut material ke laut yang dalam. Pada saat material masuk ke laut yang dalam, terjadi proses pengendapan material. 

Dalam kurun waktu yang lama, terjadi akumulasi material yang ada di atas permukaan air laut. Akumulasi material ini dinamakan dengan spit. Apabila, arus pantai terus berlanjut, spit akan menjadi semakin panjang. 

Bahkan, kadang kala spit terbentuk melalui teluk dan membentuk penghalang pantai. Jika, di daerah sekitar spit ada pulau maka spit akan tersambung dengan daratan, kemudian membentuk tombolo. 

Pengendapan oleh angin. Ini disebut juga dengan sedimen aeolis. Hasil pengendapan ini dapat berupa gumuk pasir. Gumuk pasir, akibat akumulasi pasir dalam jumlah yang cukup banyak dan disertai tiupan angin yang kuat. 

Angin kemudian mengangkut dan mengendapkan pasir di suatu tempat. Tentu saja peristiwa ini terjadi secara bertahap, sehingga terbentuk suatu timbunan pasir yang dinamakan dengan gumuk pasir. 

Pengendapan oleh gletser. Dinamakan dengan sedimen glacial. Hasil pengendapan oleh gletser ini kemudian berbentuk lembah. Lembah ini semula berbentuk V kemudian menjadi bentuk U. Ketika musim dingin telah tiba, terjadi proses pengikisan oleh gletser yang menuruni lembah. 

Batuan atau tanah sebagai hasil pengikisan juga menuruni lereng, kemudian mengendap di lembah. Sebagai akibatnya, lembah yang awalnya berbentuk V menjadi bentuk U.

Sumber:
Waluya, B. 2009. Memahami Geografi SMA untuk Kelas X Semester 1 dan 2. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

Pengertian dan Fungsi Peta

Pelajaran.click kali ini akan membahas hal-hal yang berhubungan dengan peta. Tentu saja, kita semua pasti pernah melihat yang mana namanya peta. Biasanya di dalam peta kita dapat melihat bentuk suatu benua jika dilihat dalam bidang datar.

Peta merupakan suatu gambaran keadaan permukaan bumi yang ditampilkan pada suatu bidang datar dengan menggunakan skala tertentu. Gambaran permukaan bumi yang dipetakan dapat meliputi wilayah yang luas atau hanya mencakup wilayah yang sempit.

Peta pertama kali dibuat oleh bangsa Babilonia sekitar 2300 tahun sebelum Masehi. Peta ini terbuat dari lempengan tanah liat yang pada mulanya diperuntukkan bagi kepentingan pajak tanah. Guna menggambarkan peta dengan benar maka perlu digunakan skala. 

Pengertian dan Fungsi Peta

Skala merupakan suatu perbandingan jarak pada peta dengan jarak yang sebenarnya di permukaan bumi. Skala dapat berupa angka, garis, ataupun keduanya. Skala yang berupa angka disebut dengan skala numerik. Sedangkan, skala yang berupa grafik dinamakan dengan skala grafis.

Skala peta dikelompokkan menjadi:
  1. Peta skala kadaster merupakan peta dengan skala antara 1:100 sampai 1:5000
  2. Peta skala besar merupakan peta dengan skala antara 1:5000 sampai 1:250000
  3. Peta skala sedang merupakan peta dengan skala antara 1:250.000 sampai 1: 500.000
  4. Peta skala kecil merupakan peta dengan skala antara 1: 500.000 sampai 1: 1.000.000
  5. Peta skala geografi merupakan peta dengan skala besar dari 1:1.000.000. Peta skala geografi sering disebut dengan peta skala tinjau.

Fungsi peta yaitu sebagai berikut:
  1. Penunjuk jalan bagi orang – orang yang sedang bepergian ke tempat – tempat yang belum pernah dikunjungi.
  2. Menunjukkan letak suatu tempat di permukaan bumi dalam kaitannya dengan tempat lain atau letak relatif.
  3. Memperlihatkan ukuran, sebab dari peta dapat diukur jara, luas, ataupun arah sebenarnya di permukaan bumi.
  4. Memperlihatkan bentuk seperti bentuk pulau, negara, benua, pola aliran sungai, dan lain – lain.
  5. Membantu para peneliti sebelum melakukan survei untuk mengetahui kondisi daerah yang akan diteliti.
  6. Alat untuk menjelaskan tentang rencana- rencana yang diajukan. 

