Sistem Peredaran Darah pada Manusia


Pelajaran.click kali ini akan mempelajari tentang sistem peredaran darah pada manusia, yang terdiri dari komponen darah, jantung, pembuluh darah, peredaran getah bening dan golongan darah.

Komponen Darah terdiri dari eritrosit, leukosit, trombosit, dan plasma darah. Eritrosit atau sel darah merah merupakan suatu bagian yang utama dari darah yang dibentuk oleh sumsum merah tulang.

Bentuk eritrosit yaitu cakram bikonkraf, dengan diameter 8 mikron, tidak memiliki inti, tidak dapat bebas bergerak, volume rata- rata 83 mikrokubik, dan tidak mampu menembus dinding kapiler. Lebih lanjut, umur dari eritrosit ini kira – kira 120 hari.

Leukosit atau sel darah putih memiliki fungsi sebagai alat pertahanan tubuh. Leukosit ini dibentuk di retikuloendotelium sumsum merah tulang dan memiliki inti, ukuran leukosit 6-12 milimikron. Leukosit dapat menembus dinding kapiler atau diapendensis.

Trombosit atau keping- keping darah berperan dalam proses pembekuan darah pada saat terjadi luka. Trombosit dibentuk di sumsum tulang dan dapat hidup selama 8 hari. Bentuk dari trombosit yaitu bulat atau lonjong dan tidak memiliki inti.

Plasma darah merupakan suatu cairan dari darah yang memiliki komposisi 55% yang tersusun atas: protein, air, bahan organik, dan garam mineral.

Sistem Peredaran Darah

Jantung

Letak jantung manusia berada pada dalam rongga dada agak ke sebelah kiri dengan ukuran kurang lebih sama dengan kepalan masing – masing orang. Jantung berfungsi sebagai alat pemompa darah. Jantung manusia tersusun atas tiga lapisan, yaitu endokardium, miokardium, dan perikardium.

Pembuluh darah manusia terdiri dari dua macam , yaitu arteri dan vena. Arteri memiliki dinding yang tebal dan elastis dengan arah aliran meninggalkan jantung. Tekanannya kuat, apabila terpotong maka darah akan memancar. Arteri banyak mengandung oksigen.

Vena memiliki dinding yang tipis dan kurang elastis dengan arah aliran menuju ke jantung. Tekanannya lemah, apabila terpotong akan menetes. Vena banyak mengandung karbondioksida.

Proses Peredaran Darah

Peredaran darah manusia dibedakan menjadi dua yaitu kecil dan besar. Sistem peredaran darah kecil merupakan peredaran darah dari jantung ke paru – paru kembali lagi ke jantung. Sistem peredaran darah besar merupakan peredaran darah dari jantung atau ventrikel kiri beredar ke seluruh tubuh dan kembali lagi menuju jantung atau atrium kanan.

Peredaran Getah Bening atau limfe merupakan sistem peredaran paralel dengan sistem peredaran darah. Pada peredaran getah bening yang diedarkan yaitu cairan limfe. Sistem ini berfungsi untuk mematikan kuma penyakit yang masuk ke dalam tubuh dan mengedarkan atau transportasi lemak ke seluruh tubuh.

Penyakit pada Sistem Peredaran Darah, antara lain anemia, thalasemia, hemofilia, dan leukimia. Anemia merupakan kekurangan jumlah sel darah merah sebab kekurangan hemoglobin, zat besi atau kekurangan eritrosit.

Thalasemia merupakan penyakit anemia yang diturunkan yang sering ada pada bayi dan anak – anak. Hemofilia merupakan penyakit yang menyebabkan darah sulit membeku jika terluka. Leukimia atau kanker darah merupakan penyakit bertambahnya sel darah putih yang tidak terkendalikan.

Penggolongan Darah dan Transfusi Darah

Penggolongan darah umumnya yang dikenal yaitu penggolongan darah ABO yang ditemukan oleh Karl Landsteiner dari Austria. Menurutnya penggolongan darah dikelompokkan menjadi empat macam, yaitu A, B, AB, dan O. Dasar pemberian nama jenis darah adalah ada tidaknya dan jenis dari aglutinogen yang terkandung oleh darah.

Klasifikasi dari penggolongan darah, berdasarkan pada aglutinin dan aglutinogennya yaitu:
  • Individu yang tidak memiliki antigen, namun memiliki anti α dan β, maka digolongkan O.
  • Individu yang memiliki antigen A dan B, namun tidak memiliki anti α dan β, maka memiliki golongan darah AB.
  • Individu yang memiliki antigen B, namun memiliki anti α maka memiliki golongan darah B.
  • Individu yang memiliki antigen A tidak memiliki anti α, melainkan anti β dalam serum plasma, maka memiliki golongan darah A .

Sahabat pelajaran.click demikian pemaparan tentang sistem peredaran darah. Semoga artikel ini membantumu dalam memahami tentang sistem peredaran darah manusia. Selamat belajar.

Referensi:
Wasis dan Irianto, S.Y. 2008. Ilmu Pengetahuan Alam 2: SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Susilowarno, R.G., Hartono, R.S., Mulyadi, Enik Mutiarsih, Murtiningsih, dan Umiyati. 2007.Biologi untuk SMA /MA Kelas XI. Jakarta; Grasindo.
Abdullah, M. Saktiyono, dan Lutfi. 2007. IPA Terpadu SMP dan MTs Jilid 2A. Jakarta: Erlangga.

Sistem Gerak Manusia: Struktur dan Fungsinya

Pelajaran.click, kali ini membahas sistem gerak manusia. Seperti yang diketahui bahwa tubuh manusia, terdiri atas rangka tulang dan otot. Tulang merupakan alat gerak pasif. Otot adalah alat gerak aktif.

Tulang manusia berfungsi untuk membentuk rangka, penopang tubuh, pelindung organ dalam, dan pembuat sel- sel darah. Sedangkan, otot berperan dalam menggerakkan tulang dengan kontraksi dan mendapatkan energi ATP.

Tulang manusia dibedakan menjadi dua, yaitu tulang rawan dan tulang keras. Tulang rawan pada orang dewasa dapat ditemukan pada cakra epifise tulang pipih, antarruas tulang belakang, sendi – sendi tulang, antartulang rusuk dan dada, tulang hidung dan tulang telinga.

Tulang keras berdasarkan sturtur kepadatan matriknya dibagi menjadi dua yaitu tulang kompak dan tulang spon. Berdasarkan bentuknya, tulang dibedakan menjadi tiga yaitu tulang pipa, tulang pipih, dan tulang pendek.

Sistem Gerak Manusia: Struktur dan Fungsinya

Fungsi rangka

Sistem rangka pada tubuh manusia sebagai komponen dari sistem gerak yang memiliki fungsi sebagai berikut.
  • Hemopoesis, rangka ini menghasilkan sel – sel darah merah, sel – sel darah putih, dan trombosit dalam sumsum merah tulang tertentu.
  • Proteksi, yang dimaksudkan sebagai melindungi alat – alat tubuh dalam yang lemah.
  • Formasi bentuk tubuh di mana kerangka tubuh ini sebagai menyokong dan memberi bentuk tubuh.
  • Imunologis, sebab susum tulang membentuk limfosit B yang dapat mensintesis antibodi untuk sistem kekebalan tubuh manusia.
  • Penyimpanan kalsium, rangka berfungsi sebagai reservoir kalsium, fosfor, natrium, dan elemen – elemen yang lain.
  • Formasi sendi, di mana rangka memberikan suatu sistem pengungkit yang digerakkan oleh kerja otot- otot yang melekat padanya atau sebagai alat gerak yang pasif.
Hubungan antar tulang dinamakan persendian atau artikulasi. Untuk memperkuat sendi dan memudahkan pergerakan dibutuhkan beberapa komponen penunjang yang terdiri dari ligamen, kapsul sendi, cairan sinovial, dan tulang rawan hialin.

Otot manusia dikenal dengan daging, merupakan kumpulan sel – sel otot yang jumlahnya lebih dari 600 macam. Otot merupakan tali yang menarik tulang sehingga memungkinkan untuk munculnya pergerakan.