Komponen peta yaitu sebagai berikut:
  1. Judul peta: biasanya diletakkan di bagian atas peta yang mencerminkan isi dan tipe peta.
  2. Tahun dan sumber pembuatan peta: diletakkan di bagian bawah kolom legenda atau sudut kiri bawah, di luar garis tepi peta.
  3. Penunjuk arah atau mata angin: menggunakan penunjuk arah utara yang diletakkan di tempat yang ksoong di bagian pinggir peta agar tidak mengganggu peta induknya.
  4. Skala: di tuliskan di bawah legenda, di luar garis pinggir peta atau di bawah judul peta.
  5. Legenda: berisi keterangan tentang simbol- simbol yang digunakan dalam peta. Simbol merupakan gambar yang digunakan untuk mewakili objek yang dipetakan yang bertujuan untuk memudahkan pemakai peta dalam memahaminya.
  6. Garis astronomi: terdiri dari garis lintang dan garis bujur. Ini digunakan untuk menentukan letak astronomis satu tempat. Pada pinggir peta ditulis angka derajat yang menunjukkan tentang derajat garis lintang atau garis bujur. Garis astronomi dalam peta mulai dari skala kecil sampai sedang.
  7. Garis tepi: dibuat dua buah dengan ketentuan garis luar lebih tebal dari garis dalam.
  8. Inset: gambar peta yang menunjukkan letak atau posisi satu daerah terhadap daerah sekitarnya yang lebih luas.

Demikian penjelasan tentang peta. Semoga bermanfaat.

sumber:
Fathurrahman. 2006. IPS Geografi. Jakarta: Erlangga.

Penjelasan Teori Pembentukan Lempeng Bumi

Pelajaran click kali ini akan memberikan penjelasan tentang teori pembentukan lempeng bumi. Perhatikan penjelasan di bawah ini. 

Struktur Lapisan Bumi

1. Atmosfer. Merupakan suatu kumpulan gas dan udara yang berwujud lapisan tipis yang menyelubungi permukaan bumi. Di mana 99% kandungan atmosfer ada di 30 km lapisan terbawahnya. Kemudian, di atmosfer ini pula terjadi proses cuaca dan iklim.

2. Litosfer. Merupakan lapisan bumi yang berada di bawah atmosfer. Di mana litosfer ini bersifat keras dan kaku dengan ketebalan 0-70 km. Litosfer ini dibagi menjadi dua lempeng yaitu lempeng benua dan lempeng samudra. 

3. Astenosfer. Merupakan lapisan yang berada di bawah litoser dengan ketebalan 70-2900 km. Astenosfer ini berupa material padat yang memiliki sifat seperti fluida atau labil, yang mudah terpengaruh oleh arus konveksi. Selain itu, astenosfer ini akan bergerak dan menggerakkan lapisan di atas seperti kejadian gempa bumi. 

4. Barisfer. Merupakan lapisan inti bumi yang terdiri dari nikel dan besi. Di mana lapisan ini dibedakan menjadi outer core dan inner core. Outer core ini memiliki ketebalan 2900-4980 km dan merupakan inti bumi bagian luar. Inner core memiliki ketebalan 4980-6370 km dan merupakan inti bumi bagian dalam. 

Teori Pembentukan Lempeng Bumi

Teori Pembentukan Lempeng Bumi

a. Pengapungan benua (continental drift). Dikemukakan oleh Alfred Wegner yang dikemukakan 1910. Wegner menggabungkan fakta dan distribusi fosil untuk memformulasikan teori tentang benua bergerak dipermukaan bumi. 

Wegner menyatakan bahwa sebelum 200 juta tahun yang lalu, semua benua di bumi membentuk satu daratan yang besar dan berat yang dinamakan dengan pangea. 

Prinsip teori ini yaitu benua diposisikan sebagai sebuah lempeng atau batuan dan mengapung disepanjang permukaan bumi setiap waktu. Kelemahan teori ini yaitu benua menggelincir di atas dasar laut, padahal dasar laut tidak cukup kuat untuk menopang suatu benua.


b. Kontraksi dan pemuaian (contraction dan expansion). Di mana penyusutan bumi terjadi disebabkan oleh proses pendinginan. Teori ini dapat digunakan untuk menjelaskan daerah yang tertekan seperti deretan gunung apo namun tidak dapat menjelaskan cekungan, celah dan lembah. 

Teori ini dikemukakanoleh Descretes dan didukung oleh James Dana dan Elie de Baumant. Lebih lanjut pengembangan bumi terjadi disebabkan oleh proses pemanasan. 

Teori ini diperoleh seteah radioktivitas diketahui. Teori ini dapat menjelaskan tentang benua dapat hancur dan menjelaskan pembentukan lipatan namun belum dapat menjelaskan daerah tekanan.


c. Sea floor spreading. Menjelaskan tentang pergerakan lempeng yang saling menjauh dan tertangkap oleh peneliti. Pergerakan ini kemudian menyebabkan terbentuknya punggungan yang memanjang di daerah yang menjauh. 

Kemudian Vine, Matthews, dan Morely mengumpulkan informasi yang penting. Mereka menemukan bahwa lempeng samudra yang baru terbentuk di antara dua lempeng yang saling menjauh. 

Di mana penyusupan magma antar lempeng ini kemudian menyebabkan adanya punggung laut. Teori ini selanjutnya disebut dengan sea floor spreading. Teori ini menjawab pertanyaan terbesar tentang continental drift tentang bagaiman benua dapat bergerak di atas kerak samudra? 

Kenyataannya benua bergerak bersama dengan kerak samudra sebagai bagian dari sistem litosfer. Fenomena ini disebabkan oleh konveksi arus panas dari mantel di atas bumi atau astenosfer. 


d. Tektonik lempeng. Teori ini dicetuskan oleh Mc.Kenzie dan Robert Parker. Teori ini menjelaskan bahwa litosfer yang padat tersusun dari kerak samudra dan kerak benua dan berada di atas mantel yang terdiri dari beberapa lembar dengan ukuran yang berbeda-beda yang dinamakan dengan lempeng. 

Lempeng memiliki ketebalan 100 km dan 250 km dan mengapung di atas atmosfer. Benua dan samudra dapat melayang karena merupakan bagian dari lempeng besar yang mengapung dan bergerak horizontal di bagian teratas astenosfer. 

Lempeng bersifat padar dan elastis, namun deformasinya nampak sepanjang batas antar lempeng. Kemudian, ada kalanya lempeng samudra ini menyusup kembali ke dalam mantel sebab perbedaan ketebalan dan kepadatan. 

Selain itu, juga peristiwa pelebaran akibat adanya arus konveksi. Peristiwa penyusupan atau pelebaran ini menyebabkan batas antar lempeng (divergen atau menjauh satu sama lain, konvergen atau mendekat satu sama lain, dan transform atau berselisih satu sama lain). 

Batas lempeng ini menyebabkan peristiwa tektonik atau vulaknik yang terjadi di bumi. Kemunculan teori ini menyebabkan ahli geologis menguji kembali setiap aspek geologi. 

Demikian penjelasan tentang teori pembentukan lempeng bumi. Semoga bermanfaat.

Penjelasan tentang Prinsip, Manfaat, dan Cabang Ilmu Geografi

Pelajaran.click kali ini akan memberikan penjelasan tentang cabang ilmu geografi. Perhatikan penjelasan di bawah ini. 