Otot memiliki tiga karakteristik yang terdiri dari kontrakbilitas, ekstensibilitas, dan elastisitas. Otot memiliki beberapa jenis, sebagai alat gerak, secara struktural dan fungsional, dibedakan menjadi otot polos, otot lurik, dan otot jantung.

Aktivitas otot dalam menggerakkan tulang dilakukan dengan dua cara yaitu kontraksi dan relaksasi. Selanjutnya, sambungan yang terjadi antara otot dengan tulang ini dinamakan dengan tendon. Tendon dibagi menjadi dua, berdasarkan pada cara melekatnya, yaitu origo dan insersi. Berdasarkan tujuan kerjanya, otot dibedakan menjadi otot antagonis dan sinergis.

Macam gerakan tulang bersama otot. Persendian memunculkan gerak yang sangat bervariasi yang dikontrol oleh otot yaitu adduksi dan abduksi, supinasi dan pronasi, flesi dan ekstensi, elevasi dan depresi, serta inversi dan eversi.

Demikian pemaparan tentang tulang dan otot pada sistem gerak manusia. Semoga artikel ini mampu membantumu dalam memahami tentang sistem gerak manusia. Selamat belajar.

Referensi:
Susilowarno, R.G., Hartono, R.S., Mulyadi, Enik Mutiarsih, Murtiningsih, dan Umiyati. 2007.Biologi untuk SMA /MA Kelas XI. Jakarta; Grasindo.

Struktur dan Fungsi dari Sel

Sahabat pelajaran click, mari kita pelajari tentang struktur dan fungsi sel. Agar kita semua paham tentang apa saja struktur dalam sel. Simak baik – baik penjelasan di bawah ini.

Setiap organisme memiliki sel. Sel menyebabkan individu dapat melihat suatu fungsi atau kegiatan sebagai makhluk hidup. Sel ditemukan oleh Robert Hooke, tahun 1665. Penemuan ini melalui pengamatan sayatan gabus dengan mikroskop.

Kemudian, mengamati adanya ruang – ruang yang kosong yang menyusun gabus.Ruang kosong tersebut dinamakan dengan sel, dari kata selula yang berarti kamar. Brown (1831) menyatakan bahwa sel merupakan suatu ruangan yang kecil yang dibatasi oleh membran dan berisi cairan sel.


Berdasarkan pada keberadaan membran nukleus, sel dibedakan yaitu prokariotik dan eukariotik. Sel prokariotik memiliki ciri -ciri
  • ukuran sel 0,2 – 2,0 µm.
  • biasanya memiliki dinding sel, tipe dinding sel bakteri, pada umumnya tersusun dari peptidoglikan.
  • sel ini tidak ada membran inti, membentuk nukleid, dan tidak ada anak inti sel atau nukleolus.
  • tidak memiliki organel bermembran ganda.
  • ukuran ribosomnya kecil yaitu 70s.
  • flagela disusun dari dua protein penyusun.
  • pembelahan selnya secara biner.
  • kelompok organisme sel prokariotik yaitu monera
  • membran plasmanya tidak ada karbohidrat dan pada umumnya memiliki sedikit steroid.
  • tidak memiliki sitoskeleton.
  • Sel eukariotik memiliki ciri – ciri sebagai berikut.
  • memiliki organel bermembran ganda.
  • ukuran sel yaitu 10 – 100 µm.
  • memiliki membran inti dan ada anak inti sel atau nukleolus.
  • flagela dibentuk dari berbagai mikrotubulus.
  • Organel bermembran ganda ini terdiri dari lisosom, badan golgi, retikulum, endoplasma, mitokondria, dan kloroplas.
  • ukuran ribosomnya kecil dan besar. Untuk ukuran yang kecil yaitu 70S dan yang besar 80S.
  • memiliki dinding sel di beberapa sel, seperti di sel tumbuhan yang tersusuk dari selulosa.
  • kelompok organsime sel eukariotik yaitu animalia, plantae, fungi, dan protista.
  • di dalam membran plasma terdapat karbohidrat dan steroid.
  • memiliki sitoskeleton.
  • pembelahan sel dilakukan secara mitosis dan meiosis.