Prinsip Geografi

Ada empat prinsip dalam ilmu geografi, yaitu sebagai berikut.
  1. Prinsip persebaran atau distribusi. Merupakan prinsip tentang persebaran bentang alam yang terdapat di permukaan bumi yang berbeda-beda untuk setiap wilayah. 
  2. Prinsip deskripsi. Merupakan prinsip tentang suatu fenomena dan gejala yang terjadi yang mengharuskan adanya pendeskripsian, terdiri dari tulisan, tabel, grafik atau gambar. 
  3. Prinsip interalasi. Merupakan prinsip yang berhubungan dengan fenomena dan gejala yang terjadi di suatu wilayah tertentu dan memiliki hubungan dengan fenomena dan gejala yang lain.
  4. Prinsip gabungan atau korologi. Merupakan prinsip yang mendeskripsikan tentang ketiga prinsip sebelumnya dan menggabungkannya, sehingga suatu wilayah memiliki karakteristik atau ciri-ciri tertentu. 

Manfaat Geografi

  1. Persepsi relasi antar gejala
  2. Wawasan dalam ruang
  3. Memberikan pemahaman global.
  4. Melakukan pemetaan potensi daerah
  5. Menimbulkan rasa kecintaan dan keinginan untuk menjaga

Cabang Ilmu Geografi

Cabang ilmu geografi ini dibagi menjadi dua disiplin ilmu yaitu geografi fisik dan geografi manusia. Geografi manusia merupakan suatu cabang ilmu geografi yang mempelajari tentang aspek keruangan dari manusia dan segala kegiatannya. Geografi fisik ini mempelajari tentang gejala fisik bumi yang terdiri dari tanah, air dan udara dan segala proses yang terjadi di dalamnya.

Geografi fisik terdiri dari:
  1. Geomorfologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang bentuk permukaan bumi atau lahan dan sejarah terbentuknya.
  2. Geologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang bagaimana proses bumi terbentuk dan mengamali perubahan dari masa ke masa. 
  3. Metereologi dan klimatologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang fenomena cuaca dan iklim yang terjadi di bumi. 
  4. Ilmu tanah merupakan ilmu yang mempelajari tentang segala aspek tanah baik fisik, jenis, dan segala yang berhubungan dengan permukaan tanah.
  5. Oseanografi merupakan ilmu yang mempelajari tentang seluk beluk kelautan yang terdiri dari arus laut, sifat-sifat salinitas, sedimen laut, dan lain-lain.

Geografi manusia terdiri dari:
  1. Geografi ekonomi merupakan ilmu yang mempelajari tentang usaha manusia dalam mengolah sumber data alam yang ada di bumi sehingga dapat tercapai kemakmuran hidup manusia.
  2. Geografi politik merupakan ilmu yang mempelajari tentang unit politik, wilayah, kekuasaan, region, perbatasan dan unsur politik internasional.
  3. Geografi penduduk merupakan ilmu yang mengkaji tentang dinamika, keadilan, dan perubahan yang terjadi pada penduduk serta konsekuensi sosial dan ekonomi yang terjadi dalam proses interaksi antar manusia.
  4. Geografi teknik merupakan ilmu yang mempelajari tentang cara memvisualisasikan, menganalisa, dan mengolah informasi geografis dalam bentuk diagram, peta, foto udara, dan citra hasil penginderaan jauh. 

Demikian penjelasan tentang ilmu geografi. Semoga bermanfaat.

Sejarah BPUPKI dan Pengertiannya

Badan Penyelidik Usaha - Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau yang dikenal dengan BPUPKI merupakan badan yang di bentuk jepang tanggal 29 april 1945. Tujuan dibentuk badan ini untuk mendapatkan dukungan dari bangsa indonesiaa agar bersedia membantu jepang dengan menjanjikan kemerdekaan bag­­­­i indonesia.

Badan yang diketuai Kanjeng Raden Tumenggung (K.R.T) Radjiman Wedyodiningrat. Dan diwakili oleh Ichibangase Yoshio (jepang) dan Raden Pandji Soeroso. BPUPKI beranggotakan 67 orang.

Tugas BPUPKI yaitu mempelajari dan menyelidiki hal-hal yang bersifat politik ekonomi, tata pemerintahan dan hal yang lain yang di perlukan untuk persiapan kemerdekaan indonesia. Tidak lama kemudian BPUPKI dibubarkan. Kemudian, dibentuk badan baru untuk menggantikan BPUPKI.

Badan tersebut dinamakan Panitia Persiapaan Kemerdekaan Indonesia atau disingkat dengan PPKI (Dokuritzu Junbi Inkai). Jumlah anggota PPKI yaitu 21 orang. Di mana ketua PPKI yaitu Ir.soekarno. Wakil PPKI yaitu Drs. M. Hatta.

Sejarah BPUPKI dan Pengertiannya

Sebagai penasehat PPKI yaitu Mr. Ahmad Soebardjo. Anggota PPKI dipilih dengan mewakili berbagai etnis indonesia antara lain: 3 orang asal sumatera, 12 orang asal jawa, 2 orang asal sulawesi, 1 orang asal Maluku, 1 orang asal kalimantan, 1 orang asal sunda kecil (nusa tenggara), dan terakhir 1 orang etnis Tionghoa. BPUPKI memiliki jumlah anggota sebanyak 67 orang, antara lain sebagai berikut.
  1. Ir.Soekarno
  2. K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat (ketua)
  3. Drs. Moh. Hatta
  4. R.P.Soeroso (wakil ketua)
  5. Ichibangse yoshio (wakil ketua), orang jepang
  6. Prof.  Dr. Mr. Soepomo
  7. Mr. Muhammad Yamin
  8. Abdoel Kahar Muzakir
  9. KH. Wachid Hasyim
  10. Abikoesno Tjokrosoejo
  11. Mr. A.A. Maramis
  12. A.R. Baswedan
  13. H. Agoes Salim
  14. Prof. Dr. P.A.A Hoesein Djajadiningrat
  15. Mr. Achmad Soebardjo
  16. Ki Bagoes Hadikusumo
  17. Abdoel Kaffar
  18. Soekiman
  19. k.H.Ahmad Sanusi
  20. R.A.A. Poerbonegoro Soemitro Kolopaking
  21. Lien Koen Hian
  22. K.H.Abdul Salim
  23. Oey Tiang Tjoe
  24. Oey Tjong Hauw
  25. Yap Tjwan Bing
  26. Tang Eng Hoa
Sidang pertama BPUPKI diadakan di gedung Chuo Sang In di Jalan Pejambon 6 Jakarta (sekarang dikenal dengan Gedung Pancasila). Rapat pertama dibuka tanggal 28 Mei 1945 dan dimulai keesokan harinya tanggal 29 mei 1945 dengan tema dasar negara.

Dalam sidang pertama ini ada 3 orang yang memberikan pendapat tentang dasar negara. Mereka yaitu Prof. Dr. Mr. Soepomo, Mr.Muhammad Yamin, dan Ir. Soekarno. Mr.Muhammad Yamin mengemukakan lima asas dasar negara pada tanggal 29 Mei 1945, antara lain Peri kebangsaan, Peri kemanusiaan, Peri ketuhanan, Peri kerakyatan, dan Kesejahteraan rakyat.

Dua hari kemudian, Prof . Dr.Mr. soepomo tanggal 31 Mei 1945 mengajukan dasar negara indonesia ini: Persatuan, Mufakat dan demokrasi, Keadilan sosial, Kekeluargaan, dan Musyawarah. Keesokan harinya tanggal 1 Juni 1945, Ir. Soekarno mengajukan lima asas negara yang sekarang dikenal dengan Pancasila.
  1. Kebangsaan indonesia
  2. Internasionalisme dan peri kemanusiaan
  3. Mufakat atau demokrasi
  4. Kesejahteraan sosial
  5. Ketuhanan yang maha esa
Bagi Ir. Soekarno, kelima asas tersebut masih dapat diperas lagi menjadi Ekasila atau Trisila. Kemudian, lima asas tersebut dinamakan dengan Pancasila dengan urutan yang berbeda. Pembentukan sila tersebut menjadi perdebatan diantara peserta yang hadir dalam sidang BPUPKI.