Sel dibagi menjadi tiga bagian yang utama yaitu membran sel, sitoplasma, dan inti sel. Membran sel merupakan selubung terluar sitoplasma. Sedangkan, pada sel tumbuhan, membran sel merupakan selubung sitoplasma yang ada di dalam dinding sel.

Sitoplasma merupakan cairan di dalam membran plasma selain inti sel. Inti sel merupakan bagian paling mencolok di sel dan dibatasi oleh membran inti.

Organel – organel sel terdiri dari inti sel atau nukleus, ribosom, retikulum endoplasma, badan golgi, mitokondria, lisosom, periksisom, sentrosom, membran plasma, dinding sel, plastida, vakuola, dan vesikula.

Zat – zat keluar atau masuk ke sel melalui mekanisme transpor sel. Pergerakan ini melalui membran sel yang memiliki sifat selektif permeabel, yang berarti mekanisme transpor sel hanya melewatkan zat – zat tertentu sesuai dengan kebutuhan dari metabolisme sel.

Transpor sel ini berlangsung ke dalam dua cara yaitu secara aktif atau pasif. Transpor pasif merupakan perpindahan zat melalui membran sel tanpa membutuhkan energi.  

Transpor aktif merupakan suatu perpindahan zat melawan gradien konsentrasinya yaitu dari konsentrasi rendah ke konsentrasi yang tinggi melalui membran sel yang membutuhkan energi kimia. 
Sahabat pelajaran click sudah paham kan tentang struktur dan fungsi dari sel. Selamat belajar dan sukses selalu.

sumber:
Rahmah, A., Khairunnisa, A., Nestiyanto, Sari Y., Kholifah, dan Nita K.S. 2015. Biologi SMA Kelas 1,2, & 3. Jakarta: Kawah Media.

Monera dan Kingdomnya

Pelajaran.click, kali ini akan mempelajari tentang mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Khususnya, pada materi Biologi. Mempelajari tentang monera.

Monera dan Kingdomnya

Monera atau organisme prokariota. Monera berasal dari bahasa Yunani yang berarti tunggal. Ciri – ciri yang dimiliki oleh monera yaitu
·           monera merupakan uniseluler atau bersel satu.
·           monera tidak memiliki membran inti atau prokariota.

Monera memiliki dua kingdom, yaitu eubacteria atau bakteri dan archaebacteria atau archae. Bakteri atau eubacteria memiliki ciri – ciri yaitu sebagai berikut.
·           bakteri merupakan organisme yang bersel tunggal atau uniseluler.
·           ukuran sel bakteri berkisar antara 1 – 5 µm, di mana setiap 1 µm sama dengan 1/1000 mm.
·           bakteri hidup di berbagai lingkungan atau habitat.
·           inti sel bakteri tidak memiliki membran inti atau prokariotik.
·           bakteri berkembang biak secara aseksual dengan cara membelah diri.
·           bakteri bergerak dengan flagela atau pili.
·           beberapa jenis bakteri berperan penting untuk proses penguraian zat –zat organik.

Struktur dari bakteri ini terdiri dari struktur bagian luar sel, struktur bagian dalam sel, flagela, dan pili atau fimbriae. Penggolongan bakteri dilakukan dengan beberapa cara yang didasarkan pada letak flagela pada sel bakteri, bentuk tubuh bakteri, pewarnaan gram, didasarkan pada kebutuhan oksigen, di dasarkan pada cara hidupnya, dan pembagian di dalam filum atau divisi.

Penggolongan bakteri berdasarkan pada letak flagela pada sel bakteri, yaitu monotrik, lopotrik, amfitrik, dan peritrik. Penggolongan bakteri yang berdasarkan pada bentuk tubuh bakteri, yaitu vibrio atau koma, spirilum atau spiral, basil atau batang, dan kokus atau bulat.

Penggolongan bakteri berdasarkan pewarnaan gram digunakan untuk mengetahui perbedaan struktur dinding sel. Dibagi menjadi dua jenis yaitu bakteri gram positif dan bakteri gram negatif.