Perdebatan dalam sidang ini membahas tentang penetapan aturan islam dalam indonesia yang baru. Tanggal 1 Juni 1945 sidang pertama BPUPKI berakhir dan belum menghasilkan keputusan akhir dari dasar negara Indonesia merdeka sampai di adakan masa reses selama 1 bulan.

Tanggal 22 Juni 1945, BPUPKI membentuk panitia kecil dengan anggota berjumlah 9 orang yang disebut Panitia Sembilan. Adapun anggota panitia sembilan yaitu:
  1. Ir.Soekarno
  2. Drs. Moch. Hatta
  3. Mr. Muhammad Yamin
  4. Mr. Achmad Soebardjo
  5. KH. Wachid Hasyim
  6. Abikoesno Tjokrosoejoso
  7. Abdul Kahar Muzakir
  8. Mr. A.A. Maramis
  9. H. Agus Salim
Setelah dilakukan musyawarah dengan panitia sembilan, lalu menghasilkan suatu rumusan yang mendeskripsikan maksud dan tujuan pembentukan Negara Indonesia Merdeka. Mr. Muhammad Yamin, menamakan rumusan tersebut yaitu Jakarta Charter atau Piagam Jakarta. Adapun isi rumusan tersebut yaitu:
  1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat islam bagi pemeluk-pemeluknya
  2. Kemanusian yang adil dan beradab
  3. Persatuan indonesia
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia
Selanjutnya, rapat kedua BPUPKI (10-17 Juli 1945) dengan topik: kewaganegaraan, bentuk negara, wilayah negara, pembelaan negara, ekonomi dan keuangan, rancangan undang-undang dasar, dan pendidikan serta pengajaran. Pada rapat kedua ini di bentuk panitia dengan jumlah 19 orang.

Panitia ini membahas rancangan undang- undang dasar yang diketuai Ir. Soekarno. Tidak lupa juga dibentuk panitia pembelaan tanah air dengan ketua Abikoesno Tjokrosoejoso. Kemudian, panitia ekonomi dan keuangan dengan ketua Drs. Moch. Hatta.

Wilayah indonesia merdeka telah ditentukan, berdasarkan hasil pemungutan suara. Wilayah tersebut mencakup hindia belanda dulu, ditambah dengan Borneo Utara, Malaya, Timor-Portugis dan pulau-pulau disekitarnya.

Lebih lanjut, tanggal 11 Juli 1945 panitia perancang UUD membentuk panitia kecil dengan anggota sebanyak 7 orang, yaitu:
  1. Prof .Dr.Mr.Soepomo
  2. Mr. Wongsonegoro
  3. H. Agus Salim
  4. Mr. A.A. Maramis
  5. Mr. Ahmad Soebardjo
  6. Dr. Soekiman
  7. Mr.R.P.Singgih
Sidang kedua BPUPKI tanggal 14 Juli 1945, dalam rangka menerima laporan panitia perancang UUD, Ir. Soekarno melaporkan tiga hasil, yaitu:
  1. Pernyataan Indonesia merdeka
  2. Pembukaan UUD
  3. Batang tubuh dari UUD
Demikian pembahasan tentang BPUPKI. Semoga bermanfaat.

Memahami tentang Erosi Tanah dan Metode Konservatif

Erosi tanah atau soil erosion merupakan proses penghanyutan tanah dan sebagai gejala alam yang wajar dan terus berlangsung selama terdapat aliran di permukaan. Erosi melaju seimbang dengan laju pembentukan tanah sehingga tanah mengalami peremajaan secara berkesinambungan.

Erosi tanah berubah menjadi bahaya apabila prosesnya berlangsung lebih cepat dari laju pembentukan tanah tersebut. Erosi yang berlangsung dengan cepat akan menipiskan tanah dan pada akhirnya dapat membuat bahan induk tanah seperti batuan dasar ke permukaan tanah.