Penggolongan bakteri berdasarkan pada kebutuhan oksigen, yaitu bakteri aerob obligat, bakteri anaerob fakultatif, bakteri anaerob obligat,bakteri anaerob aerotoleran, dan bakteri mikroaerofilik. Penggolongan bakteri berdasarkan pada cara hidup yaitu bakteri autotrof dan bakteri heterotrof.

Penggolongan bakteri berdasarkan pada pembagian dalam filum atau divisi yaitu proteobacteria, bakteri gram positif, spirochetes, chlamydias, dan cyanobacteria atau ganggang hijau – biru.

Reproduksi bakteri secara reproduksi aseksual dan reproduksi seksual. Reproduksi aseksual atau tidak kawin, dilakukan dengan cara membelah diri secara biner. Reproduksi seksual atau kawin terjadi dalam tiga cara yaitu konjugasi, transformasi, dan transduksi.

Bakteri dapat menguntungkan kehidupan sebab bakteri pengikat nitrogen pada tanaman, bakteri nitrifikasi, bakteri penghasil antibiotik, dan bakteri dalam industri makanan. Bakteri dapat merugikan karena menjadi penyebab penyakit pada manusia, hewan ternak, dan tanaman.

Ciri – ciri Archaebacteria yaitu
·           Archae organisme bersel satu.
·           rata – rata archae memiliki ukuran 0, 1 µm – 15 µm.
·           archae memiliki dinding sel yang tidak mengandung peptidoglikan.
·           archae hidup pada kondisi lingkungan yang ekstrim.
·           membran plasma archae mengandung lipid.
·           sel dalam archae belum memiliki membran inti atau prokariotik, namun ribosomnya mirip dengan ribosom eukariotik.

Archaebacteria atau Archae terdiri dari Metanobaceria, Halobacterium, dan Thermoplasma. Thermoplasma dapat dijumpai di dalam air asam yang berasal dari mata air belerang yang panas. Halobacterium merupakan jenis halofil yang hidup di kondisi ekstrim dengan kadar garam yang tinggi.

Metanobacteria merupakan bakteri hemoautotrof. Metanobacteria mampu menghasilkan gas metana atau CH4 dan tanpa membutuhkan oksigen atau anaerob.

Demikian pemaparan tentang materi monera yang terdiri dari dua kingdom yaitu bakteri dan archae. Dengan ciri – cirinya masing –masing.

sumber:
Rahardian, R dan Ananda, A. 2012. Mini Book Master Biologi SMA Kelas X, XI, & XI. Jakarta: PT Wahyu Media.

Sistem Pencernaan Pada Hewan

Sahabat pelajaran click, sebelumnya kita telah belajar tentang sistem pencernaan manusia. Nah, tidak adil rasanya ketika kita hanya mempelajari sistem pencernaan manusia, tanpa memahami sistem pencernaan hewan.

Seperti yang diketahui bahwa hewan juga merupakan bagian dari makhluk hidup. Kali ini, kita akan mempelajari tentang sistem pencernaan pada hewan. Perhatikan baik – baik penjelasan di bawah ini.

Sistem pencernaan pada vertebrata telah berkembang. Selain berkembang, juga telah mengalami terspesialisasi disesuaikan dengan makanan yang dicernanya. Pada sistem pencernaan di tubuh manusia, makanan yang kaya akan serat tidak akan dapat dicerna.


Berbeda dengan sistem pencernaan makanan pada hewan pemamah biak atau ruminansia. Gigi hewan pemamah biak ini memiliki bentuk yang khusus. Gigi seri atau den sinsisivus dan gigi taring atau dens caninus memiliki bentuk yang spesifik yang digunakan untuk merenggut rumput. 

Gigi premolar atau geraham depan dan molar atau geraham belakang dapat berfungsi untuk menghancurkan makanan pada hewan pemamah biak. Di mana memiliki lapisan email yang melintang dan tajam.

Hewan pemamah biak ini memiliki struktur esofagus yang terspesialisasi menjadi tiga ruangan yang berbeda. Ruangan tersebut yaitu rumen, retikulum, dan omasum. Setelah omasum masih terdapat ruang abomasum yang merupakan lambung sesungguhnya. 

Rumput atau dedaunan yang dimakan dicampur air liur. Kemudian dikunyah sebentar, lalu ditelan. Setelah melalui esofagus, makanan akan tiba ke bagian lambung yang pertama, dinamakan dengan rumen. 

Rumen merupakan suatu tempat simbiosis antara hewan pemamah biak dan jenis – jenis flagellata atau jenis copromonas subtitis. Selain itu, bakter dari genus cytophaga dan bacterium penghasil enzim selulase yang dapat digunakan untuk mengurai selulosa. 

Lebih lanjut, dapat dijelaskan bahwa makanan yang telah diproses di rumen dikembalikan ke rongga mulut untuk kemudian dikunyah kembali. Kemudian, ditelan kembali melewati rumen dan retikulum memasuki omasum. 

Kemudian, di dalam omasum, air diserap. Makanan yang telah mengandung banyak bakteri simbiosisi ini akhirnya melewati omasum menuju pada obamasum. Tujuannya untuk dicerna oleh enzim pencernaan.

Hal tersebut disebabkan aktivitas bakteri, nutrien yang diserap oleh hewan pemamah biak lebih kaya dibandingkan dengan rumput yang awalnya mereka makan. Selanjutnya, setelah melewati abomasum, melalui gerak peristaltik, makanan kemudian menuju usus halus untuk diserap. Sedangkan, sisa makanan yang tidak terpakai akan dikeluarkan menuju anus.

Daftar Pustaka
P., Fictor F. dan Ariebowo, M. 2009. Praktis Belajar Biologi untuk Kelas IX Sekolah Menengah Atas/ Madrasah Aliyah Program Ilmu Pengetahuan Alam. Jakarta: Visindo.

Gangguan Sistem Pencernaan Manusia

Sahabat pelajaran click, sebelumnya kan kita sudah beri penjelasan tentang sistem pencernaan manusia, mulai dari mulut, sampai usus. Kali ini, kita akan belajar lebih jauh tentang pencernaan manusia, yaitu gangguan yang terjadi pada sistem pencernaannya.

Tentu saja, tidak akan lengkap rasanya kalau kita tidak tahu juga tentang gangguan sistem pencernaan manusia. Perhatikan baik- baik ya penjelasan di bawah ini.


Gangguan yang terjadi pada sistem pencernaan manusia itu sangat banyak. Hal tersebut disebabkan menyangkut dengan berbagai organ yang terkait dengan sistem pencernaan kita. Penyebab gangguan bermacam-macam, dapat terjadi karena luka yang ada di dalam yang terinfeksi oleh virus atau bakteri, kemudian sampai pada kelainan kerja fisiologis tubuh.

Karies pada Gigi atau Dental Caries. Biasanya ini dikenal dengan gigi berlubang. Lubang ini terbentuk karena lapisan email gigi yang terkikis oleh asam yang dihasilkan oleh bakteri. Sisa- sisa makanan yang tertinggal di sela-sela gigi, dapat menyebabkan munculnya bakteri.

Sisa-sisa makanan tersebut merupakan media bagi pertumbuhan bakteri. Bakteri mencerna sisa makanan tersebut dan kemudian menghasilkan asam. Asam inilah yang nantinya mengikis lapisan email gigi.

Apabila lubang telah mencapai bagian rongga pulpa, di mana pada bagian tersebut terdapat tempat jaringan saraf dan pembuluh darah, maka gigi akan terasa sakit dan mengganggu. Oleh karena itu, kita perlu menggosok gigi setelah makan.

Ulkus atau tukak lambung atau mag. Mag merupakan suatu peradangan yang terjadi pada dinding lambung. Kondisi tersebut disebabkan asam atau HCI yang dihasilkan lambung terlalu banyak sehingga dapat mengikis dinding lambung.

Selain itu, terdapat penelitian yang menyatakan bahwa ulkus dapat disebabkan oleh bakteri. Untuk mencegah terjadinya mag, maka perlu makan yang teratur.