Erosi Tanah

Erosi ini dapat merusak daerah hulu yang terkena erosi langsung. Selain itu, juga dapat merusaj daerah hilir. Bahan erosi yang di endapkan di daerah hilir dapat berakibat buruk pada bangunan atau tubuh alam penyimpanan atau penyaluran air. Ini dapat menimbulkan pedangkalan yang berakibat kapasitas tampung atau salurannya menurun dengan cepat dan merusak lahan pemukiman.

Erosi tanah dapat menyebabkan penurunan kualitas lahan pertanian di indonesia. Ketika musim hujan di mana curah hujan yang tinggi terkonsentrasi pada bulan-bulan tertentu, tingkat erosivitasnya menjadi sangat besar.

Simak juga: Samudra di Permukaan Bumi

Dengan demikian, erosi dapat menjadi penyebab utama lahan kering didaerah tropika basah. Tanah yang hilang disebabkan karena erosi merupakan tanah lapisan atas yang subur. Ini mengakibatkan, erosi menurunkan kesuburan tanah secara nyata.

Metode konservasi merupakan usaha menjaga tanah tetap produktif atau memperbaiki tanah yang rusak karena erosi. Salah satu kriteria tindakan konservasi yaitu nilai batas erosi yang masih dapat diabaikan (tolerable soil loss). Ada dua pemilihan teknik konservasi, yaitu vegetatif dan mekanik.

Metode vegetatif merupakan pemanfaatan tanaman atau vegetasi sebagai pelindung tanah dari erosi, penghambat laju aliran permukaan, peningkatan kandungan lengas tanah, serta perbaikan sifat-sifat tanah,baik fisik, kimia, maupun biologi.

Metode mekanik merupakan cara penglolaan lahan dengan menggunakan sarana fisik seperti tanah atau batu untuk pencegahan erosi pada tanah. Tujuan metode ini untuk memperlambat aliran air di permukaan, mengurangi erosi serta menampung, dan mengalirkan aliran air permukaan.

Yang tergolong dalam metode ini yaitu metode pengolahan tanah. Pengolahan tanah  memiliki fungsi untuk menciptakan keadaan tanah menjadi tempat yang dapat membuat tanaman menjadi mudah tumbuh diatasnya termasuk pembuatan rorak (saluran pembuangan air) dan pembuatan terasering.

Adapun tujuan pengolahan tanah adalah menyiapkan tempat tumbuh bibit, menciptakan daerah perakaran yang baik, menghilangkan sisa-sisa makanan, dan memberantas gulma.

Pengendalian erosi  tanah dengan cara teknis dan mekanis merupakan usaha perawatan tanah dalam rangka mengurangi banyaknya tanah yang kehilangan fungsinya di daerah lahan pertanian dengan menggunakan cara tertentu. 

Tujuannya untuk memperlambat aliran permukaan dan menampung serta melanjutkan penyaluran aliran permukaan dengan daya pengikisan tanah yang tidak merusak.

Terasering merupakan bangunan konservasi tanah dan air yang dilakukan secara mekanis. Terasering ini dibuat dalam rangka memperpendek panjang lereng dan/ atau memperkecil kemiringan lereng. Cara ini dilakukan dengan jalan penggalian dan pengurugan tanah melintang lereng.

Pembuatan terasering untuk mengubah permukaan tanah miring menjadi bertingkat-tingkat. Dengan demikian, keadan tersebut dapat mengurangi kecepatan aliran permukaan. Hal ini disebabkan sudut kemiringan diubah dan menahan serta menampungnya.

Jadi lebih banyak air yang meresap ke dalam tanah melalui proses infiltrasi, sehengga tanah pun menjadi subur, ketika dilakukan terasering. Fungsi terasering untuk :
  1. Memudahkan dalam proses konservasi lereng
  2. Menambah stabilitas lereng
  3. Memperpendek panjang lereng dan atau memperkecil sudut kemiringan lereng
  4. Memperpanjang daerah resapan air ke dalam tanah
  5. Dapat digunakan untuk landscaping
  6. Mengurangi kecepatan aliran permukaan

Demikian pembahasan tentang erosi tanah dan metode konservatif. Semoga bermanfaat.