Diare. Diare merupakan suatu gangguan yang terjadi karena infeksi pada kolon. Munculnya infeksi ini karena bakteri tertentu yang melimpah jumlahnya. Contoh bakterinya antara lain E.coli, V.cholerae, dan Aeromonas sp. Bakteri dapat mengganggu proses penyerapan air sehingga menyebabkan fases menjadi cair.

Sembelit atau konstipasi. Berbeda dengan diare, sembelit ini terjadi karena air yang terlalu banyak terserap. Gerak peristaltik usus halus yang terlalu lambat dapat menyebabkan sembelit. Semakin lama feses di dalam usus besar, maka semakin banyak air yang terserap.

Kelebihan air ini menyebabkan feses menjadi keras dan sukar dikeluarkan. Untuk mengurangi gangguan tersebut, maka perlu mengkonsumsi buah dan sayuran. Hal tersebut disebabkan serat tidak dicerna oleh tubuh dan cenderung mampu menyimpan air dibandingkan makanan yang lain.

Radang usus buntu atau appendicitis. Gangguan ini disebabkan oleh bakteri. Kondisi tersebut dapat terjadi karena adanya penyumbatan usus buntu oleh tinja yang mengeras atau zat asing lainnya. Appendictis dapat menyebabkan usus buntu menjadi bengkak, membusuk, dan pecah.

Daftar Pustaka
P., Fictor F. dan Ariebowo, M. 2009. Praktis Belajar Biologi untuk Kelas IX Sekolah Menengah Atas/ Madrasah Aliyah Program Ilmu Pengetahuan Alam. Jakarta: Visindo.

Fakta dan Opini dalam Teks Iklan

Sahabat pelajaran click, kali ini kita akan belajar tentang Bahasa Indonesia. Materi yang akan kita berikan yaitu fakta dan opini dalam teks iklan. Perhatikan baik- baik penjelasan di bawah ini yaa...

Media komunikasi bukan hanya surat kabar atau majalah saja, iklan juga termasuk bagian di dalamnya. Iklan merupakan suatu pemberitahuan pada khalayak umum tentang barang atau jasa yang dijual.

Fakta dan Opini dalam Teks Iklan

Berdasarkan tujuannya, iklan dapat dibedakan menjadi iklan reklame, iklan pengumuman, dan iklan penawaran atau iklan permintaan. Iklan reklame ini biasanya merupakan iklan niaga yang berisi tentang memperkenalkan suatu barang.

Iklan penawaran yaitu iklan niaga yang berisi tentang penawaran atau permintaan pada orang lain agar mau bekerja sama dengan yang memasang iklan.

Iklan pengumuman merupakan suatu iklan non-niaga yang berisi tentang pemberitahuan hal-hal yang berhubungan dengan urusan dan kepentingan masyarakat luar.

Jika diperhatikan dengan cermat, dalam iklan pasti akan dijumpai fakta dan opini. Di mana fakta merupakan suatu peristiwa yang benar-benar terjadi dan kebenarannya dapat dibuktikan.

Sedangkan opini adalah pendapat seseorang tentang suatu hal di mana kebenarannya belum dapat dibuktikan. Fakta dalam iklan meliputi identitas produk, kegunaan, komposisi, dan sarana penggunaan.

Sedangkan opini dalam iklan, pada umumnya digunakan untuk menarik minat seorang pembeli. Meskipun demikian, opini tidak boleh diberikan jika dilakukan dengan melebih-lebihkan produk. Justru penggunakan bahasa yang persuasif, penting dalam opini di iklan.

Demikian pemaparan tentang fakta dan opini dalam iklan. Selamat belajar sahabat.

Daftar Pustaka
Supriatna, A. 2007. Bahasa Indonesia: Buku Pelajaran untuk Kelas IX Sekolah Menengah Pertama Berdasarkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar 2006. Bandung: Grafindo.
Fatin, I dan Camalia, M. 2015. Big Book Bahasa Indonesia SMP Kelas 1,2, dan 3. Jakarta: Cmedia.